TUNGGU AKU DI PINTU SURGA

TUNGGU AKU DI PINTU SURGA
TAPS. Bagian 24 Berdebat


__ADS_3

Kehilangan mu membawa separuh jiwaku pergi. Aku telah pasra dengan hidup ku. Aku hanya hidup untuk kebahagiaan orang - orang yang mencintai ku. Aku tak pedulikan lagi bahagiaku. Bagiku asal mereka bahagia ku biarkan diri ku berkorban.


**************


Bunda melihat Vivi menangis bukan sekali dua kali. Tapi sudah berkali - kali sang bunda melihat nya. Ada perasaan tak tega dan hati ibu mana yang tak sakit melihat putri satu - satu di ambang kehancuran. Maka dari itu sifat yang sudah terkubur selama bertahun - tahun kini bangkit lagi. Sifat egois dan mau menang sendiri.


**************


Pagi itu Vivi sudah siap dengan gamis hitam di padukan jilbab warna putih terlihat sangat serasi di tubuh nya.


Setelah tiba di lantai bawah, "Bunda ....Vivi berangkat kerja dulu ya." kata Vivi kemudian mencium punggung tangan bunda, yang kebetulan sedang berdiri di dekat tangga.

__ADS_1


"Oh ia bun, Rania mana?" tanya ku kemudian tanpa menoleh kearah bunda karena sedang sibuk mencari sesuatu di dalam tas nya.


"Rania ada di belakang."


Aku pun melangkah kan kaki ku keluar rumah, "Vi ....tunggu," aku pun berhenti kemudian, menoleh, lalu berucap, "Ada apa bun?"


"Sebenar nya ada yang ingin bunda sampai kan sama kamu." kata bunda ragu sembari menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"Tentang." seraya mengerutkan kening tidak mengerti. Bunda jadi ragu dan bimbang untuk menyampaikan maksud nya kepada Vivi, karena bunda yakin dan tahu persis pasti Vivi bakalan menolak nya secara mentah - mentah. Vivi yang melihat bunda nya bengong kemudian berbalik dan berjalan ke arah bunda, lalu berucap, " Bunda, mau ngomong apaan sih?" tanya ku tak sabar.


"Pokok nya bunda tidak mau ( Sambil melepaskan genggaman tangan Vivi ) Kamu harus menuruti sekali ini aja kemauan bunda. Selama ini bunda tidak pernah meminta apa pun dari kamu tapi kali ini bunda mohon. Mohon turuti kemauan bunda buat bunda kenal kan sama teman anak bunda." kata bunda dengan nada bergetar dan tatapan tajam .

__ADS_1


Sambil memegang bahu anak nya, dan mata berkaca - kaca. "Vi, Bunda melakukan ini agar kamu bisa bangkit dari keterpurukan, dan bunda tidak mau kamu selalu dalam bayang - bayang masa lalu mu. Bunda tidak tega melihat kamu putri satu - satu nya bunda hancur. Jadi, untuk kali ini aja bunda mohon turuti kemauan bunda."


Aku pun mengalah tidak ada ada guna nya berdebat dengan bunda sepagi ini. Dengan perasaan dongkol Aku pun melangkah kan kaki ku keluar rumah menuju garasi mobil.


Ku lajukan mobil ku pelan - pelan ke jalan raya. Ku hembusakan nafas ku berkali - kali sambil melihat jalan yang ramai dengan kaca mobil di samping ku. Jujur saja aku lelah menghadapi sikap bunda yang selalu memaksa kehendak sendiri. Kini aku sudah memasuki area parkir tempat aku bekerja.


💖💖💖


Bersambung


- ( sikahkan di beri masukan guna penyempurnaan kalimat nya )....

__ADS_1


- Jangan lupa like, vote, comment dan beri bintang lima pada karya author.


Terima kasih.


__ADS_2