TUNGGU AKU DI PINTU SURGA

TUNGGU AKU DI PINTU SURGA
TAPS. Bagian 13. Saling menegarkan


__ADS_3

"Selalu ada pertanyaan tentang bagaimana nanti, bagaimana masa depan, dan bagaimana akhir nya. Sadar kah kalau semua pertanyaan itu terhubung dengan takdir. Tak ada yang bisa mengatur takdir, jadi nikmati lah setiap detik yang kau punya untuk bersama nya."


Setiap waktu buat lah yang terbaik untuk nya, karena hari - hari ini akan aku rindukan di masa depan. Agar kau bisa tersenyum apa bila teringat hari ini di suatu hari nanti Entah baik atau buruk di akhir nanti."


...........................................


"Dok ... bagaimana keadaan suami saya?" tanya ku pada dokter yang keluar dari ruang perawatan suami ku.


"Mari bu, kita bicara di ruangan saya!" kata dokter itu seraya berlalu pergi, aku pun mengikuti dokter itu keruangan nya. Setelah sampai di dalam dia pun mempersilahkan aku untuk duduk.


Setelah duduk aku pun bertanya, "Sebenar nya suami saya sakit apa ya dok??"


"Apa sebelum nya suami ibu pernah mengeluh sakit di lengan tangan kiri?" tanya dokter itu lagi.

__ADS_1


"Untuk mengeluh sih tidak dok, hanya saja akhir - akhir ini dia terlihat pucat seperti orang yang kekurangan darah." kata ku pada dokter itu.


"Begini Bu, ini baru perkiraan karena berhubung hasil laboratorium belum keluar jadi kalau di lihat dari ciri pasien sepertinya dia terkena penyakit tumor jinak mediastinum, dan tidak ada ada di temukan gejala kanker, dan pertumbuhan tumor ini sudah sangat cukup besar mencapai 15 X 15 cm, dan harus segera di lakukan operasi karena pertumbuhan nya yang sangat cepat." Jelas dokter panjang lebar.


"Lakukan yang terbaik buat suami saya dok!" kata ku lagi.


Dokter itu pun tersenyum kemudian berkata,


Kita hadapi semua ini hanya berdua dengan prosedur rumah sakit yang sangat teramat berat. Tapi kamu dan aku semangat asal kamu sembuh. Semangat kamu sangat tinggi tidak pernah ngeluh dan selalu ceria.


Alat kesehatan di sana sini tertempel di tubuh mu, nyeri hati ku menyaksikan itu, serasa hidup ku hampir mati melihat separuh nafas ku tergelatak tak bersaya di atas pembaringan dengan seprei putih itu. Aku pun menyempatkan buat kirim pesan ke ayah dan ibu mertua serta bunda ku untuk segera kerumah sakit buat memberi dukungan kepada kamu biar semangat kamu tetap menyala untuk segera sembuh. Sudah tiga hari kamu di rawat di ramah sakit tapi belum juga ada kemajuan pesat untuk kamu segera sembuh, dan operasi nya pun alhamdulillah berjalan dengan lancar.


Tok...tok...tok.

__ADS_1


"Assalamualaikum," salam orang dari luar.


seraya membuka pintu, lalu masuk mendekat ke arah kita, setelah menoleh kebelakang ternya ibu dan ayah yang datang,


"Assalamualaikum Ayah, Ibu apa kabar," kata ku seraya berdiri, dan mencium punggung tangan mereka bergantian.


Ibu pun memeluk ku kemudian berkata, "Kamu yang kuat, dan sabar ya sayang in sya allah kamu bisa melewati ujian. Ini dan jangan kwatir ibu dan ayah akan tetap berada di sisi kamu untuk selalu mendukung mu dan menegarkanmu," kemudian ibu pun melepaskan pelukannya.


Tak terasa bening- bening kristal kini satu persatu berjatuhan di pipi ku. Aku terharu, dan tentu bersyukur punya mertua seperti ayah dan ibu mas Yusuf, yang selalu berusaha mengerti kesukaran yang kini menimpa anak dan menantu nya ini.


💖💖💖


Bersambung ( Maaf kalau kata - kata nya kurang nyambung )

__ADS_1


__ADS_2