TUNGGU AKU DI PINTU SURGA

TUNGGU AKU DI PINTU SURGA
TAPS. Bagian 27 Menikah


__ADS_3

Feelingku mengatakan dia lelaki baik dan bertanggung jawab. Setidak nya aku tak akan menderita bersama nya. Dan rencana pernikahan kami akan dilaksanakan dua minggu kedepan memang terbilang singkat tapi bukan kah niat baik harus di segerakan.


Entah lah apa kah keputusan ku ini sudah benar untuk siap kembali membina rumah tangga. Apakah aku sanggup mencintai nya dan sanggup berbagi cinta pada almarhum suami ku.


Jujur jauh di lubuk hati ku masih tersimpan rapi nama almarhum suamiku. Tapi tidak bisa aku pungkiri aku pun berhak bahagia, dan melanjutkan perjalanan hidup ku seperti orang - orang pada umum nya menjadi keluarga utuh yang harmonis dan bahagia.


**********************


Dua hari menjelang hari pernikahan.


kini rumah sudah nampak ramai oleh tetangga, dan kerabat dekat dalam rangka membantu melancarkan acara pernikahan ku yang akan dilangsung kan dua hari lagi.


Rumah di dekor sedemikian rupa. Kadang - kadang aku tidak habis fikir bagaimana dengan jalan pemikiran bunda. pernikahan pertama ku tidak semeriah ini dekorasi nya pun apa ada nya bahkan kamar pengantin pun kami tidak punya.


Bunda benar - benar ikut andil dalam pernikahan ke dua ku ini. Bahkan bukan hanya ruang tamu yang di hias sedemikian rupa.



Bahkan kamar pun turut di dekorasi dan menjadikan kamar pengantin ku dan mas Abid.



Hari H.


"Vi..., kamu cantik sekali." kata bunda yang sudah berdiri tepat di belakang ku.

__ADS_1


"Apakah kamu gugup." tanya bunda yang sudah memegang bahu ku.


"Sedikit." jawabku asal.


Kini rombongan pria sudah tiba. Pak penghulu segera melafalkan ijab qobul dan dalam satu tarikan nafas kini aku sudah sah menjadi istri mas Abid dan mulai hari ini detik ini aku sudah resmi melepas masa jandaku.


Aku pun keluar dari kamar dan menuruni anak tangga satu persatu di tuntun oleh bunda.


Gaun putih dengan hijab dan mahkota di atas kepala ku kesan sederhana tapi sungguh sangat mewah buat ku.



Kini aku sudah duduk di samping mas Abid. Akupun mencium punggung tangan Mas Abid, lalu kami pun tukar cincin sebagai pengikat suci kami berdua dan penanda kalau kami sudah ada yang punya.





Foto bersama keluarga. Foto memotong kue pernikahan.



__ADS_1



Putri kecil.




Di bagian ini penulis tidak tau mau menyampaikan apa yang penting intinya vivi kini kembali menikah lagi dan menjalani hari - hari yang baru bersama suami baru nya.


Apakah dia bahagia atau tidak nanti ada di bagian selanjut nya akan kita bahas.


Gambar disini hanyalah pemanis dari jalan cerita ini, dan penulis juga tidak tau mau berkata apa makanya penulis sertakan aja gambar banyak - banyak ya kata lain bonus 😂😂😂😂.


***************


Kini tamu undangan satu persatu sudah meninggal kan gedung pernikahan begitu pula dengan para tetangga dan kerabat dekat sudah pulang kerumah masing - masing.


Orang tua mas Yusuf pun turut hadir di hari bahagia ku.


"Selamat, semoga kamu bahagia dan pernikahan kalian samawa." kata mantan mertuaku menjabat tangan ku lalu memeluk ku.


"Mas apa kah kamu bahagia di sana menyaksikan pernikahan aku dengan orang lain." kata ku berdialog dalam hati di tengah keramaian yang masih tersisa diacara pesta pernikahan ku.


💖💖💖

__ADS_1


Bersambung........ ( Jangan lupa like, vote, comment dan beri bintang lima pada karya aku ya. Makasih....)


__ADS_2