Tsunami Pernikahan

Tsunami Pernikahan
30. Kamar 130


__ADS_3

Wanita yang berparas cantik namun tidak seksi, karena tidak memiliki bentuk tubuh bagaikan tubuh spanyol, cantik pun hanya karena make up dan skin care yang menyelimuti wajahnya saja. Wanita itu memakai baju yang seksi dan merasa paling cantik sedunia karena ada behel yang memagari giginya beserta bulu mata palsu sebagai pelengkap keindahannya yang baru.


Tap! Tap! Tap!


Memakai heels membuat langkahnya bagaikan Miss Universe, padahal jika di lihat ia tidak begitu pantas mengenakannya.


"Lama ya, Bang?" tanya wanita itu saat menaruh bokongnya di kursi depan tepatnya sebelah Malik.


Malik menggelengkan kepalanya, "Enggak! Ya ampun, Del. Kamu sekarang tambah cantik saja, jadi pangling Abang."


"Ah, Abang bisa aja."


"Kita pergi sekarang ya," tukas Malik sambil menyalakan mobilnya kembali. Setelah mendapatkan persetujuan dari Adelia mobil itu pun mengitari ibu kota yang cukup terbilang macet tersebut.


Di perjalanan mereka terus berbincang sambil tertawa bersama, mereka merasa orang yang paling bahagia saat ini. Bahkan saat ponselnya berdering saja, Malik tidak memperdulikannya.


"Kak Dijah gimana kabarnya?"

__ADS_1


"Kalau kita sedang berdua, jangan bicarakan yang lain, Sayang."


Adelia tersenyum mendengarnya, jelas saja dia tersenyum karena merasa paling di cintai saat ini. Setengah jam kemudian mereka sampai di hotel yang sudah dipesan oleh wanita itu.


Hotel tersebut menerima pasangan yang bukan suami istri untuk masuk kedalamnya, padahal Adelia memesan hotel berbintang. Adelia mengatakan jika nanti akan ada teman mereka yang menyusul masuk. Bodohnya, bagian resepsionis percaya begitu saja pada wanita tersebut.


Saat keduanya masuk ke dalam lift, Adelia menggenggam tangan Malik dengan mesra. Bahkan sesekali ia menyenderkan kepalanya.


"Sabar, sebentar lagi sampai kamar," titah Malik sambil membelai pipi Adelia.


Ting!


Malik duduk di sofa, sedangkan Adelia menaruh tasnya di meja. "Sayang, apa kamarnya mahal? Astaga Abang lupa transfer uangnya sama kamu."


"Kali ini biar Adel yang bayar khusus buat pacar Adel yang menggemaskan."


Woah! bagai dapat rezeki nomplok, pikir Malik. Bagaimana tidak? Karena sebenarnya Malik tidak memiliki banyak uang. Apalagi selama ini uangnya selalu di kelola oleh Khadijah. Setiap gajian dia hanya meminta seperlunya saja padahal gajinya masuk langsung ke ATM. Namun, Malik memilih agar istrinya saja yang memegang ATM nya.

__ADS_1


"Kita senang-senang saja hari ini, Bang." Suara centil tersebut mengagetkan Malik yang sedang melamun.


Tangan wanita tersebut berputar dengan lembut di daerah terlarangnya Malik. Sekejap saja yang tidur menjadi bangun dan Malik langsung terasa sesak di bagian itunya.


"Jangan mancing, Del," ucap Malik dengan suara yang sudah berat.


Bukannya menyudahinya, Adelia malah naik ke atas pangkuan Malik. "Kalau Adel nantangin Abang, gimana?"


Malik semakin susah menahannya, Adelia malah maju mundur di sana tepat di bagian yang tidak di inginkan. "Del, Abang sudah nggak kuat." Walaupun Malik ingin bermain tetapi ia tidak berniat sejauh itu, pikirannya langsung ke Khadijah, istri yang sudah ia khianati saat ini.


Adelia mendekati telinga Malik sambil menggigit dengan manja di daun telinga tersebut, "Mari kita lepas!" kata Adelia dengan suara yang begitu seksi.


"Tap -- eumph!" Malik tak dapat melanjutkan ucapannya karena mulutnya sudah diserang terlebih dahulu.


Malik hanyalah manusia biasa yang normal, jika Adelia sudah merajalela di sana bagaimana ia bisa menahannya? Walaupun secara nggak langsung dia juga ingin mencicipinya. Lantas bagaimana dengan perasaan Khadijah jika dia tahu suaminya telah berbagi ranjang?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...Sambil menunggu kelanjutannya, bisa dong intip karya teman othor lagi. cekidot 🫰...



__ADS_2