TUNGGU AKU DI PINTU SURGA

TUNGGU AKU DI PINTU SURGA
TAPS. Bagian. 12 Yusuf sakit


__ADS_3

"Hadiah tak selalu di bungkus dengan indah. Kadang tuhan membungkus nya dengan masalah dan penantian. Meski begitu, di dalam hadiah itu tetap lah berkah."


....................................


"Ya Allah semoga anak kami ini adalah berkah dari -Mu. Semoga kelak Ia menjadi muslimah dan mukminah yang cantik, dengan agama dengan agama dan keimanan di hati nya. Dan, jadikan lah istri ku yang soleha ini sebagai bidadari surgaku," kata Yusuf kemudian mengelus perut Vivi yang di dalamnya ada rahim buah cintanya kepada Allah yang berusia sekitar lima bulan.


"Aamiin Ya Robbal"alamin," kata Vivi tersenyum simpul mengaminkan kata - kata suaminya.

__ADS_1


Tidak ada yang bisa mengganti malam menjadi pagi jika bukan kehendak Allah Tak ada yang bisa meredam sinar mentari jika bukan karena kehendak Allah. Hari ini Allah, berkehendak memuncul kan pagi dengan sinar mentari yang begitu cerah di muka bumi.


Pagi, itu dirumah sederhana Yusuf dan Vivi, "Mas kepasar dulu, Assalamualaikum," tapi Belum sempat dia melangkahkan kakinya keluar rumah tiba - tiba dia pingsan, dan terjatuh di atas lantai.


Vivi yang menyaksikan itu tiba - tiba berlari ke arah suaminya kemudian jongkok sambil menggoyang - goyang kan tubuh suaminya, berharap suaminya akan bangun, namun kenyataannya tidak. Akupun berlari keluar, rumah untuk mencari pertolongan tidak lama kemudian kini aku sudah kembali dengan membawa beberapa orang bapak - bapak yang siap mengangkat tubuh suamiku.


Beberapa menit kemudian kini aku sudah memasuki area rumah sakit. Setelah mobil terparkir akupun segera turun, dan mencari dokter dan suster untuk segera memberikan pertolongan pertama kepada suamiku.

__ADS_1


Kini mas Yusuf sudah berada di ruang ICU, sedang di tangani oleh dokter. Hati ku gelisah, takut jika terjadi sesuatu yang buruk di dalam sana. Tapi sebisa mungkin aku harus berfikir yang positif. Sembari menunggu aku pun memanfaat kan waktuku untuk pergi ke mushola untuk berdo"a serta bersimpuh di hadapan-Nya agar suami ku segera di beri kesembuhan. Setelah sampai di mushola aku, pun segera berwudhu lalu melaksanakan sholat Duha setelah selesai aku pun menengadah ke dua tangan ku, "Ya Allah engkau yang Yang Maha Kuasa. Engkau yang bisa menghidupkan, dan Engkau pula yang mematikan, Ya Allah aku bersimpuh di hadap - Mu memgharap kesembuhan untuk suami ku untuk ayah dari anakku ini. Ya Allah aku tidak meminta umur suamiku di perpanjang, aku hanya meminta dia di bebaskan dari rasa perih dan sakit yang menyiksa tubuh nya. Sadarkan suamiku, Ya Allah. Hamba ingin berucap dengannya walau untuk yang terakhir kalinya. Ya Allah hamba pasrah dan bertawakkal kepada-Mu. Sesungguhnya hidup dan mati suami ku adalah kehendak - Mu." air mataku pun kini tidak bisa di bendung lagi, setelah puas menangis aku pun segera meninggal kan mushola dan menuju ICU di mana suami ku, di rawat dan di tangani oleh Dokter dan perawat. Saat berjalanan menuju ruangan di mana suami ku berada, saat yang bersamaan Dokter yang menangani sang suami pun keluar dari ruangan itu.


" Dok ... bagaiman keadaan suami saya?" tanya ku dengan mata yang berkaca - kaca, dan hampir saja menangis tapi sebisa mungkin aku tahan. "Aku harus kuat, ya aku harus kuat," batinku menyemangati diri sendiri.


💖💖💖


Bersambung...

__ADS_1


silahkan tinggal kan jejak berupa like, Vote dan komen. Terima kasih.


__ADS_2