Tsunami Pernikahan

Tsunami Pernikahan
75. Bonchap


__ADS_3

Dua puluh tahun kemudian ...


Gadis cantik berambut panjang, kulit putih dan hidung mancung persis seperti wajah almarhumah ibunya itu sedang memandang foto keluarganya. Keluarga yang kelam, keluarga yang penuh dengan duka hingga merenggut kebahagiannya.


Tanpa terasa air matanya menetes, malam nanti ia akan menikah dengan pengusaha muda yang sukses. Bukan hanya sukses di bidangnya, tetapi ia juga anak yang shaleh. Siapa sangka ternyata jodohnya adalah anak dari laki-laki yang sempat di jodohkan dengan ibunya.


Konon katanya, almarhumah ibunya pernah bekerja dengan nenek dari laki-laki ini. Nenek tersebut mengajak ibunya ta'aruf untuk putranya, tetapi ibunya menolak dengan sopan. Sialnya ia malah menikah dengan ayahnya yang tak lain adalah sepupu dari ibunya sendiri.


"Riska!" teriak seseorang dari luar ruangan.


"Iya, sebentar, Wak! Ini mau keluar," sahut Riska dengan teriakan juga. Gadis itu menaruh kembali foto yang terbingkai itu dengan menutup seluruh wajah ke meja agar tidak terlihat.


Riska keluar dari kamarnya, ia menemui Hanum. Hanum 'lah yang merawat dirinya saat ia memasuki kuliah karena Riska memilih kuliah di kota. Selama ini ia tinggal dengan orangtua dari Khadijah. Sementara orang tuanya Malik sudah meninggal. Keduanya terkena serangan jantung saat mengetahui Malik berada di penjara. Hati orangtua mana yang tidak hancur saat mendengar anaknya tidak baik-baik saja sementara dirinya cuek selama ini?


Setelah mengetahui ayahnya berada di dalam penjara, Riska hanya bisa duduk dengan lemas. Selama ini ia sudah merasa jika ayahnya tidak baik-baik saja. Ia memang marah, tetapi walau bagaimanapun ia juga seorang anak. Anak yang merindukan ayahnya. Hanya suara yang pernah di kirim sang ayahlah yang menjadi penghiburnya, pengobat rindunya.


"Kamu yakin mau ikut jemput ayah kamu?" tanya Hanum memastikan. Ya, mereka mau menjemput Malik dari penjara. Malik diberikan izin keluar karena ingin menikahi putrinya. Walaupun begitu, akan ada polisi yang mengikuti mereka agar Malik tidak bisa kabur.


Riska mengangguk, "Riska cuma pengen lihat, apa ayah akan baik-baik saja setelah semuanya terjadi?"


Hanum mengangguk paham, ia tahu gadis itu masih marah dengan ayahnya, tetapi keduanya harus bertemu.


Perjalanan dari rumah Hanum ke penjara memang cukup jauh. Setelah dua jam, akhirnya mereka sampai di sana.

__ADS_1


Jantung Riska berdegup kencang, ia tak menyangka akan bertemu dengan ayahnya untuk pertama kali setelah sekian lamanya.


"Ayo turun, Ka."


"Riska tunggu di parkiran aja ya, Wak. Riska nggak sanggup nyambut ayah," lirih Riska.


Hanum mengangguk, ia pun masuk ke dalam bersama suaminya. Rico yang merupakan anak Hanum langsung memeluk adik sepupunya itu. "Kamu harus kuat, dek."


"Mas! Tapi ini yang mau di jumpain itu ayah, laki-laki yang hancurkan rumah tangganya, merusak keluarganya, membunuh orang, menghancurkan hidupnya, dan ---"


"Cukup! Kalau yang kamu ingat hanya keburukan, itu nggak akan pernah habis. Coba kamu ambil dari sisi positifnya," kata Rico. Lalu ia melihat dari kejauhan Malik sudah berjalan ke arah mereka. "Itu paman Malik, kamu harus kuat, Riska. Kamu harus tunjukkan kalau kamu bisa!"


Riska berpikir sejenak, ucapan Rico memang ada benarnya. Ia turun dari mobil dan menghampiri ayahnya. Malik terdiam saat melihat putrinya, ia tumbuh menjadi gadis yang cantik dan shalihah. Bahkan gadis itu memakai jilbab syar'i nya.


"Riska akan menikah, semoga saja bukan Riska yang menanggung karmanya. Semoga saja suami Riska adalah malaikat yang di kirim Allah untuk melindungi Riska dari hukuman alam yang Ayah perbuat!"


Malik terdiam, "Biar Ayah yang menanggung semuanya."


"Ayah tahu? Susah nian untuk membuang jauh-jauh trauma ini, Yah. Riska takut di dekatin orang, Riska takut di dekatin laki-laki. Bahkan rasanya Riska ingin pergi jauh mengikuti Mamak tapi sayang karena Allah tidak mengizinkannya."


"Kamu harus bahagia, Nak."


Tiba-tiba Riska merentangkan tangannya, "Apa Ayah mau menyambut pelukan Riska?"

__ADS_1


Riska memilih untuk berdamai dengan takdir, ia tahu perbuatan ayahnya memang salah, tetapi ia juga merindukan ayahnya. Walaupun begitu, ayahnya sudah bertaubat, ia sudah menyesali perbuatannya dan juga sudah menjalani hukumannya. Jika Allah saja maha pemaaf, kenapa dia tidak?


"Apa Ayah pantas mendapatkannya, Nak?"


"Anggap saja ini hadiah karena Ayah sudah mau menjadi wali nikah Riska," ucap Riska dengan tegas, padahal ia sedang menutupi gengsinya. Keduanya pun berpelukan, melepas rindu yang sudah lama terpendam.


***


Malam telah tiba, gadis tersebut sudah memakai gaun pernikahannya. Gaun tersebut sangat cocok di badannya. Hijab yang cukup panjang tersebut juga memperindah segalanya dan membuat ia tampil menjadi sangat indah.


"SAH!" teriak semua orang dengan gembira.


Kini Riska sudah sah menjadi istri. Malik sangat bahagia karena pada akhirnya ia masih di izinkan Tuhan untuk menikahkan putrinya. Setelah dua puluh tahun lamanya akhirnya ia berhasil menghirup udara di luar penjara. Namun itu hanya sebentar karena ia harus kembali ke penjara, rumah yang akan mengantarkannya sampai kematian itu tiba.


Sebelum balik, ia memanggil laki-laki yang kini menjadi menantunya. "Nak, saya memang pendosa. Akan tetapi anak saya tidak! Saya mohon dengan sangat, tolong jaga dia. Sayangi dia seperti kamu menyayangi ibumu. Anak saya memang tidak sempurna, saya yakin kamulah yang akan menyempurnakannya. Selama ini saya tidak bisa menjaga putri saya, tapi saya yakin kamu bisa menjaganya seumur hidupmu. Menua lah bersamanya dalam keadaan suka duka. Kamu tahu saya bukan laki-laki yang baik, tapi saya juga seorang ayah. Saya akan melakukan apa saja untuk kebahagiaan putri saya."


Setelah mengatakan itu, polisi mengajaknya untuk naik ke mobilnya. Entah harus bahagia atau malah sebaliknya, namun hanya ada tangisan yang tersisa.


'Saya janji, Pak! Saya akan menjaganya, saya akan membahagiakan dirinya. Cinta saya padanya adalah karena Allah!' batin Ammar, suami Riska sambil menatap kepergian mertuanya.


*****


Selesai!

__ADS_1


Semoga suka meskipun mengandung bawang😊


__ADS_2