
"Seperti yang terlihat, sudah lebih dari 30 menit sejak sidang di mulai. Dan peringkat kata kunci real - time tidak berubah sama sekali. Kamu tidak sedang memanipulasi apa pun hari ini, tapi kejadian beberapa bulan yang lalu ...." kata tuan Jo menggebu - gebu.
"Sesuai algoritma kami, sangat umum jika kata kunci tiba - tiba tenggelam," jawab Rania.
"Lalu kenapa kamu tidak memberitahukan kami algoritma itu?" kata Tuan Jo.
"Meminta kami memberitahukan algoritma sama dengan meminta seseorang untuk membunuh untuk membagikan taktiknya. Dapat di salah gunakan untuk memanipulasi kata kunci real time," ujar Rania santai.
"Sepertinya perusahaan mu lah yang menyalahgunakan nya. Seharusnya tidak memiliki perbedaan usia, status sosial, jenis kelamin, ras atau latar belakang pendidikan. Disitulah orang dapat dengan mudah mengemukakan pendapat mereka. Seharusnya paling netral dan berbeda, itulah internet," kata Tuan Jo.
"Ya begitulah internet," ujar Rania singkat. Tuan Jo pun bertanya lagi, "Apa kamu sudah memanipulasi atau tidak?" tanya Tuan Jo penasaran.
Rania pun mengarahkan mic pada mulutnya, "Disini tidak ada yang memanipulasi."
"Ok ... kalau sudah tidak ada yang perlu di bahas dan di pertanyakan saya rasa rapat pagi ini cukup sampai disini," ujar Rania seraya berdiri dan menjabat tangan para rekan bisnisnya.
Mereka pun meninggalkan ruang rapat satu persatu. Rania keluar dari ruang rapat paling terakhir. Pada saat Rania melangkahkan kakinya keluar dan berniat pergi kekantin, "Bu .. Bu .. Ibu coba lihat ini," ujar pegawai itu seraya menyodorkan ponsenya. Rania pun menerima ponsel itu dan melihat, "Keyword teratas tentang perselingkuhan." Lalu tiba - tiba berubah menjadi, "Comeback Boy Group, cuaca, drama rabu kamis."
Rania pun menuju kantor dan bertanya ada apa dengan pencarian. Farras dengan wajah panik juga mengaku tidak tahu dan bertanya apa yang harus di lakukan. Sementara Rania sibuk mencoba merefresh telp berdering di tiap meja.
__ADS_1
"Jangan di angkat sampai mendapat perintah, jangan menerima panggilan masuk," tegas Rania kepada anak buahnya lalu berjalan pergi.
Rania pergi keruangan Ibu Haifah Ayda dan menanyakan apa yang terjadi.
Dengan santai Bu Haifah berkata, "kata kunci mengenai perzinaan jelas di anggap sebagai fitnah. Dan kita selalu menghapusnya tanpa pengecualian."
"Apa maksudmu?" tanya Rania.
"Apa maksudmu tak apa melanggar HAM?" tanya Ibu Haifa menyindir.
"Jadi apa kamu bertindak dan melindungi HAM? Itu akan menjadi perdebatan selama semua orang sedang menontonya secara langsung. Mereka akan bertanya apakah apakah tuduhan itu benar atau tidak?" ujar Rania menjelaskan.
"Menurut aturan perusahaan ...." kata Ibu Haifah langsung di sela Rania, "Aku tahu kamu ditekan."
Saat Rania sedang asyik berdebat, pintu kantor bu Haifah pun di ketuk dari luar.
Tok ... tok ...
"Masuk."
__ADS_1
Saat pintu terbuka nampak lah sekretarisnya Ibu Haifah masuk di iringi dua orang laki - laki yang di jumpai Rania tadi pagi dalam rapat.
Mereka pun duduk bersama.
"Hai tuan Jo apa kabar?" sapa Ibu Haifah basa basi.
"Haipah, bukan kah Ayahmu wakil ketua Hotel Blue?" ucap tuan Jo.
"Kamu membuat asumsi sangat kasar, itu tidak ada hubungannya dengan ini." ujar Ibu Haifah menyangkal.
"Unicon selalu terkenal memanipulasi kata kunci real-time. Kamu sungguh harus berhenti menjadi budak pamanmu. Mesin pencarian memiliki hak untuk melakukan pengekangan suka rela," ujar Tuan Jo.
...💖💖💖...
...Mari saling mendukung...
...Terima kasih...
__ADS_1
...💖💖💖...