
Akupun segera membersihkan mejaku, dan merapikan alat - alat tulisku yang berserakan di atas meja, setelah semua rapi, dan bersih ku raih tasku ada di atas meja kerjaku, kemudian melangkahkan kakiku keluar dari ruanganku menuju lantai dasar. Setelah tiba di bawah akupun segera keparkiran untuk segera mengambil mobilku dan segera pulang kerumah. Tidak butuh waktu lama kini aku sudah memasuki halaman rumahku, aku pun segera memarkir mobilku dan melangkahkan kakiku segera masuk kedalam rumah ku.
"Assalamualaikum," ucap Rania.
"Waalaikumsalam," jawab Bunda Vivi.
"Sepertinya kamu lelah sekali, apa hari ini kamu ada masalah dikantor?" tanya bunda Vivi.
"Tidak bun, semua baik - baik saja, hanya Hotel kita yang terletak di kota B ada sedikit masalah dan rencananya, Rania mau kesana untuk hari yang belum di tentukan," ujar Rania.
"Apa tidak bisa di wakilkan?" tanya bunda Vivi.
"Tidak bun, harus Rania sendiri yang turun tangan, Rania tidak mau jika harus kehilangan apa yang sudah menjadi milik ayah, dan Rania akan menyingkirkan penghianat - penghianat itu satu persatu," jawab Rania.
__ADS_1
"Ya sudah bun, Rania ke atas dulu ya, Rania mau mandi dan mau istirahat," ujar Rania seraya berlalu pergi.
Kini Rania sudah berada di lantai dua dikamarya. Kata - kata Bella tadi siang masih terngiang - ngiang di telinganya. Kini aku sudah berada di dalam kamarku. Kini aku sedang duduk di kursi meja riasku untuk membersihkan sisa - sisa make up yang masih menempel di wajahku.
"Berani - beraninya mereka menusuk keluargaku dari belakang," gumamku dalam hati.
"Ini tidak bisa di biarkan, aku harus berbuat sesuatu tunggu saja," ucapku lirih dan tetap terus membersihkan wajahku dengan kapas kecantikan.
Akupun segera bergegas kekamar mandi untuk segera melalukan ritual mandi ku. Tidak butuh waktu lama kini aku sudah menyelesaikan mandiku dan segera memakai pakaianku dan segera melangkahkan kaki ku keluar kamar dan turun segera untuk menemui bundaku.
"Sebenarnya apa yang sudah terjadi dengan hotel kita yang ada di kota B, coba jelaskan kebunda," tanya bunda Vivi seraya menatap wajah anaknya.
"Rania juga tidak tahu Bun, apa yang terjadi disana dan rencana beberapa hari kedepan Rania akan berangkat di sana, dan rencana akan tinggal dulu disana untuk sementara waktu," jawab Rania.
__ADS_1
"Ya sudah deh yang penting kamu hati - hati di sana, dan jangan lupa untuk tetap jaga kesehatan dan kalau masalahnya sudah beres segeralah kembali," nasehat Bunda Vivi seraya mengelus elus kepala putrinya.
💖💖💖
Waktu terus berlalu hingga tak terasa hari ini Rania akan melakukan perjalanan kehotel B yang ada di kota B, dengan di dampingi Bella sang sekretaris. Kini mereka sudah berada di dalam mobil mereka berangkat hari ini dengan di temani pak sopir.
"Bell, segera pesan dua buah kamar di hotel B dengan jenis kamar Presidential suite!" ujar Rania tanpa menoleh kearah lawan bicaranya karena sibuka dengan tablet yang ada ditangannya.
"Baik, Bu," ujar Bella.
"Sesampainya kita di hotel, saya tidak ingin lagi dengar kamu panggil aku Ibu. Anggap kita teman yang sementara sedang berlibur. Kalau aku dengar kamu masih panggil aku dengan sebutan Ibu, gajih kamu aku potong menjadi lima bagian," ujar Rania seraya tersenyum.
💖💖💖
__ADS_1
Maaf kata - katanya bertele - tele ......
💖💖💖