
Chapter 143. Sosok Asli Tiga Ratu.
Tian Zhi dan Ratu Shima Yao selalu memperhatikan gerak-gerik Pangeran Kun Tianba dan rombongannya, walaupun jauh dari tempat mereka berdua, dengan Mata Dewa bisa terlihat jelas, hanya saja obrolan mereka tidak diketahui.
Tapi, gerakan jenderal yang tiba-tiba menghilang tidak lolos dari pandangan Ratu Shima Yao, dia hanya tersenyum tipis saat tahu tujuannya, namun dia tidak memberitahukan kepada Tian Zhi yang menjadi target utama.
Ratu Shima Yao berkomunikasi dengan telepati kepada dua jenderalnya untuk membunuh jenderal pihak lawan, tapi jangan sampai diketahui Tian Zhi. Kedua jenderal langsung undur diri dan menghilang setelah jauh dari perhatian Tian Zhi.
Namun Tian Zhi yang sempat melihat Pangeran Kun Tianba yang menatapnya dan seketika merasakan bahaya, nalurinya mengatakan untuk segera kabur.
Tapi bagaimana Tian Zhi bisa kabur jika Shima Yao selalu memeluk lengannya sambil berpegangan tangan?
"Jangan kuatir! Kedua saudaraku bisa menangani mereka!" ujar Ratu Shima Yao saat merasakan telapak tangan Tian Zhi menjadi basah dan detak jantung berdetak cepat yang merupakan bentuk respon rasa takut dan gelisah di hati.
Tian Zhi tersenyum kecut dan menghela nafas berat setelahnya, dia memegang erat tangan Ratu Shima Yao sebagai respon percaya akan ucapannya.
"Lemah, benar-benar lemah diriku!" batin Tian Zhi yang merasa seperti seorang anak dihadapkan orang yang kuat.
Tian Zhi sendiri sebenarnya tidak ingin bertemu dengan orang-orang yang kuat, namun takdir berkata lain, dia harus mengatasi setiap orang yang memiliki kekuatan jauh diatasnya.
Tian Zhi ingin segera mencapai kekuatan puncak, namun semua tidak semudah membalikkan tangan, butuh perjuangan ekstra dan waktu lama untuk mencapai kekuatan yang dimiliki oleh ketiga ratu penguasa Dunia Wanita.
Untung saja dia tidak membuat ketiga ratu menjadi marah, seandainya dia bertindak berlebihan sudah pasti akan terbunuh sejak lama.
Tian Zhi sendiri tidak habis pikir bagaimana dia selalu saja berhadapan dengan orang-orang yang kuat, padahal dia sudah berusaha untuk menghindari mereka sebelum dirinya memiliki kekuatan yang setara.
Yang dia andalkan untuk menghadapi kekuatan melebihinya, hanya Api Suci Petir Asyura, Petir Surgawi sembilan warna, Teknik Perubahan Wujud dan cincin dimensi yang tidak terlihat untuk bersembunyi.
"Sabar, aku harus sabar bersama mereka bertiga agar bisa meningkatkan kekuatan dengan segera!" batin Tian Zhi yang berharap bisa terus berkultivasi ganda.
****
Kini Pangeran Kun Tianba berhadapan dengan Bai Nuan dan Juan Fangsu.
"Salam Yang Mulia Bai Nuan. Salam Yang Mulia Juan Fangsu!" sapa Pangeran Kun Tianba sambil menangkupkan kedua tangan kepada Bai Nuan dan Juan Fangsu.
Bai Nuan dan Juan Fangsu hanya mengangguk pelan sebagai balasannya, mereka enggan membuka mulut. Pangeran Kun Tianba jelas marah di dalam hatinya, tapi dia yang kuatir dengan penguasa Galaksi Andromeda masih menahan dirinya.
"Seperti pesan tempo hari, kita dari Galaksi Nebula berharap bisa mengikat kerjasama dengan hubungan pernikahan. Kami juga akan mendukung Dunia Wanita dengan berbagai sumberdaya--!"
"Kamu tidak lihat, apa kita kekurangan sumberdaya? Keputusan kita, tidak menerima ikatan kerjasama dengan hubungan pernikahan. Silakan kalian pergi!" potong Bai Nuan sebelum Pangeran Kun Tianba selesai berbicara, dia dengan tegas menolak dan melambaikan tangan mengusir Pangeran Kun Tianba.
Boom...
Letupan aura kekuatan yang spontan keluar dari tubuh Pangeran Kun Tianba yang sangat marah mendapatkan penolakan, apalagi dia tidak dihormati oleh Bai Nuan, padahal dia sudah bersikap sopan kepada orang lemah.
__ADS_1
Kun bersaudara dan Menteri dan jenderal juga mengeluarkan basis kultivasi hingga gelombang aura membentuk pusaran di bawah kaki mereka.
Namun, amarahnya menjadi keterkejutan saat Bai Nuan dan Juan Fangsu tampak baik-baik saja menerima tekanan kekuatan True Alfa level 35, bahkan rombongan Bai Nuan juga baik-baik saja.
"Kalian mencari kematian!?" geram Bai Nuan yang memiliki tempramen keras kepala, tidak sabaran dan sombong, dia langsung muncul di depan Kun Tianba.
Kun Tianba jelas syok melihat kecepatan Bai Nuan, dia segera mengaktifkan jirah perang dan...
Dum...
Suara dentuman ketika Bai Nuan memukul dada Kun Tianba hingga melesat jauh kebelakang, tapi Kun Tianba memiliki jirah perang melindungi tubuhnya sehingga tidak mengalami luka parah, walaupun dia merasakan organ dalamnya seakan-akan ingin meledak.
Juan Fangsu juga tidak tinggal diam, dia langsung muncul di depan Kun bersaudara dan memukul mereka berdua dengan kepalan tangan, dan "Boom... Boom" tubuh Kun bersaudara langsung meledak seketika tanpa mengeluarkan teriakan.
Para jenderal, perwira tinggi dan para prajurit juga langsung menyerang pihak Galaksi Nebula...
Pangeran Kun Tianba syok saat mengetahui kekuatan Bai Nuan dan Juan Fangsu, dia tidak menyangka mereka berdua menyembunyikan kekuatannya, beruntung dia memiliki perlindungan, jika tidak nasibnya sama seperti kedua saudaranya.
"Lihat saja! Aku akan kembali membawa pasukan besar untuk membalaskan dendam!" ancaman pangeran Kun Tianba kepada Bai Nuan dan Juan Fangsu, dia langsung kabur tanpa perduli dengan nasib rombongannya yang di bantai.
Bai Nuan langsung mengejarnya tapi sayangnya dia sedikit terlambat. Dengan raut wajah kesal dia langsung menuju kapal perang milik Galaksi Nebula, disana dia membantai prajurit seorang diri dengan mudah...
*****
Tian Zhi geleng-geleng dan menatap Ratu Shima Yao lalu mencium bibirnya...
Tidak berselang lama, Bai Nuan dan Juan Fangsu beserta rombongannya kembali dengan naik kapal perang milik Galaksi Nebula. Seketika sorak-sorai prajurit wanita menyambut kemenangan telak dua ratunya.
"Terlalu lemah tapi sok dihadapkan kita!" ujar Bai Nuan setelah dia telah turun dari kapal perang, dia masih geram tidak berhasil membunuh Kun Tianba.
Tian Zhi dan Ratu Shima Yao menghampiri mereka, dan memberikan jempol sebagai bentuk apresiasi, lalu Ratu Shima Yao berkata kepada Tian Zhi, "itu kapal perang milikmu."
Dengan senang hati, Tian Zhi segera melompati dan turun di atas kapal perang dengan elegan dan diikuti oleh tiga ratu. Tian Zhi masuk ke dalam kapal perang dan melihat interiornya sangat mewah.
Di dalam kapal perang memiliki tiga lantai, lantai pertama memiliki 10 kamar dan 1 kamar utama, lantai dua dikhususkan bagi para jenderal, lantai tiga merupakan kabin untuk prajurit dan juga tempat untuk mengontrol senjata meriam.
Perkiraan Tian Zhi, kapal perang ini mampu memuat 1.000 jiwa lebih. Setelah melihat seluruh kapal perang, Tian Zhi menuju ruang kendali kapal perang, dia mengangguk puas melihat desainnya, dia sebagai seorang ahli Smelting sudah paham dengan sistem kapal perang.
"Ayo kita kembali," ajak Ratu Shima Yao dengan suara manja, apalagi dia tadi mendapatkan ciuman penuh kasih sayang.
Tian Zhi segera mengendalikan kapal perang menuju Kerajaan Shima, para jenderal segera naik dan diikuti oleh prajuritnya. Tidak berselang lama mereka tiba di istana Kerajaan Shima dan disambut banyak wanita yang sudah lama menunggu Tian Zhi.
Tian Zhi turun dari kapal perang bersama ketiga ratu dan semua orang, lalu dia menepuk badan kapal perang, seketika kapal perang menjadi kecil seperti miniatur dan menyimpannya ke dalam cincin dimensi.
"Kakak, Kun Tianba mengancam akan membawa banyak pasukan besar untuk membalas dendam," kata Bai Nuan saat berjalan menuju istana.
__ADS_1
"Biarkan mereka sebanyak mungkin membawa pasukan, jika tidak ingin mengalami nasib yang sama!" jawab Shima Yao dengan percaya diri dan tidak pernah melepaskan tangan Tian Zhi.
Juan Fangsu juga sama, dia menggandeng tangan kiri Tian Zhi dan bahkan lebih manja dari Shima Yao. Tian Zhi yang mendengar obrolan mereka selalu berbicara di dalam hati.
"Wanita potensinya melebihi pria!"
Setelah kejadian nasib tragis Pangeran Kun Tianba, hari-hari berikutnya dilewati oleh Tian Zhi dengan berkultivasi ganda dengan tiga ratunya, dan sesekali berkultivasi ganda dengan wanita pilihan.
Tidak terasa waktu berlalu selama tiga tahun dan usia Tian Zhi genap 30 tahun, kekuatannya juga meningkat drastis, kini dia telah berada di tingkat Dewa Absolute level 10.
Sedangkan He Hua dan Miao Jiang tidak pernah membuka mata, mereka berdua hanyut dalam berkultivasi, tetap duduk bersila tanpa menggerakkan tubuhnya, kekuatan mereka juga naik pesat dan kini diambang terobosan ke Ranah Keabadian.
Ratu Shima Yao, Bai Nuan dan Juan Fangsu telah hamil muda, dan sesuai kesepakatan, Tian Zhi sudah waktunya kembali ke tempat asalnya, walaupun ketiga ratu tersebut masih mampu memberikan kekuatannya, semua ini harus dia lakukan untuk menyelesaikan dua misi pribadinya yang belum terselesaikan.
Kini Tian Zhi dan ketiga ratunya berada di kamar pribadi Shima Yao, mereka selalu bersama-sama menikmati hidup selama tiga tahun ini. Mereka ketiga wanita itu tampak sedih ketika Tian Zhi akan kembali ke Galaksi Aurora.
"Aku pasti akan kembali setelah urusanku selesai karena di dalam perutmu juga anakku!" janji Tian Zhi dengan enggan berbicara kepada ketiga istrinya, dia membelai perut Juan Fangsu yang telah hamil tiga bulan.
Dengan meneteskan air mata, Shima Yao mengeluarkan sebuah benda kecil berbentuk altar, altar itu bisa membesar saat digunakan, merupakan akses keluar masuk antara Galaksi Andromeda dan Galaksi Aurora.
"Apakah kalian tidak mengikuti-ku saja?" harap Tian Zhi bisa selalu bersama ketiga ratunya, saat enggan menerima altar dari Shima Yao.
"Kita tidak bisa meninggalkan tempat ini, sebab kita telah bersumpah untuk selalu menjaga Dunia Wanita!" jawab Bai Nuan sebelum Shima Yao berbicara.
Suasana kembali hening setelah pembicaraan singkat akan kepergian Tian Zhi. Shima Yao semakin berderai air mata dan Tian Zhi memeluknya dengan erat.
"Aku berjanji pasti akan kembali, dengan altar ini aku tidak lagi kuatir tidak bisa menemui kalian lagi!" janji Tian Zhi sekali lagi kepada ketiga ratunya.
Akhirnya ketiga ratu dengan berat hati melepaskan kepergian Tian Zhi, dan mereka bersumpah untuk selalu setia dan Tian Zhi juga demikian, dia bersumpah akan kembali setelah urusannya selesai.
Tian Zhi mengeluarkan altar pemberian Ratu Shima Yao, dia melemparkan ke lantai dan seketika altar berubah menjadi besar. Tian Zhi menghela nafas berat dan mencium satu per satu ketiga ratunya, setelah itu dia berjalan dan berhenti di tengah altar.
"Aku pergi! Tolong jaga anak-anakku dengan baik. Aku mencintai kalian."
Tian Zhi berpamitan untuk sekali lagi, dia langsung menghilang bersama altar dengan lambaian tangan terakhir yang dilihat oleh ketiga ratunya.
Namun, setelah Tian Zhi menghilang, raut wajah ketiga ratu berubah menjadi merah dan tertawa terbahak-bahak sambil membelai perutnya.
"Pria bodoh begitu mudah ditipu!!" ujar Bai Nuan ketika wajahnya berubah menjadi iblis dengan mata merah, memiliki sepasang tanduk, sepasang sayap dan kulit berwarna merah.
Mereka bertiga adalah iblis dan selama ini Tian Zhi tidak tahu, dan entah apa tujuan mereka yang sebenarnya.
Dan masa depan Tian Zhi akan menjadi Penguasa Iblis Langit seperti yang dia lihat di Gerbang Ancient Lightning, tapi bukan di masa sekarang...
Pantas semua wanita memiliki tubuh kekar, gempal dan ternyata...
__ADS_1