TUNGGU AKU DI PINTU SURGA

TUNGGU AKU DI PINTU SURGA
TAPS 2. Bagian 53.


__ADS_3

Kini aku sudah tiba di lantai paling atas dan sudah berada di dalam ruang kerja ku.


Tok... tok ...


"Masuk."


Ceklek.... pintu terbuka.


Bella pun berjalan masuk ke dalam ruangan ku.


"Ada Bell?" tanya ku ketika Bella sudah berdiri di depan mejaku.


"Maaf Bu, semua sudah saya hubungi mereka satu persatu dan mereka mengatakan tidak usah menunggu tiga hari, karena saat ini mereka sedang dalam perjalan menuju kemari. Kemungkinan besok pagi rapat bisa kita laksanakan."


Akupun mangguk - mangguk, "Bagus lah kalau begitu lebih cepat lebih baik, aku juga sudah pusing dengan semua ini."


"Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu Bu." ujar nya seraya berlalu dan keluar dari dalam ruanganku.


Kini aku sudah kembali sibuk dengan dokumen - dokumen yang membutuhkan tanda tangan ku.


Sesaat kemudian, "Alhamdulillah akhirnya selesai juga," gumamku dalam hati.


"Haus," ucapku seraya berdiri dan berjalan ke arah dapur mini yang ada di dalam ruang kerjaku.


Setelah menuang air kedalam gelas, aku pun melangkah kesofa dan duduk di sana lalu meletakkan gelas ku di atas meja.


Ting .... bunyi notivikasi pesan.


Rania pun berdiri dan berjalan ke arah meja kerjanya, setelah mendapatkan handphone milikny yang kebetulan tergeletak di atas meja kerjanya, aku pun kembali duduk di sofa.


Setelah duduk aku pun segera membuka handphoneku dan melihat isi pesan itu.


"Alvin...." mengirim pesan.


Aku pun membukanya.

__ADS_1


Alvin


- "Siang Rania. Lagi ngapain?"


Rania


- "Lagi santai saja."


Alvin


- "Kamu tidak tanya aku lagi ngapain geto?"


Rania


- "Tidak penting."


Alvin


- "Ku menangissssss 😭😭😭😭."


Rania


Alvin


- "Aku sedih tidak di anggap sama kamu."


Rania


- "Sudah ... sudah ... kamu jangan sedih ntar gantengnya ilang."


Alvin


- "Makasih pujianny."


Alvin

__ADS_1


- "Semangat kerjanya, jangan telat makan dan istirahat yang cukul. Ok."


Rania


- "Syiiiiaaaappp bos bawel."


...💖💖💖...


Kini Rania sudah berada di kantin kantor bersama Bella. Mereka sedang makan siang sesekali mengobrol ringan.


...Skip...


...💖💖💖...


Keesokan harinya.


Satu persatu petinggi perusahaan sudah berdatangan dan langsung menuju ruangan yang sudah di sediakan. Dan tak lupa ada beberapa awak media yang di undang untuk meliput jalannya rapat ini.


Setelah semua terkumpul mereka pun langsung masuk kedalam ruang rapat yang sudah di sediakan oleh tuan rumah.


Setelah mereka semua duduk, mereka pun membuka laptop masing - masing yang ada di atas meja yang memang sengaja tuan rumah persiapkan.


Semua orang mulai mengetik dalam laptopnya "SERVER UNICON menghitung apa yang paling di cari masyarakat."


Aku seperti berada di sebuah ruang sidang dengan banyak kamera yang sedang mengarah kepadanya. Aku memperhatikan di layar "Peringkat kata kunci real time 1 unicon, korupsi UNICON."


Seorang pria bernama Jo dari anggota kongres dari partai hanguk baru mulai berbicara, "Seperti yang sudah di sebutkan, unicon adalah mesin pencari nomor satu di indonesia, yang memainkan peran penting dalam membentuk opini publik. Apakah masuk akal perusahaan seperti itu memanipulasi kata kunci?" ujar Tuan Jo


"Unicon bukan lagi perusahaan swasta. Unicon memiliki tanggung jawab dan andil besar dalam menawarkan informasi kredibel untuk publik. Selama ini Unicon mempertahankan penjualan, keuntungan bisnis, pajak perusahaan, dan informasi pekerjaan karena kenyataannya adalah perusahaan afiliasi asing. Namun tidak bisa dalam kasus ini," ujar Tuan Jo agar bisa memperhatikan kelayar.


...💖💖💖...


...Mari saling mendukung...


__ADS_1


...Terima kasih...


...💖💖💖...


__ADS_2