
Beberapa hari kemudian ...
Ruangan asing dipenuhi dengan alat medis menggambarkan suasana di hari ini. Seorang laki-laki terbangun dari tidur panjangnya. Setelah berhari-hari akhirnya ia sadar juga.
Ya! Malik selamat dari kecelakaan maut tersebut. Kecelakaan yang ia ciptakan sendiri. Pada hari kejadian di saat Adelia memilih untuk melompat, ternyata tak jauh dari kejadian itu Malik menabrak dirinya sendiri di pohon yang besar, pohon sawit tersebut telah menjadi saksi atas kekonyolan tingkah Malik. Beberapa warga menolong Malik, sedangkan Malik sudah tak sadarkan diri akibat benturan yang sangat deras menimpanya.
Malik membuka matanya, ini benar-benar tempat yang asing, baginya. Akan tetapi ia merasa heran karena diluar ruangan tersebut terdapat baju berseragam mengawasi kamarnya.
Malik memencet tombol bantuan, agar seseorang datang ke ruangan tersebut. Selang beberapa menit, datanglah dua orang perawat ke dalam.
"Syukurlah, Bapak sudah sadar."
"Apa yang terjadi, Sus?"
Suster tersebut pun menceritakan semuanya. Malik mengangguk paham. Rupanya di saat hari kejadian, beberapa kendaraan juga mengejar Malik karena melihat Adelia lompat dari kendaraannya. Sialnya Malik malah dengan sengajanya menyiksa dirinya, berharap ia juga akan mati seperti Khadijah.
"Suruh polisinya masuk, Sus."
"Tapi, Pak --"
__ADS_1
"Saya bersalah!" Ucap Malik.
Para polisi pun masuk, belum lagi polisinya bicara Malik sudah menyerahkan tangannya. "Saya yang salah, Pak. Tolong hukum saya!"
"Fokuslah pada kesehatan anda dulu, setelah itu ikut kami ke kantor dan jelaskan semuanya."
Keluarga Malik tidak ada yang tahu. Mereka hanya mengira Malik sedang menyendiri di suatu tempat, atau dia sedang liburan. Entah kepada siapa mereka bertanya keberadaan Malik.
"Semoga ini yang terbaik," gumam Malik.
Malik merenung kembali, andai saja kekonyolannya ini dapat menebus dosanya, andai saja sang putri dapat memaafkan dirinya. Andai saja dia bisa menikmati hari-hari indah bersama Riska dan Khadijah lagi. Namun, akankah semua andai yang ia katakan menjadi kenyataan?
Baju orange adalah baju seragam yang tidak diminati semua orang. Baju yang harus mereka jauhkan dalam hidupnya di dalam jeruji besi. Ya, pada akhirnya Malik sudah berada di dalam tempat tersebut. Tempat yang akan menjadi rumahnya seumur hidup. Ya, Malik di vonis akan di penjara seumur hidupnya.
Baru-baru ini keluarganya sudah pada tahu jika dirinya sudah masuk ke dalam penjara. Semua anggota keluarga menyalahkan dirinya. Namun, mereka juga senang karena Adelia sudah lenyap walaupun dengan cara yang kejam.
Riska belum mengetahui keberadaannya. Mereka tidak ingin membuat hati anak kecil tersebut semakin terluka. Kepergian ibunya saja sudah menjadi luka yang amat dalam baginya, apalagi saat dirinya juga tahu ayahnya akan membusuk di penjara?
Hanum adalah satu-satunya keluarga Malik yang paling rajin menemui adiknya. Ia memang sangat marah pada Malik, tapi adiknya itu pasti merindukan anaknya, ia juga pasti ingin di jenguk oleh keluarganya walaupun ia tak meminta.
__ADS_1
"Bagaimana kabarmu, Lik?" tanya Hanum.
"Seperti yang Kakak lihat," jawab Malik.
Hanum memberikan sebuah foto pada Malik, "Hari ini anak kecil yang tak berdosa itu sedang ulang tahun. Apa kamu ingat?"
Malik meneteskan air mata, "Bagaimana mungkin aku bisa lupa, Kak? Ya Allah, anakku yang malang," ucap Malik sambil menatap foto tersebut.
"Kapan kamu memperbolehkan kami untuk beritahu Riska? Walau gimanapun, dia harus tahu, Lik."
Malik terdiam, ia berpikir sejenak. Jika mereka memberitahu putrinya, akankah Riska baik-baik saja? Akankah Riska memaafkannya? Akankah ia dapat melihat secara langsung senyum dipipinya?
Malik berdehem, "Aku minta tolong, Kak ... Tolong jangan beritahu dia sampai dia tamat SMA. Dan apabila waktu itu tiba, tolong jelaskan dengan benar, jelaskan segalanya dengan jujur. Entah dia akan membenci, atau dia akan memaafkan ayahnya. Tapi katakan, aku sangat menyayanginya."
Begitulah kehidupan, sekali saja berbohong maka kebohongan tersebut akan beranak pinak. Pengkhianatan takkan berjalan dengan lama, tak pula berakhir bahagia. Sama seperti judulnya, tsunami pernikahan, yaitu menceritakan sebuah bencana atas kebodohannya Malik dalam pernikahannya. Jika sudah terjadi, maka apa yang harus di sesali?
Dalam rumah tangga, hiruk pikuk akan terjadi. Namun, jangan sampai membuat keluarga tersebut menjadi korban atas nafsu belaka.
-Tamat-
__ADS_1
Yang masih penasaran dengan kabar dari Riska, setelah ini othor akan beri Bonchap alias bonus chapter. Mohon maaf karena banyak bolongnya dalam menulis buku ini, karena RL benar-benar sibuk. See u!