Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 197. Penyergapan!


__ADS_3

Chapter 197. Penyergapan!


...****************...


Kaisar Song masih bisa tertawa walaupun pihaknya telah kalah, sebab pertarungan antara Lu Bai dan Wang Lee sangat menghibur. Dia juga masih memiliki dua petarung yang akan tampil.


Jenderal Zhou Fan dan Jenderal Sima Dan bernafas lega ketika Shang Touli tidak segera memenggal kepalanya, namun nyawa mereka berdua masih tetap berada diujung tanduk dan berharap Kaisar Song menyelamatkannya.


Seperti halnya dengan Lu Bai, Yuan Shao juga mendapatkan informasi penting terkait lawan yang akan dia hadapi. Walaupun Yuan Shao lebih unggul dalam hal kekuatan, dia juga lemah dalam hal pondasi beladiri dan minimnya pengalaman bertarung.


Mereka berdua bertarung hingga waktu dua dupa. Pemimpin Perguruan Tinju Pelebur Langit harus susah payah dan mengerahkan seluruh kemampuannya untuk mengalahkan Yuan Shao, namun usahanya gagal, dimana Yuan Shao seakan-akan tahu kelemahannya.


Yuan Shao tidak membunuh Pemimpin Perguruan Tinju Pelebur Langit, sebab dia juga terluka parah. Lu Bai segera membawa Yuan Shao menjauhi Kaisar Song, dia merawat sahabat yang terluka.


Demikian juga dengan pemimpin Perguruan Tinju Pelebur Langit yang segera dirawat. Kini menyisakan satu pertarungan antara Yang Wei dan pemimpin Akademi Awan Surga.


Sebelum Yang Wei maju, Kaisar Song berbisik kepadanya, "kamu harus menang! Jika kamu menang, aku akan memberikan kalian sepuluh miliar keping emas dan juga wanita!"


Yang Wei tertawa dan menepuk dadanya. "Yang Mulia, percayalah kepada hamba. Mereka hanya beruntung bisa menang sekali!" jawab Yang Wei dengan percaya diri.


Mendengar tawa Yang Wei, pihak Shang Touli menjadi gelisah, sebab lawan kali ini sangat kuat. Pemimpin Akademi Awan Surga menyakinkan mereka agar tidak khawatir, sebab dia yakin akan kemenangannya.


Shang Touli dan semua pendukungnya sedikit bernafas lega dengan keyakinan pemimpin Akademi Awan Surga, sebab tanpa keyakinan seseorang akan kesulitan mencapai tujuan.


Shang Touli berharap Kaisar Song menepati janji dengan meninggalkan Benua Dewa setelah pihaknya menang. Namun, seandainya Kaisar Song tidak menepati janji, maka Shang Touli akan sekuat tenaga membunuh Kaisar Song terlebih dahulu, sebab kekuatan mereka bisa dikatakan seimbang dan yakin mampu membunuhnya.


Dengan terbunuhnya Kaisar Song, maka secara otomatis semua pasukannya akan mundur dan tidak memakan banyak korban di pihaknya.


Yang Wei segera terbang dan diikuti oleh pemimpin Akademi Awan Surga, mereka ingin bertarung di langit agar lebih bebas.


Seperti halnya Lu Bai dan Yuan Shao, Yang Wei meminta Sistem Pencipta untuk mempelajari kekuatan dan kelemahan lawan, dia segera meminta Sistem Pencipta untuk meningkatkan kekuatannya agar lebih unggul dari lawannya.


Pemimpin Akademi Awan Surga terkejut, sebab lawannya lebih unggul dua level. Semenjak pertarungan pertama, dia selalu penasaran dengan metode yang mampu meningkatkan kekuatan dengan instan, dia hanya menduga jika lawan menyembunyikan kekuatan sangat dalam.


Yang Wei menggunakan senjata pisau tombak dan mengayunkannya kearah lawan. Pemimpin Akademi Awan Surga juga tidak tinggal diam, dia menggunakan senjata pedang dan mengayunkannya.


Boom... Boom...


Mereka berdua segera melepaskan serangan terkuat dan ledakan hebat di langit kembali terdengar. Pemimpin Akademi Awan Surga mengeluarkan segala kemampuan dan pengalamannya.


Shang Touli dan semua orang tidak melepaskan setiap gerakan kedua petarung. Shang Touli tersenyum saat mengetahui jika Yang Wei mulai tersudut, lalu dia melirik Kaisar Song yang sedikit berbisik-bisik dengan ajudannya.


Shang Touli memiliki firasat buruk, dia segera berkomunikasi dengan telepati kepada semua pendukungnya untuk bersiap-siap melawan Kaisar Song, dan juga akan memenggal leher dua sanderanya jika Kaisar Song tidak menepati janji.


Bang...


Yang Wei menghantam tanah dengan sangat keras ketika tidak mampu mengalahkan Teknik Kitab Hitam andalan pemimpin Akademi Awan Surga, dia tidak menduga masih kalah walaupun memiliki kekuatan yang lebih tinggi dari lawannya.


Pasukan Kekaisaran Shang bersorak-sorai dengan kemenangan di pihaknya. Berbeda dengan Kaisar Song yang wajahnya berubah muram telah kalah dua kali.


"Hebat kalian mampu mengalahkan generasi muda! Wajar jika kalian menang!" cemoohan Kaisar Song sambil memicingkan mata saat melihat Lu Bai sedang menggendong Yang Wei yang terluka parah.

__ADS_1


Seketika sorakan kegembiraan terhenti dan kembali pasukan Kekaisaran Shang waspada saat melihat pasukan lawan mulai bergerak.


"Tepati janjimu!" tuntun Shang Touli dengan mengingat Kaisar Song.


Kaisar Song tertawa dan tampak jelas tidak akan menepati janjinya, sebab tujuan tinggal selangkah lagi untuk berhasil menguasai Benua Dewa.


"Bodoh! Siapa juga yang akan menepati janji jika tujuannya akan tercapai!" hina Kaisar Song yang sudah jelas tidak akan menepati janji.


Shang Touli segera mengangkat tangan kanannya sebagai tanda perintah untuk memegang leher dua sanderanya. Wang Lee segera mendekati sandera untuk menjadi eksekutornya. Kedua jenderal itu melihat kaisar-nya dan berharap untuk menyelamatkan mereka.


"Tunggu!" sekali lagi Kaisar Song mencegah Wang Lee agar tidak memenggal jenderalnya, "jika kalian memenggal mereka, aku akan pastikan tidak ada satupun yang hidup hari ini, bahkan seluruh keturunan kalian akan aku bantai!" ancamannya dengan serius.


Semua orang menatap Shang Touli, sebab dia yang mampu mengalahkan Kaisar Song. Shang Touli menghentakkan kaki kanan dan melayang dengan mengepalkan kedua tangannya sangat erat.


"Kita bertarung untuk menentukan siapa yang akan menjadi pemenangnya!" tantangan Shang Touli kepada Kaisar Song.


Kaisar Song tertawa dan tidak segera beranjak dari tempat duduknya, lalu dia berkata, "aku memiliki pasukan yang tangguh, buat apa aku harus melawan mu! Serang dan bantai semua orang!"


Perintah Kaisar Song mengejutkan musuhnya. Segera Wang Lee memenggal leher dua jenderal Kekaisaran Song, karena sudah tidak ada pilihan lain untuk bernegosiasi.


Melihat dua jenderal telah terbunuh, pasukan Kekaisaran Song jelas mengamuk dengan bergerak serempak untuk menyerang. Shang Touli juga langsung menyerang Kaisar Song.


Kaisar Song juga tidak tinggal diam, dia langsung melesat kearah Shang Touli bersama ketiga jenderalnya.


Boom... Boom...


Kembali peperangan berlanjut, ledakan demi ledakan bergemuruh di ibukota Kekaisaran Shang. Kaisar Shang segera membantu leluhurnya bersama para jenderal untuk mengalahkan Kaisar Song dengan cepat.


Disini lain, gerbang pertahankan bagian Barat dan Selatan akhirnya hancur dan membuat pasukan Kekaisaran Shang kewalahan menghadapi serangan lawan.


Boom... Boom...


Wanita itu langsung menyergap Shang Touli dan Kaisar Shang dengan melepaskan serangan mendadak. Shang Touli dan Kaisar Shang terpental hingga menghancurkan infrastruktur penting.


Wang Lee dan semua orang jelas terkejut dengan kemunculan seseorang wanita yang menggunakan jubah penyamaran.


"Ternyata kamu!" bentak Wang Lee yang tahu siapa wanita itu.


Wanita itu ternyata adalah Ratu Qinglin, orang yang menjadi andalan Shang Touli untuk mendukungnya. Wang Lee dan semua orang tidak ada yang menduga jika Ratu Qinglin menjadi pengkhianatnya.


"Wow! Kamu masih saja mengenaliku... Mati!" seruan Ratu Qinglin yang berpura-pura kaget penyamaran diketahui, dia langsung melepaskan pukulan cepat untuk segera membunuh Wang Lee dan semua orang.


Boom...


Tubuh Wang Lee meledak hanya sekali pukulan jarak jauh, dia tidak sempat bereaksi dengan cepat, sebab kekuatan Ratu Qinglin berada di tingkat Sang Void level lima belas dan jelas bukan tandingannya.


"Segera kamu bunuh dia dan sesuai kesepakatan kita!" perintah Kaisar Song kepada Ratu Qinglin, dia sangat senang melihat sekutunya dengan mudah mengalahkan musuhnya.


Ratu Qinglin tersenyum sinis, dia tidak suka di perintah-perintah siapapun. "Kamu juga akan menjadi berikutnya jika tidak menempati janji!" ancamannya dan melihat kearah Shang Touli.


Ratu Qinglin menggetarkan tubuhnya dan menghilang, lalu dia muncul dibelakang Shang Touli dengan senjata pedang telah bergerak memenggal lehernya.

__ADS_1


Crazh...


Kepala Shang Touli terpisah dari tubuhnya tanpa sempat untuk berbicara, dia menatap wajah Ratu Qinglin dengan dendam membara. Namun sebelum menutup mata untuk selamanya, Shang Touli berbicara kepada Ratu Qinglin dengan komunikasi telepati.


"Kamu akan mati lebih tragis wanita keji dan keturunan mu selamanya akan menjadi budak!"


Boom... Boom...


Ratu Qinglin meledakkan tubuh dan kepala Shang Touli setelah dia disumpahi. Ratu Qinglin yang tidak terima mendapatkan sumpah segera meledakkan tubuh Kaisar Shang dan juga membantai banyak petinggi kekaisaran.


Kaisar Song menelan salivannya saat melihat wanita lebih kejam darinya. Kemudian dia melihat banyak binatang yang menyerang pasukannya dari berbagai penjuru...


...****************...


Setelah melihat Shang Touli dan Kaisar Shang dikalahkan, Tian Zhi segera memerintahkan pasukan binatang dan Nanggong Kaili untuk menyergap musuh. Tian Zhi, semua wanita, Raja Fung dan semua Burung Gajah segera keluar dari cincin dimensi.


Tian Zhi dan semua istrinya tetap menggunakan topeng penyamaran dan bergerak menyerang musuhnya. He Hua dan Miao Jiang menggunakan kapal angkasa untuk mendukung Tian Zhi, Yu Bao yang menunggangi Macan Putih bergerak menuju istana bersama Zhu Rong dan Naga Bumi.


Kemunculan banyak pasukan binatang membuat dua pasukan kalang kabut, sebab pasukan binatang tidak memandang siapa lawannya, setiap kali lewat selalu membantai siapapun, entah itu pasukan Kekaisaran Song maupun Kekaisaran Shang pasti merenggang nyawa.


"Paman Sun Yao, bunuh Kaisar Song!" perintah Tian Zhi.


"Hahaha! Dengan senang hati, Yang Mulia!" Sun Yao tertawa dengan perintah yang sepele, dia langsung melesat kearah Kaisar Song yang panik melihat pasukannya disergap.


Sun Yao mengayunkan senjata tongkatnya yang tiba-tiba berubah menjadi raksasa. Kaisar Song syok dengan kekuatan lawan dan segera para jenderal melindunginya.


Boom...


Sayangnya, kekuatan mereka bukan lawan bagi Sun Yao. Seketika tiga jenderal merenggang nyawa ketika senjata tongkat mengenai tubuhnya. Kaisar Song segera kabur dari serangan Sun Yao.


"Mau kabur!" teriak Sun Yao dan mengayunkan kembali senjata tongkatnya.


Boom...


Ledakan hebat ketika senjata tongkat milik Sun Yao mengenai kepala Kaisar Song hingga hancur berkeping-keping.


Ratu Qinglin yang paling syok melihat peperangan menjadi kacau dengan kedatangan pasukan binatang, dia melihat Burung Gajah yang kekuatannya melebihinya.


"Jangan lari kamu!" teriakkan Tian Zhi saat Ratu Qinglin akan kabur, dia segera mengeluarkan Api Suci Petir Asyura untuk mengurung Ratu Qinglin.


Cedarrr... Cedarrr... Boom... Boom...


Suara petir menggelegar dan disusul suara ledakan ketika Ratu Qinglin menyerang dinding yang terbuat dari Api Suci Petir Asyura, dia syok saat tahu apa yang telah mengurungnya.


"Berhenti! Kita bisa membagi wilayah Benua Dewa!" cegah Ratu Qinglin yang berusaha untuk bernegosiasi dengan Tian Zhi, dia berharap tujuan selama ini tidak sia-sia.


"Tidak tertarik! Paman Fung, bunuh dia!" tolak Tian Zhi dan memerintahkan Raja Fung.


Tian Zhi tidak perduli dengan kecantikan Ratu Qinglin, sebab dia tidak suka dengan namanya pengkhianat. Berbeda dengan Tian Zhi, dia bukan penduduk asli Benua Dewa sehingga tidak ada beban untuk menguasainya dan bukan disebut sebagai seorang pengkhianat.


"Sialan! Lihat saja, aku akan kembali membalas dendam!" ancam Ratu Qinglin dengan mengeluarkan token Giok teleportasi, dia langsung memecahkan sebelum serangan gabungan dua kekuatan mengenainya.

__ADS_1


Bhush...


Seketika Ratu Qinglin menghilang dengan menggunakan token Giok teleportasi. Tian Zhi mendengus kesal telah gagal membunuh Ratu Qinglin, lalu dia melampiaskan kekesalannya dengan membantai pasukan Kekaisaran Song yang berusaha kabur.


__ADS_2