Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 246. Utusan Dari Gate Ancient Lightning.


__ADS_3

Chapter 246. Utusan Dari Gate Ancient Lightning.


Dewi Alkemis terdiam ketika Tian Zhi yang terang-terangan memberikan ancaman bagi Kekaisaran Qing. Kemudian, dia mengeluarkan Siput Penghantar Suara.


"Aku sudah memenuhi keinginan mu, dia meninggalkan wilayah ini dan menyatakan perang! Sekarang berikan Buah Suci Api Dewa sesuai kesepakatan!" Dewi Alkemis mengirimkan pesan kepada Dewa Surya.


Ya, Dewa Surya dan Dewi Alkemis membuat kesepakatan, dimana Dewa Surya meminta Dewi Alkemis untuk membatalkan pertandingan Alkemis dan tidak memenuhi pesanan Tian Zhi. Dan sebagai pembayarannya, Dewi Alkemis akan diberikan Buah Suci tingkat Dewa, yaitu Buah Api Dewa.


Buah Api Dewa bermanfaat untuk meningkatkan Api Asyura dan bahkan meningkatkan Api Benturan Komet menjadi Raja Api Kemarahan Asyura. Selain itu, Buah Suci Api Dewa juga dapat meningkat kekuatan hingga 10 level. Seandainya Dewi Alkemis berada di tingkat Sang Void, maka buah itu akan memberikan kekuatan sebanyak 20 level.


Karena hal itu, biasanya Persatuan Alkemis tidak ikut campur dalam urusan pemerintahan, demi Buah Suci Api Dewa, Dewi Alkemis mau memenuhi kemauan Dewa Surya, dan itu harga yang sebanding baginya.


Setelah menunggu beberapa saat, Dewa Surya membalas pesan suara.


"Bagus! Anak buah ku akan memberikan satu Buah Suci tingkat Dewa sesuai kesepakatan. Jika kamu bisa membuatkan Pil Penyembuh Dantian empat butir, aku akan berikan satu lagi Buah Suci Api Dewa. Untuk masalah perang, aku sudah siap"


Dari nada bicara Dewa Surya yang tidak takut dengan ancaman Tian Zhi, karena dia masih memiliki pendukung yang kuat melebihi Bai Dong, yang tidak lain adalah leluhurnya yang bernama Qing Guozhi.


Qing Guozhi adalah pendiri pertama Kekaisaran Qing. Selama ini dia tidak pernah muncul di hadapan semua orang, dikarenakan sedang berkultivasi tertutup untuk meningkatkan kekuatan agar bisa memperpanjang usia. Orang mengira jika Qing Guozhi telah meninggal dan sengaja tidak diberitakan ke publik demi keutuhan Kekaisaran Qing.


Mendengar permintaan dan tidak takut akan peperangan, Dewi Alkemis tersenyum dan memberikan jawaban dengan segera, "dua Buah Suci Api Dewa, aku akan buatkan Pil Penyembuh Dantian tingkat Celestial Supreme tahap rendah!"


Dewa Surya tidak segera memberikan balasan, tampak sedang mempertimbangkan permintaan Dewi Alkemis. Zhi Yinping dan Zhou Qionglin diam dan hanya merenung apa yang akan terjadi nanti, mereka berdua paham betul akan sifat Dewi Alkemis yang keras kepala dan semaunya sendiri.


"Aku mengundurkan diri!" tiba-tiba Zhi Yinping mengeluarkan giok status keanggotaan Paviliun Pil Langit dan meletakkan di meja, dia berniat untuk mengikuti Tian Zhi.


Spontan Dewi Alkemis dan Zhou Qionglin terkejut dengan ucapan Zhi Yinping.


"Tunggu! Apa yang kamu pikirkan?" tanya Dewi Alkemis dengan memegang pergelangan tangan Zhi Yinping.


"Tidak selamanya pertemanan terus berjalan, ada waktunya untuk berhenti! Aku sudah memutuskan untuk mengikuti dia!" jawab Zhi Yinping dengan melepaskan tangannya.


"Adik... Ini ... Ini masalah ku dan dia, tidak seharusnya kamu lebih memilihnya daripada persahabatan kita!"


Zhi Yinping tersenyum tipis dan melihat Dewi Alkemis, lalu dia berkata, "adakalanya persahabatan juga harus berpisah dan akan kembali dengan cerita yang berbeda. Kakak, aku senang dengan hubungan kita selam ini ...."


Setelah Zhi Yinping berbicara, dia keluar dari ruang khusus. Zhou Qionglin hanya bisa meneteskan air mata karena persahabatan mereka harus berakhir seperti ini...

__ADS_1


Sepeninggal Tian Zhi dan pasukannya, Zhi Yinping berdiri di atas Paviliun Pil Langit, dia tersenyum saat melihat dua belas kapal angkasa menuju ke Kerajaan Guang.


"Kesalahan besar Dewi Alkemis bertindak sembrono!"


Tiba-tiba muncul di belakang Zhi Yinping yang tidak lain adalah Nyonya Ying. Zhi Yinping tidak kaget dan tetap melihat kepergian Tian Zhi.


"Sudah diramalkan masa kejayaan Dewa Surya habis pada zaman ini," kata Zhi Yinping saat Nyonya Ying berada di sampingnya.


"Kamu benar! Setiap pertemuan besar Keluarga Besar Zhi, selalu ada yang dikorbankan!" timpal Nyonya Ying, dia tahu ramalan yang dimaksudkan oleh Zhi Yinping.


Ya, ada ramalan leluhur Ras Asyura, khususnya di Klan Zhi, dimana setiap pertemuan besar, akan ada penguasa yang tumbang. Ramalan itu sudah terbukti setiap kali pertemuan besar, dan Kekaisaran Song adalah korban kedua setelah Kekaisaran Shang, Kekaisaran Qing adalah yang ketiga.


"Apa rencana mu?" tanya Nyonya Ying.


"Aku sudah keluar dari Paviliun Pil Langit dan mengikuti dia sesuai rencana! Dan kamu?" jawab Zhi Yinping dan bertanya balik.


"Membesarkan anaknya bersama kakek dan neneknya!" jawab Nyonya Ying sambil membelai perutnya yang merasakan akan ada kehidupan kecil.


Zhi Yinping tersenyum tipis dan memeluk Nyonya Ying yang menyamar, selama ini dia tahu siapa pemilik Rumah Makan Peri dan tidak pernah mengatakan kepada siapapun.


Nenek dan kakek yang dikatakan oleh Zhi Jianying adalah Dewa Es Abadi dan Dewi Salju, mereka berdua adalah orang tua kandung Xiang Tianzhi.


"Selamat! Aku juga akan menyusul mu!" ucap Zhi Yinping dan melepaskan pelukannya.


Zhi Jianying tertawa kecil dengan ucapan adiknya yang tidak mau kalah darinya. "Aku antar atau kamu pergi sendiri?" tanyanya.


"Aku akan pergi sendiri, ada beberapa hal yang harus aku selesaikan terlebih dahulu!" tolak Zhi Yinping.


"Baiklah, aku akan menemui mereka."


Setelah Zhi Jianying berpamitan, dia mengeluarkan token teleportasi dan menghilang dari hadapan Zhi Yinping. Mereka yang dikatakan oleh Zhi Jianying adalah kakaknya, orang tua dari Tian Zhi.


Setelah kepergian Zhi Jianying, Zhi Yinping masuk ke Paviliun Pil Langit untuk berkemas...


Tian Zhi berhenti di Kota Jalur Sutra untuk menurunkan Hei Bao dan pasukan binatang untuk melindungi kota dan pelabuhan, sebab tempat ini merupakan jalur perdagangan.


Kemudian Tian Zhi kembali melanjutkan perjalanan menuju ke Kerajaan Guang. Sesampainya di Kerajaan Guang, Tian melihat ibukota mulai dipenuhi dengan penduduk.

__ADS_1


Tidak beristirahat, Tian Zhi dan istrinya masuk ke dalam istana, disana dia melihat Guang Liem duduk di singgasana dan sedang berdiskusi dengan keluarga besarnya yang memegang jabatan penting di Kerajaan Guang.


Kedatangan Tian Zhi yang tiba-tiba jelas mengejutkan semua orang yang berada di istana. Guang Liem dan semua orang segera menyambut kedatangannya.


Setelah duduk di singgasana bersama dengan He Hua dan Guang Liem, Tian Zhi bertanya kepada Guang Liem tentang Kaisar Giok, dia bertanya hal yang sama, sebab Guang Liem belum menjawabnya ketika berkomunikasi dengan menggunakan Siput Penghantar Suara.


"Maaf, bukannya aku tidak mau menjawab tentang Kaisar Giok! Sejujurnya, keluarga Guang adalah keturunannya langsung...," kata Guang Liem dan menceritakan siapa sebenarnya Kaisar Giok dan hubungannya dengan Keluarga Besar Guang.


Guang Liem menceritakan jika Kaisar Giok adalah leluhur pertama keluarga Guang. Kisah ini berawal dari perseteruan antara Kaisar Giok dan Kaisar Qing Guozhi.


Kekaisaran Guang yang dipimpin oleh Kaisar Giok, pada masanya sangat makmur dan sejahtera. Dan itu membuat Kaisar Qing iri melihat perkembangan rivalnya, lalu dia perlahan mulai membuat masalah di jalur perdagangan laut, dengan cara melarang pihak siapapun yang berasal dari Kekaisaran Guang masuk ke wilayahnya.


Tak ayal perbatasan Pelabuhan Jalur Sutra dan Pelabuhan Qingshan menjadi medan peperangan armada laut. Awalnya peperangan seimbang, namun berubah ketika Kerajaan Air ikut campur dengan mendukung Kekaisaran Qing.


Walaupun kalah di jalur kelautan, Kaisar Giok tidak putus asa, dia mulai mendidik rakyatnya untuk mandiri dan tidak tergantung dengan kedua musuhnya. Akhirnya jerih payah Kaisar Giok terbayar, dimana rakyatnya mampu meningkatkan kualitas diri dengan banyak menghasilkan pertanian, perkebunan, perikanan dan sebagainya.


Sekali lagi Kaisar Qing Guozhi iri, dia meminta bantuan salah satu ras yang lama telah dianggap punah, tidak lain adalah Ras Mayat Hidup. Dengan sepuluh orang dari Ras Mayat Hidup, mereka menginfeksi banyak orang di Kota Jalur Sutra dan dengan cepat menyebar.


Dari cerita ini Tian Zhi sudah menebak hasilnya, dimana jumlah mayat hidup semakin banyak dan mulai berdatangan ke ibukota Kekaisaran Guang.


"... Dan dunia bawah tanah merupakan penjara bagi mayat hidup dan kami selama ini menjaganya agar mereka tidak keluar. Namun, kedatangan Song Wen membuat kita keluar dari persembunyian untuk tetap bisa menjaga pintu masuk ke dunia bawah tanah." Akhirnya Guang Liem selesai menceritakan sejarah tentang Kaisar Giok yang memilukan.


Tian Zhi merenung sejenak setelah mendengar sejarah Kaisar Giok, ada beberapa hal yang mengganjal pikiran dan membuatnya banyak bertanya, "aku kira tidak sesederhana itu... Hanya masalah iri dengan kemakmuran rakyat ... Pasti ada pengkhianat yang menjadi jalan bagi mayat hidup, kan? Stempel Giok Kekaisaran pasti diambilnya? Apakah Qing Guozhi menginginkan Kitab Asal Muasal Alam Semesta? Kalau boleh tahu, kitab yang mana itu?"


Pertanyaan Tian Zhi mengejutkan Keluarga Besar Guang, tapi mereka menduga jika Song Shen yang telah menyebarkan berita tentang Istana Giok yang memiliki harta berharga. Kehilangan benda pusaka leluhurnya merupakan hal yang memalukan serta mencoreng nama baik Kaisar Giok, karena itu Keluarga Besar Guang menutup rapat hal ini.


"Kamu benar, memang ada pengkhianat waktu itu! Tapi, leluhur kita telah membunuhnya...," jawab Guang Liem setelah menenangkan hatinya, dia pun kembali bercerita, kali ini ceritanya sesuai kebenaran.


Masuknya sepuluh mayat hidup melalui Pelabuhan Jalur Sutra dengan dibantu oleh si pengkhianat yang bernama Guang Cheng, adik ketiga Kaisar Giok. Singkat cerita, setelah mayat hidup memasuki ibukota Kekaisaran Giok, Guang Cheng mencuri stempel Giok yang diinginkan oleh Kaisar Qing Guozhi.


Dengan memiliki stempel Giok, maka Kaisar Qing Guozhi bisa menguasai wilayah Kekaisaran Giok. Disaat Guang Cheng dalam perjalanan menuju ke Kekaisaran Qing, dia dihadang oleh Kaisar Giok hingga akhirnya tewas, dan ternyata stempel Giok tidak dibawa oleh Guang Cheng.


Jauh hari sebelum serangan mayat hidup, Kaisar Giok dia telah menyiapkan dunia bawah tanah untuk perlindungan bagi keluarganya. Akhirnya setelah kehilangan stempel Giok Kekaisaran, Kaisar Giok menggunakan dunia bawah tanah sebagai tempat untuk mengurung banyaknya mayat hidup. Kaisar Giok juga membawa semua harta, keluarga dan termasuk istananya yang terbuat dari batu Giok dan meterial berharga.


"... Dan leluhur kami memang memiliki Kitab Asal Muasal Alam Semesta - Kitab Hidup dan Mati. Entah dari mana beliau mendapatkannya. Yang jelas, selain stempel Giok, Qing Guozhi juga menginginkannya. Apakah kamu juga menginginkannya?"


Setelah Guang Liem bercerita, dia bertanya balik kepada Tian Zhi, sebab semua orang pasti menginginkan Kitab Hidup dan Mati, dimana bisa melihat waktu kematian dan penyebabnya. Dengan memiliki Kitab Hidup dan Mati, maka si pembawa kitab tersebut bisa mengantisipasinya.

__ADS_1


"Sejujurnya, aku adalah Anak Langit utusan dari Gate Ancient Lightning untuk mengumpulkan empat Kitab Asal Muasal Alam Semesta. Kitab itu tidak seharusnya keluar dari Kuil Alam Kudus. Ya, aku harus mengambil Kitab Hidup dan Mati, satu sudah aku temukan dan mengembalikannya ke Kuil Alam Kudus!" jawab Tian Zhi yang sedikit mengungkapkan jati dirinya.


__ADS_2