
Seminggu sudah berlalu, banyak hal yang berubah di rumah tersebut. Dulu yang penuh warna, kini menjadi kelabu. Dulu penuh suka, kini penuh duka. Dulu ada kebahagiaan, kini hanya ada penderitaan. Dulu ada harapan dan kini hanya tersisa penyesalan.
Rumah tersebut hanya di huni oleh Malik, sedangkan Riska langsung di bawa ke kampung oleh orang tuanya Khadijah. Di kampung, bukan hanya mereka yang merawatnya tetapi juga ada orangtuanya Malik. Walaupun sudah tidak bisa berpergian jauh karena faktor umur, tetapi mereka sangat sedih kehilangan Khadijah. Setiap sudut rumah papan itu memiliki kenangan yang amat banyak. Air mata Malik terus menetes tatkala mengingatnya.
Ini adalah hari Minggu, sudah di pastikan para karyawan tidak masuk kerja. Malik sengaja bangun siang apalagi ia bergadang semalaman.
"Kopi Abang mana, Jah?" tanya Malik ngelantur, matanya saja masih tertutup rapat.
"Jah, Abang lapar nian," ucapnya lagi.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian ia membuka matanya dan beristighfar, "Astaga!" gumamnya. Ia terus teringat dengan Khadijah.
Ia jadi teringat sesuatu, yaitu siapa yang membunuh istrinya?
Pihak rumah sakit sudah melihat pelaku, tetapi sayang sekali karena pelaku memakai maskernya. Tak ada jejak yang menunjuk ke arah Adelia. Wanita licik itu memang pandai sekali mengatur rencana.
Malik mengambil ponselnya, ia mengirim pesan pada Riska. Ya! Riska saat ini sudah memiliki ponsel, neneknya yang membelikan untuknya.
Ayah ingin kamu tahu, Ayah sangat menyayangimu. Ayah juga menyayangi ibumu dan almarhum abangmu, Hafiz. Ini kali terakhirnya Ayah menghubungimu. Ayah akan mengirimkan pesan suara agar kamu dapat mendengar suara Ayah setiap kamu rindu. Entah kamu akan rindu atau tidak, entah kamu percaya atau tidak kalau Ayah sangat menyayangimu. Kepergian ibumu juga menjadi luka untuk Ayah, Nak.
__ADS_1
Riska sayang, Ayah tahu Ayah sudah gagal menjadi sosok ayah untuk kamu. Tumbuh besarlah dengan baik. Tumbuh lah menjadi gadis impian ibumu. Gapailah mimpimu, Nak. Ayah akan kirimkan surat-surat berharga milik kamu ke kampung. Semoga itu cukup untuk menjadikanmu anak yang sukses.
Jaga dirimu baik-baik, Sayang. Ibumu pasti selalu mengawasimu dari surga. Tak usah pikirkan Ayah, Ayah takkan menyusahimu lagi, Ayah takkan membuat air matamu menetes lagi karena Ayah. Salam sayang dari Ayah. Peluk jauh dari Ayah. Ayah benar-benar sangat menyayangimu.
Setelah mengirim itu, Malik langsung pergi dengan membawa beberapa berkas yang akan segera ia serahkan ke pihak ekspedisi. Sebelum itu ia menitipkan beberapa emas milik Khadijah pada kakaknya, ia meminta mereka untuk memberikannya pada Riska. Malik ingin mengirimnya langsung dari ekspedisi, tetapi ia khawatir karena emas tersebut lumayan menghasilkan jika di salahgunakan. Malik tidak banyak bicara pada kakaknya, ia hanya meminta maaf pada mereka sambil meminta tolong.
Setelah itu Malik pun berencana akan ke rumah Adelia saat ini. Ia ingin tahu kebenarannya. Dengan motor bebeknya, Malik pergi ke rumah Adelia, rumah yang menjadi tempat persembunyiannya.
Tak lama kemudian, Malik sudah sampai di rumah kecil tersebut. Malik mengetuk pintu terlebih dahulu. Begitu di buka, sang pemilik rumah sangat terkejut walaupun ia terlihat sangat bahagia karena kedatangan Malik.
__ADS_1
"Sayang, tumben datang?" tanya Adelia.