TUNGGU AKU DI PINTU SURGA

TUNGGU AKU DI PINTU SURGA
TAPS. Bagian 7


__ADS_3

"Jika memang Allah takdirkan kamu bersama maka semoga di segerakan untuk kamu di mampukan tuk meminaang nya."


Dia pun segera mencium punggung tangan ibu nya, kemudian masuk ke dalam rumah.


setelah berada di dalam, yusuf pun segera duduk di kursi ruang tamu, sementara ibu nya berlalu pergi kedapur untuk membuat kan minum untuk Yusuf.


Beberapa menit kemudian Ibu Salamahpun kembali dengan membawa nampan berisikan 1 gelas teh hangat dan cemilan.


"Diminum dulu, Nak teh nya mumpung masih hangat," kata Ibu setelah sampai dan meletakan minum nya di atas meja.


Ibu pun duduk di kursi yang ada di depan Yusuf.


Hening sejenak.


"Yusuf," kata Ibu Salamah memanggil tapi tidak ada respon.


"Yusuf," kata Ibu Salamah lagi, sambil pindah dan duduk di samping Yusuf.


"Yusuf, sebenar nya ada apa? Kalau Ibu perhatikan sepertinya kamu sedang ada masalah?" tanya Ibu.

__ADS_1


Yusuf pun, menoleh ke Ibunya kemudian berucap, "Yusuf sungguh sangat mencintai Vivi tapi." kata - kata Yusuf menggantung.


Dia pun mengingat kejadian beberapa jam yang lalu, di mana dia harus memenuhi syarat bunda Vivi untuk menyediakan uang sebanyak Lima puluh juta sebagai mahar.


"Tapi, apa Yusuf?" tanya Ibu penasaran. Belum sempat Yusuf melanjutkan kata - katanya, "Asalamualaikum." kata orang dari balik pintu.


"Waalaikumussalam," jawab mereka serentak seraya menoleh asal datang suara. Ibu dan Yusuf pun, berdiri buat mencium punggung tangan yang tak lain adalah suami dan ayah Yusuf.


Kemudian mereka duduk bersama - sama di kursi yang kini sudah nampak tua dan usang tapi masih layak pakai, bukan mereka tidak mampu buat membeli yang baru tapi, mereka punya prinsip kalau masih layak pakai kenapa harus di ganti bukan juga mereka pelit hanya saja mereka ingin lebih sederhana seperti dalam peribahasa, "Ingat sebelum kena, Hemat sebelum habis." (Hidup perlu perhitungan dan hati - hati lah agar tidak terlanjur mendapat kerugian.)


Setelah mereka sibuk dengan pemikiran masing - masing. "Ayah apa kabar?" tanya Yusuf kemudian.


"Bagaimana kuliah dan bisnis jahit mu apa semua baik dan lancar - lancar saja," tanya Ayah kemudian.


"Alhamdulillah semua lancar - lancar saja."


"Ayah mau minum apa!" kata Ibu menyela.


Ayah pun menoleh ke arah istri nya.

__ADS_1


"Apa aja boleh tapi jangan terlalu manis, karena senyum ibus udah manis duluan ntar ayah diabetes lagi," gombal Ayah.


"Ayah bisa aja gombal nya," kata Ibu seraya mencubit lengan kiri suami nya.


Yusuf yang menyaksikan adegan ke dua orang tua nya hanya bisa senyum - senyum sendiri.


"Ehem," deheman Yusuf kemudian, menyadarkan kedua orang tua nya.


"Maka nya segera cari pendamping biar jomblo itu tidak di pelihara," kata Ayah sambil menatap Yusuf.


"Insya allah do,a kan aja supaya Yusuf segera di beri pendamping," ujar Yusuf, kemudian.


"Tunggu bentar, Yah , Ibu ambilkan dulu air minum," ujar Ibu seraya berlalu pergi.


Kini hanya mereka berdua yang tinggal di ruang tamu. Ada rasa takut, gelisah ,galau menyatu jadi satu . Takut untuk meggutarakan niat nya datang kerumah orang tua nya. Takut apa bila ayah nya tidak bisa membantu untuk memenuhi keinginan tentang mahar lima puluh juta seperti persyaratan yang di ajukan oleh bunda sang pujaan hati.


💖💖💖


Bersambung.....

__ADS_1


silahkan tinggal kan jejak like, vote and comment yang membangun dan silahkan berikan ide2... yang dapat membantu saya untuk jalan cerita selanjut nya........Makasih.


__ADS_2