
Chapter 208. Peperangan Di Pintu Gerbang Selatan (2).
Guang Liang dan Guang Zhou bertarung dengan Perwira Tinggi dengan sengit di udara. Sedangkan Permaisuri Guang Liem yang dilindungi oleh para tetua juga tidak tinggal diam, mereka melawan pasukan lawan dari tiga penjuru mata angin.
Wajah cantik Guang Liem sudah tidak terlihat, banyak cipratan darah mengenai wajah, kedua tangan dan kaki tidak pernah berhenti bergerak untuk melawan musuhnya.
Yang tidak diketahui oleh Permaisuri Guang Liem, ternyata dari dalam ibukota datang pemimpin Sekte Teratai Api bersama banyak pasukan, termasuk pendukung yang tadinya menjadi dukungan Permaisuri Guang Liem.
Pang Yong memimpin mereka untuk menguasai istana dan memblokir jalan masuk di pintu gerbang Selatan. Pang Yong memerintahkan pasukannya yang dipimpin oleh Pang Heng, untuk memberikan serang kejutan kepada Permaisuri Guang Liem dari belakang.
"Bunuh semua orang kecuali janda itu! Hahaha!" perintah Pang Heng kepada pasukannya, dia tertawa puas melihat wajah Guang Liem yang syok telah disergap.
Putra mahkota pertama bertepuk tangan melihat wajah musuhnya yang kalang kabut menerima serangan dari belakang.
"Sobat, tangkap wanita itu!" teriakan Song Shen yang ternyata bersahabat dengan Pang Heng.
"Sialan!?" umpatan Guang Liem sambil mengayunkan pedangnya untuk menebas prajurit musuh, dia mendengar suara Song Shen yang memerintahkan Pang Heng.
Pasukan Permaisuri Guang Liem pun tersudut, sudah kalah jumlah dan kekuatan, kini disergap oleh Pang Heng dari belakang, banyak prajurit setia yang meregang nyawa.
Guang Liang dan Guang Zhou ingin melindungi putrinya, namun Perwira Tinggi menghalangi dengan terus menyerang.
Boom... Boom...
Guang Liang menyerang Perwira Tinggi dengan kekuatan penuh dan segera mundur untuk melindunginya putrinya. Akan tetapi, serangan Guang Liang tidak mengenai sasaran, hanya membuat Perwira Tinggi mundur beberapa meter.
Perwira Tinggi mengangkat tangan kanan untuk menghentikan pasukannya agar berhenti menyerang, dia ingin membuat Permaisuri Guang Liem mengalami keputusasaan sebelum disiksa.
Permaisuri Guang Liem sedikit bernafas lega, dia dan keluarganya berkumpul dengan membentuk Formasi melingkar, sisa-sisa prajuritnya pun ikut melindungi.
"Serahkan stempel Giok Kekaisaran dan aku berjanji akan mengampuni kalian!" pinta Song Shen sambil berdiri di kereta perang yang mendekati Perwira Tinggi.
Stempel Giok Kekaisaran seukuran telapak tangan, dihiasi ukiran sembilan naga yang merupakan lambang kekuasaan tertinggi di kekaisaran manapun, stempel itu terbuat dari batu giok warna merah dan putih.
Dengan memiliki stempel Giok Kekaisaran yang dianggap mandat dari surga, maka akan mampu menguasai dan memerintahkan siapapun yang berada di wilayah naungan kekaisaran.
Karena stempel Giok Kekaisaran yang dibawah oleh Permaisuri Guang Liem, maka secara otomatis menjadi penguasa, sebab itu Song Shen harus memilikinya agar menjadi penguasa yang sah.
Permaisuri Guang Liem melihat Guang Liang dan semua keluarga, lalu melihat pasukannya yang telah terluka. Guang Liang mengangguk kepada putrinya, tanda semua keputusan berada tangannya.
Kemudian, dia melihat Song Shen. "Apakah ucapan mu bisa dipegang?" tanyanya yang ingin mendapatkan jaminan jika memberikan stempel Giok Kekaisaran.
"Tentu, tapi... Kecuali kamu!" jawab Song Shen yang tidak melepaskan Guang Liem.
Swosh... Boom...
Seketika Guang Liang menyerang Song Shen dari jarak jauh, sebagai ayah jelas sangat marah dengan ucapan Song Shen, dia tahu tujuannya yang ingin menyiksa Guang Liem. Ledakan hebat ketika Perwira Tinggi menangkis serangan Guang Liang.
"Lebih baik mati dengan terhormat...?!" bentak Guang Liang.
Permaisuri Guang Liem mengeluarkan stempel Giok Kekaisaran, lalu dia mengancam Song Shen, "jika kamu tidak melepaskan keluarga dan pasukan ku, stempel ini akan aku hancurkan!"
Song Shen tertawa dan mengeluarkan sesuatu dari cincin dimensinya. Permaisuri Guang Liem dan keluarganya melihat dan terkejut saat Song Shen memiliki stempel Giok Kekaisaran yang sama.
__ADS_1
"Aku sudah memilikinya walaupun hanya duplikatnya saja! Dan statusku sebagai putra mahkota tidak akan sulit menjadi penguasa Kekaisaran Song. Bunuh mereka semua, kecuali wanita itu, aku ingin menjualnya di rumah bordil! Hahaha!" ungkap Song Shen dan memerintahkan pasukannya untuk menyerang, dia tertawa saat membayangkan nasib Permaisuri Guang Liem.
"Lebih baik aku ma--"
Tiba-tiba tanah bergetar sebelum Permaisuri Guang Liem selesai berbicara. Semua orang mengalihkan pandangannya dari tiga penjuru, dimana debu berterbangan dan banyak binatang yang berlari menuju kearahnya.
Roar... Roar...
Raungan binatang saling bersautan dan membuat semua orang ketakutan. Lalu melihat seekor manusia kera berbulu emas terbang dengan sangat cepat.
"Demi kejayaan Kekaisaran Api Asyura, bunuh penghalang!" teriakan Sun Yao sambil melepaskan serangan senjata tongkat yang telah berubah menjadi raksasa.
Song Shen, Perwira Tinggi dan pasukan syok merasakan tekanan kekuatan Sang Void.
"Lindungi Putra Mahkota!" perintah Perwira Tinggi saat melihat tongkat raksasa mengarah ke Song Shen.
Boom... Boom...
Tongkat raksasa menghancurkan banyak prajurit musuh dan hampir saja mengenai Song Shen. Lalu Ma Xiu bersama Pasukan Phoenix menyerang dari belakang musuh, demikian juga dengan Hei Bao bersama pasukan Macan kumbang dan tutul memporak-porandakan pasukan lawan.
Permaisuri Guang Liem dan keluarganya kegirangan saat Kaisar Tian telah datang diwaktu yang tepat. Guang Zhou dan Guang Liang segera menyerang pasukan yang melindungi Song Shen.
Permaisuri Guang Liem meneteskan air matanya saat melihat Kapal Angkasa Kaisar Api Asyura yang beriringan dengan Naga Bumi dan Macan Putih.
Pang Yong terkejut dengan penyergapan yang pergerakannya sangat cepat, dia segera merangsek maju untuk membunuh Permaisuri Guang Liem, dia melepaskan pukulan jarak jauh dengan energi spiritual.
Swosh...
Permaisuri Guang Liem membalikkan badan dan melihat pukulan pemimpin Sekte Teratai Api melesat kearahnya.
Boom...
"Hahaha! Lemah... Ayo, serang lagi!" tantang Sun Yao kepada Pang Yong, dia akhirnya mendapatkan lawan yang dianggapnya seimbang.
Swosh... Swosh...
Ma Xiu dan Hei Bao segera melindungi Permaisuri Guang Liem dengan berdiri disampingnya. Sedangkan Pasukan Phoenix bersama pasukan binatang membantai musuhnya.
Dengan kedatangan Tian Zhi bersama pasukannya, membuat pasukan putra mahkota kocar-kacir. Perbedaan kekuatan pasukan binatang yang sangat jauh berbeda, jelas bukan tandingan pasukan Song Shen dan Perwira Tinggi.
"Kamu segera kabur dengan Pang Heng, temui Raja Kerajaan Air untuk meminta perlindungan!" perintah Perwira Tinggi kepada Song Shen dan memberikan sebuah ***** identitasnya.
"Terima kasih Paman, aku akan selalu mengingat jasa besar Anda!" jawab Song Shen setelah menerima token identitas milik Perwira Tinggi.
Perwira Tinggi masih anggota Kerajaan Air, sebab itu dia meminta Song Shen untuk berlindung di wilayah Kerajaan Air daripada di wilayah Kekaisaran Qing. Perwira Tinggi khawatir jika Song Shen berlindung di wilayah Kekaisaran Qing akan mendapatkan perlakuan buruk.
Perwira Tinggi tahu Dewa Surya hanya memanfaatkan Song Shen, sebab itu dia meminta kepada Dewa Surya menjadi pendukung putra mahkota.
Segera Song Shen dan Pang Heng memecahkan token giok teleportasi dan berhasil kabur dari kepungan. Perwira Tinggi langsung menyerang Guang Liang, sebab dia ingin memberikan kesempatan Song Shen dan Pang Heng untuk melarikan diri.
Boom... Boom...
Sun Yao bertarung dengan Pang Yong, ledakan energi dari kekuatan mereka terus menggema di depan pintu gerbang Selatan.
__ADS_1
Kapal Angkasa Kaisar Api Asyura berhenti di atas kepala Permaisuri Guang Liem. Kemudian, Hei Bao memegang pundak Permaisuri Guang Liem.
Permaisuri Guang Liem terkejut telah pindah di atas dek kapal angkasa, dia ketakutan dengan kekuatan pasukan Kaisar Tian. Kemudian, Hei Bao kembali setelah menyelamatkan Permaisuri Guang Liem, dia membantu Pasukan Phoenix membantai pasukan putra mahkota pertama.
Tian Zhi tersenyum melihat wajah Guang Liem yang tidak terlihat kecantikannya, sebab tertutup darah. Guang Liem langsung berlutut telah diselamatkan oleh Tian Zhi.
Namun, He Hua melambaikan tangan kanannya yang mengeluarkan energi spiritual untuk menahan Guang Liem agar tidak berlutut.
"Terima kasih telah menolong kami!" ucap Guang Liem dengan menundukkan kepalanya.
"Bukan aku yang menolong kamu, tapi istri dan pasukan ku," kata Tian Zhi sambil mengangkat dagu Guang Liem.
Guang Liem menatap wajah Tian Zhi, ingin rasanya dia memeluknya jika tidak ada He Hua dan yang lainnya.
He Hua tersenyum dan mengeluarkan sapu tangan bersih untuk membersihkan wajah Guang Liem yang kotor.
"Terima kasih telah menolong kami!" kata Guang Liem dengan tulus kepada He Hua.
"Sesama wanita kita harus saling membantu!" ucap He Hua.
Kemudian, Tian Zhi kembali melihat Sun Yao dan Pang Yong, dimana Pang Yong dihajar seperti seekor anjing. Lalu dia melihat Perwira Tinggi dihajar oleh Guang Liang dan Guang Zhou.
Setelah waktu lima dupa, Pasukan Phoenix dan pasukan binatang telah mengalahkan musuhnya. Guang Liang dan Guang Zhou menangkap Perwira Tinggi, sedangkan Sun Yao juga menangkap Pang Yong.
Kapal Angkasa Kaisar Api Asyura mendarat setelah peperangan berhenti dengan kemenangan di pihak Kaisar Tian. Sayangnya, Song Shen dan Pang Heng berhasil melarikan diri.
Kemudian, Tian Zhi segera disambut oleh Keluarga besar Guang saat turun dari kapal angkasa. Setelah basa-basi dengan Guang Liang, Tian melihat Sun Yao menyerat Pang Yong.
"Duri dalam daging, jika dibiarkan akan terus menyakiti. Aku serahkan kepada kalian," kata Tian Zhi sambil melihat Pang Yong, lalu melihat kepada Guang Zhou, "antar ketiga Jenderal ku untuk membersihkan Sekte Teratai Api!" pintanya.
"Baik, Yang Mulia!" jawab Guang Zhou dengan hormat, dia tidak berani menolak perintah Tian Zhi yang memiliki pasukan yang kuat dan hebat.
Segera Guang Zhou dan ketiga jenderal Kekaisaran Api Asyura menuju ke wilayah Sekte Teratai Api bersama pasukan binatang.
"Bereskan mereka yang menguasai istana!" perintah Tian Zhi kepada tiga Mey bersaudari.
Mey bersaudari segera terbang dan diikuti oleh Naga Bumi dan Macan Putih, tidak hanya mereka yang mengikuti, tapi Pasukan Phoenix juga ikut untuk membersihkan jalur menuju ke istana yang telah dikuasai oleh pendukung Pang Yong.
Permaisuri Guang Liem menatap Tian Zhi tanpa berkedip, dia merasa jauh dengan status anak muda yang awalnya dianggap lemah. Guang Liem merasa jika dirinya tak layak menjadi pendamping Tian Zhi.
"Perbedaan kita sangat jauh berbeda!" batin Guang Liem yang tidak berharap banyak kepada Tian Zhi untuk menjadikannya sebagai istri.
Tian Zhi berjalan memasuki pintu gerbang Selatan dan melihat Pasukan Phoenix menghajar banyak kultivator yang menguasai ibukota Kekaisaran Song.
"Sementara... Aku yang akan mengambil ahli Kekaisaran Song sampai situasi kondusif. Setelah semuanya terkendali, aku akan serahkan kepadamu," kata Tian Zhi kepada Guang Liem yang berada di sisi kirinya.
"Sesuai kehendak Yang Mulia!" jawab Guang Liem yang tidak menolak jika Tian Zhi memimpin Kekaisaran Song.
"Jangan khawatir, suamiku tetap menjadikanmu seorang Ratu bagi Kekaisaran Song. Tapi, kamu harus tunduk kepada Kekaisaran Api Asyura. Kami akan mendirikan kekaisaran utama di wilayah Alam Keabadian dan membutuhkan dukungan kalian!" jelas He Hua dengan tegas.
Ucapan He Hua mudah dipahami oleh Keluarga Besar Guang dan membuat mereka merasa lega masih bisa memimpin wilayah Kekaisaran Song.
"Tenang saja, aku hanya membutuhkan suara kalian untuk mendeklarasikan Kekaisaran Api Asyura di Alam Keabadian." Imbuh He Hua.
__ADS_1
Mereka pun tiba di istana dan melihat banyak orang yang telah ditangkap oleh Pasukan Phoenix. Akhirnya, Kekaisaran Song telah diambil alih oleh Tian Zhi.