
Malik menepuk jidatnya saking asiknya bermain ponsel tersebut, "Jadi, Nak. Apa semuanya sudah siap?"
"Ayah saja yang belum mandi, asik nian main ponsel tuh," ketus Riska.
Memang benar, istri dan anaknya sudah mandi sejak tadi. Bahkan mereka saat ini sedang menonton tv sambil menunggu Malik, tapi yang di tunggu malah asik sendirian.
"Lima menit saja, sebentar ya!" kata Malik sambil lari terbirit-birit.
Selama perjalanan yang cukup jauh, pikiran Malik pada ponsel yang terus bergetar di balik saku celananya. Ia yakin itu adalah pesan dari Adelia.
Bahkan saat bermain pun, ia memilih menjauh sambil bermain ponsel. Alih-alih mengatakan jika itu adalah pesan dari atasannya.
Kini, Malik dan Adelia sudah bertukar nomor, bahkan Adelia juga mengirimkan beberapa foto terbarunya. Awalny hanya foto Selfi sambil senyum dengan memamerkan behelnya, lama-kelamaan malah mengirim foto-foto yang seksi.
"Bang, depan anak jangan asik nian main hp tuh, nanti Riska marah lagi!" tegur Khadijah.
Malik langsung memasukkan kembali ponselnya dan bergabung dengan anak dan istrinya.
Drrrddd!
Lagi-lagi getaran di ponsel tersebut membuatnya tak sabar membacanya. Malik pamit ke toilet dan menelpon Adelia.
__ADS_1
[Maaf, Abang tadi main sama Riska.]
[Nggak apa-apa, Abang lagi di kota?]
[Iya, kamu tinggal dimana sekarang, Del?]
[Di kota, Bang. Dekat taman itu!]
[Ketemuan yuk ...]
[Yuk! Di hotel saja gimana, Bang? Soalnya takut ketahuan Kak Dijah Adel mah ...]
[Okay, sore ya ... Abang antar dulu mereka ke rumah bibinya Riska. Sampai jumpa, bye!]
Memori Malik berputar saat Adelia masih menjadi istrinya Dian. Wanita itu terlihat hitam dan tak terurus, berbeda sekali dengan yang di foto saat ini. Aura Adelia menjadi terlihat sekarang.
Jam sudah menunjukkan pukul tiga sore, Malik mengajak mereka untuk pergi ke rumah kakaknya yang berada di kota. Namanya Hanum, ia sangat menyayangi Riska dan Khadijah sampai-sampai jika sudah mampir mereka harus menginap dulu minimal satu hari.
"Jah!" Panggil Malik saat istrinya ingin membaringkan tubuhnya di sofa.
"Iya, Bang?"
__ADS_1
"Abang pergi dulu ya, tiba-tiba atasan Abang ngajak ketemuan. Biasalah soal kerjaan, sudah mau tutup buku nih."
"Iya, jam berapa balik, Bang?"
"Abang juga nggak tahu, mungkin tengah malam. Kalau kemalaman Abang nginap di sana saja ya, Jah? Nggak enak bangunin Kak Hanum."
"Ya sudah, Abang pamitlah sama Kak Hanum, jangan lupa sama anak sendiri juga."
"Iya, Abang kesana dulu," sambil menghampiri yang di maksud Khadijah.
Setelah itu ia kembali di hadapan Khadijah, ia mengecup kening istrinya sambil mengelus kepalanya. "Abang pergi dulu, jaga hati jaga mata jaga semuanya untuk Abang, oke?"
Khadijah terkekeh, "Iya, Bang."
Ada-ada saja Malik ini, dia menyuruh istrinya menjaga semuanya tetapi dia sendiri malah mengkhianati istrinya. Itulah Malik, yang selalu penasaran dengan banyaknya perempuan padahal perempuan yang sudah menjadi miliknya adalah wanita yang shalihah. Malik beruntung memilikinya, namun sayang sekali lelaki itu malah menyia-nyiakan Khadijah.
Mobil mengitari jalanan kota, jalanan macet tersebut membuatnya menjadi lama untuk sampai tepat di alamat yang sudah di kirim oleh Adelia. Setelah satu jam lebih, ia pun sampai di sana.
'Adelia ...' gumam Malik melihat seorang wanita berjalan ke arah mobilnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Kali ini rekomendasi karya Kak Syitahfadilah, cekidot🫰