Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 209. Raja Api Kemarahan Asyura.


__ADS_3

Chapter 209. Raja Api Kemarahan Asyura.


Sore harinya, Guang Zhou telah kembali bersama ketiga jenderal pasukan binatang. Mereka telah menghancurkan Sekte Teratai Api dan mengambil semua sumber dayanya. mereka disambut oleh Keluarga Besar Guang yang senang masalahnya telah terselesaikan.


Kemudian, Guang Liem segera memberikan laporan terkini terkait kondisi ibukota Kekaisaran Song yang telah ditinggalkan oleh penduduk. Dan, Tian Zhi menyerahkan semuanya kepada He Hua untuk ditindaklanjuti, karena dia yakin akan kemampuan He Hua sebagai ratunya.


Disaat Tian Zhi akan keluar dari istana untuk melihat kondisi ibukota, Api Suci Petir Asyura merasakan Raja Api Kemarahan Asyura akan terlahir, dimana darah Ras Asyura memasuki tanah dan berkumpul di dalam satu lokasi.


"Mau kemana?" tanya He Hua saat Tian Zhi beranjak dari singgasananya.


"Aku ingin memeriksa tembok pertahanan!" jawab Tian Zhi.


Guang Liang ayah Guang Liem mengedipkan mata kepada putrinya untuk menemani Tian Zhi, selain itu dia ingin putrinya lebih dekat. Guang Liem melihat ayahnya dan mengerti arti kedipan mata.


"Biarkan saya yang memandu Anda!" pinta Guang Liem yang hafal seluk-beluk wilayahnya.


"Tidak per--" Tian Zhi berhenti berbicara saat melihat kilatan petir.


Cedarrr... Cedarrr...


Tiba-tiba terdengar suara petir menggelegar sangat keras dan memekakkan telinga. Tian Zhi langsung keluar dan melihat awan hitam berkumpul pada satu titik, tepatnya di luar tembok pertahanan yang tidak jauh dari Gerbang Selatan.


He Hua dan semua orang pun mengikuti Tian Zhi yang terlebih dahulu terbang ke arah Selatan. Sayangnya mereka berhenti tepat di tembok pertahanan, sebab badai petir menyambar dengan membentuk Formasi melingkar.


Sambaran petir yang melingkar itu mencapai radius dua kilometer. Setiap kali petir menyambar membuat tanah menjadi berlubang dan perlahan semakin melebar.


Semua orang tidak ada yang berani mendekati, ketika melihat tanah yang keras dengan mudah berlubang, apalagi jika petir terkena tubuh.


Sedangkan Tian Zhi tidak terpengaruhi oleh sambaran petir, seakan-akan tubuh yang menyerapnya. He Hua dan semua orang terkesima melihat kehebatan Tian Zhi.


"Luar biasa!" seruan He Hua yang takjub saat melihat tubuh suaminya dihujani petir.


"Paman, apakah fisik Anda mampu menahan petir?" tanya Shan Lan kepada Sun Yao.


Sun Yao tertawa mendapatkan tantangan, dengan percaya diri dia berkata, "hal sepele!"


Sun Yao langsung melesat untuk melewati lingkaran petir. Namun saat akan mendekati lingkaran, petir seketika menyambarnya. Tubuh Sun Yao terpental dan bulu-bulu ditubuhnya hangus terbakar, akan tetapi dia tidak terluka dan segera bangkit.


"Wow!" seruan Shan Lan yang kagum dengan daya tahan tubuh Sun Yao yang mampu menahan serangan Petir.


Tidak ingin malu dihadapan semua orang, Sun Yao mencoba lagi untuk menerobos lingkaran petir. Petir pun menyambar sangat keras hingga Sun Yao kembali terpental menjauhi lingkaran petir. Kulit tubuhnya tercium bau daging terbakar dan mengeluarkan asap.


"Jangan diteruskan!" cegah Hei Bao sebelum Sun Yao kembali untuk menerobos lingkaran petir.


Akhirnya Sun Yao pun tidak lagi mencoba untuk melewati lingkaran petir, dia kembali dengan keadaan tubuh yang masih mengeluarkan bau daging terbakar. Semua orang menahan tawa melihat Sun Yao si Kera Emas tidak memiliki bulu lagi ditubuhnya.


Fenomena kelahiran Raja Api Kemarahan Asyura juga dilihat oleh banyak kekuatan, dimana dari kejauhan terlihat serat-serat petir seperti ular yang turun dari langit. Banyak orang yang berbondong-bondong ke wilayah Kekaisaran Song, termasuk Dewa Surya dan Raja Kerajaan Air. Mereka menduga akan ada harta yang berharga seperti Buah Suci.

__ADS_1


Sun Yao yang paling kuat dan Hei Bao serta Ma Xiu segera merasakan aura mereka yang sedang terbang dengan kecepatan tinggi. Hei Bao segera mengerahkan semua pasukan untuk bersiap-siap untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.


"Persiapkan Kapal Angkasa Kaisar Api Asyura, Pasukan Phoenix persiapkan diri kalian!" perintah He Hua yang segera mengatur pasukannya.


"Jangan fokus pada keselamatan ku! Tetap waspada di gerbang pertahanan!" pinta Tian Zhi yang suaranya menggelegar.


Mendengar ucapan Tian Zhi, He Hua dan semua orang mematuhinya. He Hua memfokuskan pasukannya di Gerbang Selatan.


Sedangkan Tian Zhi terus menuju ke pusat lingkaran, sebab disanalah petir terfokus dan menghujani satu lokasi. Lokasi dimana Raja Api Kemarahan Asyura akan terlahir.


Tian Zhi pun telah tiba dan melihat lubang berdiameter delapan meter, di dalamnya ada kolam alami yang menampung darah Ras Asyura yang tewas dalam pertempuran.


Tian Zhi segera turun dan mendekati kolam yang mengeluarkan Api Asyura, dia melihat banyak serat-serat petir mengelilingi tepi kolam, seakan-akan membuat parameter.


Tian Zhi mengamati proses lahirnya Raja Api Kemarahan Asyura, dimana darah Ras Asyura yang berkumpul di kolam alami mulai menggumpal dan perlahan membentuk bunga unik jenis anggrek bulan yang aneh, ditengah kelopak bunga seperti seorang bayi yang diselimuti kain.


Tian Zhi terkejut saat simbol trisula di dahinya tiba-tiba aktif dan mengeluarkan cahaya. Lalu cahaya berasal dari dahinya melesat ke arah Raja Api Kemarahan Asyura.


"Garis darah Kasta Kaisar milikku ingin membantu prosesnya!" gumam Tian Zhi saat tahu garis darahnya ingin menyerap Raja Api Kemarahan Asyura, dia segera duduk bersila untuk mempercepat prosesnya.


Di luar lingkaran petir, telah banyak yang berdatangan diantara mereka ada Dewa Surya dan Raja Kerajaan Air yang dijuluki Dewa Air.


Dewa Surya dan Dewa Air terkejut melihat Kekaisaran Song memiliki pasukan yang sangat kuat, mereka berdua terfokus kepada tiga jenderal binatang.


Sun Yao, Ma Xiu dan Hei Bao segera waspada dengan berdiri di depan semua istri pemimpinnya. Sedangkan Kapal Angkasa Kaisar Api Asyura telah siap melepaskan tembakan jika Dewa Surya dan Dewa Air menyerang.


"Jangan panik! Mereka tidak membawa pasukan dan tidak mungkin mencari masalah kepada kita!" jelas He Hua agar semua orang tidak tegang.


"Dewa Air biar kita berdua yang hadapi!" sahut Ma Xiu yang akan menangani Dewa Air yang memiliki kekuatan tingkat Sang Void level 15.


"Jangan lupakan kita! Walaupun bukan tandingan mereka berdua, kita masih mampu membuat mereka kerepotan dengan serangan gabungan!" sahut Meyleen yang akan mendukung ketiga jenderal binatang saat melawan Dewa Surya dan Dewa Air.


Dewa Surya dan Dewa Air mendengar pembicaraan mereka sedikit terkejut dan mengalihkan pandangannya ke dalam lingkaran petir. Mereka berdua tidak ingin mencari masalah di wilayah musuh tanpa membawa dukungan.


"Sejak kapan Guang Liem memiliki pasukan yang kuat, terutama ketiga manusia binatang itu?" tanya Dewa Air kepada Dewa Surya.


"Mata-mata ku belum memberikan kabar. Pantas, jika Perwira Tinggi bisa kalah ... Ayo, kita temui mereka agar melepaskan keluargamu!" ajak Dewa Surya yang menahan amarahnya.


"Nanti saja, fenomena ini pasti akan melahirkan sesuatu yang istimewa, mungkin Buah Suci tingkat Dewa atau tingkat Ilahi!" tolak Dewa Air yang tidak khawatir akan keselamatan anggota keluarganya yang ditangkap oleh Guang Liang.


"Terserah kamu!" sahut Dewa Surya yang enggan berdebat dengan Dewa Air, dia segera mengeluarkan payung yang mampu menangkal petir, "ayo, masuk sebelum kedatangan Bocah Tua itu!" lanjutnya yang khawatir dengan seseorang yang ditakutinya.


Bocah Tua yang dimaksudkan oleh Dewa Surya adalah seorang pertapa. Aneh seorang pertapa itu lebih suka hal duniawi dan akhirnya dijuluki Bocah Tua. Tidak ada yang tahu nama aslinya dan dia juga tidak tertarik menjadi seorang penguasa, padahal kekuatannya menunjang sebagai penguasa tertinggi di Alam Semesta Aurora.


Konon katanya, kekuatan Bocah Tua setara dengan Dewi Cahaya, tapi ada pula yang mengatakan jika Bocah Tua adalah murid pertama Dewi Cahaya. Akan tetapi semua itu tidak terbukti, sebab tidak pernah melihat Bocah Tua bertarung dengan Dewi Cahaya.


Dewa Surya dan Dewa Air segera masuk ke dalam lingkaran petir. Petir segera menyambar dan payung itu hebat bergetar namun tidak merusaknya.

__ADS_1


He Hua dan yang lainnya menjadi khawatir saat melihat Dewa Surya memiliki alat yang mampu menangkal petir. Namun oleh Miao Jiang mereka ditenangkan, sebab suaminya memiliki banyak kemampuan untuk melawan maupun menghindari mereka berdua jika berniat buruk.


"Semoga baik-baik saja! Kita siap-siap memberikan dukungan suami saat keluar!" harap He Hua.


Mey bersaudari terlihat menyesal tidak segera mengikuti Tian Zhi, mereka menatap tajam ke arah Dewa Surya dan Dewa Air yang mendekati lubang dimana Tian Zhi berada.


"Jangan khawatir! Kita akan buat sengsara mereka jika berbuat macam-macam kepadanya!" hibur Meyleen agar kembarannya tidak tegang. Mey bersaudari mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya.


Dewa Surya dan Dewa Air berhenti ketika merasakan panas ekstrim yang keluar dari dalam lubang. Dewa Surya yang memiliki elemen api dan cahaya segera menggunakannya untuk melindungi tubuh. Sedangkan Dewa Air juga menggunakan elemen air untuk melindunginya.


"Humph! Ini Raja Api Kemarahan Asyura!" kata Dewa Air yang kecewa saat tahu penyebab munculnya fenomena badai petir.


Berbeda dengan Dewa Surya yang tertawa lepas, setelah merasakan api panas ekstrim akibat lahirnya Raja Api Kemarahan Asyura, lalu dia segera berbicara, "tidak bermanfaat bagimu... Tapi ini sangat bermanfaat bagiku. Bantu aku dan sebagai gantinya akan kuberikan kompensasi!"


Dewa Air menyeringai dan menjawab, "aku suka dengan putrimu ... Bagaimana jika ijinkan aku menikahinya!"


Seketika wajah Dewa Surya yang gembira menjadi muram saat Dewa Air mengungkit tentang Qing Lin, lalu dia berkata, "putriku diculik oleh Dewa Iblis, jika kamu mampu menemukannya, aku akan merestui kalian!"


"Sialan dia!? Beraninya telah menculik Qing Lin, akan aku hancurkan tubuhnya!?" geram Dewa Air yang tahu tabiat buruk Dewa Iblis, "apakah kamu tahu dimana dia bersembunyi?" lanjutnya dengan bertanya.


"Benua Peri. Aku sudah mencarinya namun belum ketemu, tapi aku yakin dia masih disana!" jawab Dewa Surya, "kita selesai ini dulu, setelah itu kita akan cari bersama-sama." Sambungnya.


Dewa Air mengangguk dan kembali berjalan mendekati lubang dimana Raja Api Kemarahan Asyura terlahir. Namun, mereka syok melihat seseorang lebih dulu datang dan duduk bersila didasar lubang.


Mereka berdua melihat dahi Tian Zhi yang mengeluarkan cahaya dan menyerap Raja Api Kemarahan Asyura yang berbentuk bunga anggrek bulan.


"Serang dia sebelum mendapatkannya!" perintah Dewa Surya dan langsung menyerang Tian Zhi dari atas, dia tidak ingin siapapun mendapat Raja Api Kemarahan Asyura.


Tian Zhi merasakan kehadiran mereka segera mendongak dan terkejut ketika melihat dua kepalan tangan berapi-api dan satu kepalan tangan yang berubah menjadi Naga Air.


Segera Tian Zhi berdiri dan mengepalkan tangan kanannya yang terselimuti Api Suci Petir Asyura untuk menangkis serangan musuh. Petir sebelumnya makin kuat menyambar dan menggelegar sangat keras, ketika Tian Zhi mengeluarkan Api Suci Petir Asyura


Boom... Boom...


Ledakan hebat ketika tiga kekuatan saling berbenturan. Dewa Surya dan Dewa Air syok dengan kekuatan Tian Zhi yang mampu mengalahkan serangan mereka.


Selain itu, payung perlindungan mereka seketika hancur saat terkena sambaran petir yang makin kuat. Mereka segera kabur agar tidak terkena sambaran petir yang makin menjadi-jadi. Sayangnya, kedua dewa itu berada di tengah, sehingga tidak luput dari sambaran petir.


"Kalian telah membuat ku marah! Nantikan, akan aku hancurkan kalian?!" suara Tian Zhi menggelegar penuh kemarahan setelah diserang oleh Dewa Surya dan Dewa Air.


"Bersiap menyerang mereka!" perintah He Hua yang ikut marah karena suaminya diserang oleh Dewa Surya dan Dewa Air.


Sun Yao, Ma Xiu dan Hei Bao menatap tajam musuhnya, aura kekuatan Sang Void meletup dari tubuhnya dan membuat semua orang yang mengelilingi lingkaran petir segera kabur. Tidak hanya mereka bertiga yang marah, Pasukan Phoenix dan binatang juga marah, pasukan binatang meraung-raung dengan niat membunuh.


"Serang!" perintah He Hua dan segera semua pasukannya menyerang dari luar lingkaran petir.


Dewa Surya dan Dewa Air yang tubuhnya disambar petir makin panik dengan serangan gabungan.

__ADS_1


Boom... Boom...


Ledakan hebat kembali terdengar ketika serangan jarak jauh dari pasukan binatang dan Pasukan Phoenix menghantam tanah. Dewa Surya dan Dewa Air masih mampu menghindari walaupun mereka berkali-kali terpental setelah tersambar petir.


__ADS_2