TUNGGU AKU DI PINTU SURGA

TUNGGU AKU DI PINTU SURGA
TAPS 2. Bagian 43.


__ADS_3

Setelah rapat singkat tanpa melibatkan Rania. Akhirnya yang pergi mewakili hotel blue adalah Brawijaya.


Beberapa hari kemudian.


Ayden kini sudah siap menjemput Ayah angkatnya, yang baru datang setelah pergi menerima piala penghargaan bagi hotel blue sebagai hotel terbaik.


Sesaat kemudian kini Ayden sudah di bandara dan sudah bertemu dengan Ayah angkatnya itu. Mereka pun segera bergegas kembali kehotel.


Di perjalanan, Ayden pun memberitahukan kepada Brawijaya bahwa pesta perayaan akan di adakan besok malam, Brawijaya menyuruh Ayden untuk mengatakan pada dunia, siapa yang pantas menjabat menjadi ketua baru untuk blue.


****


Di hotel kini para pegawai, staf dan yang lainnya telah sibuk mempersiapkan untuk acara besok malam. Mereka mendesain ruang aula untuk mereka tempati dalam rangka syukuran atas piala penghargaan yang hotel blue dapatkan.


tidak butuh waktu lama, kini mereka sudah memasuki halaman hotel blue, mereka pun segera turun dan masuk kedalam hotel.


****


Malam harinya, Ayden kembali melihat hotel blue dari kejauhan. Banyak kenangan - kenangan yang kembali menari - nari di benaknya selama dia tinggal dan bergabung di dalam hotel blue.


****


Keesokan harinya, Ayden berdandan untuk acara dan pesta. Brawijaya juga melakukan hal yang sama dengan Ayden. Sesaat kemudian, kini mereka sudah berkumpul di aula karena acara tidak lama lagi akan di mulai.


Kini Ayden sedang menyambut para tamu di depan pintu, tiba - tiba dia dikejutkan oleh Sofia yang datang walaupun tidak diundang.


Sofia mengatakan bahwa dia datang sebagai pemegang saham blue, dan walaupun Ayden tak memikirkannya.


Sesaat kemudian kini acara sudah di mulai dengan acara pembukaan sebuah pidato yang di sampaikan oleh Brawijaya. Dengan bangga Brawijaya menunjukkan piala penghargaan yang dia terima dan dengan rendah hatinya Brawijaya berterima kasih atas kerja sama semua orang.


"Mari kita jadikan penghargaan ini sebagai tanda untuk memulai awal yang baru. Mari kita bersulang untuk hotel blue," ujar Brawijaya sambil mengangkat gelas yang kemudian diikuti oleh semua tamu undangan.


Semua orang bersulang dengan gembira sementara manager Berta mengangkat gelasnya dengan kaku dan tanpa ekspresi.

__ADS_1


Saat Brawijaya turun dari panggung, tiba - tiba mereka kedatangan tamu tak di undang yang langsung mengejutkan semua orang lebih lagi Brawijaya dan Ayden, tamu itu adalah Rania.


Saat Rania masuk, Rania berdiri di samping manager Berta, dan memandang manager Berta penuh arti. Manager Berta langsung menunduk hormat padanya.


Diam - diam Briyan berbisik marah pada Ayden karena yang di tahu sekarang Rania sudah tidak tinggal di hotel lagi. Tapi sesaat kemudian dia langsung memasang senyum manis pada Rania.


Brawijaya lalu berjalan menghampiri Rania, dan menyapa Rania dengan senang. Rania lalu berkeliling menyapa tamu undangan layaknya tuan rumah dengan ramah.


Alvin yang melihat dari ujung ruangan, sangat senang melihat Rania kembali lagi. Tapi dia langsung cemas ketika dia melihat Rania mengepalkan kedua tanganya dengan tegang walaupun wajahnya tetap tersenyum ceria menyapa semua tamu.


Setelah menyapa semua tamu, Rania berpaling kearah manager Berta dan tersenyum padanya.


Ayden memperhatikan Rania dan manager Berta saling memandang dan tersenyum.


Di luar tempat pesta Ayden bertemu manager Berta, lalu dia bertanya, "Bagaimana mungkin, Rania yang terkenal ceroboh dan gegabah bisa berubah dalam hitungan hari? Apa anda terlibat dengan Rania?"


Manager Berta pun langsung menyangkal, "Saya tidak mengerti kenapa anda berfikir seperti itu."


Ayden pun kesal dengan kata - kata manager Berta. Sesaat kemudian kini Ayden sudah kembali masuk kedalam ruangan pesta dan langsung naik kepodium.


Tapi, Ayden belum sempat mengumumkan apa yang mau dia umumkan, tiba - tiba Rania langsung ikut naik kepodium dan dan meminta ijin pada Ayden untuk membiarkannya menyapa dulu sebelum Ayden memberitahukan pengumuman.


Di dalam pidatony Rania mengatakan, "Saya tahu tentang kabar miring dan kesalahpahaman tentang saya. Tapi saya perlu waktu dan berikan saya waktu untuk mempelajari ini semua. Dan saya akan menominasikan diri sebagai kandidat presdir baru dalam rapat dewan di reksi yang akan datang," ujar Rania tersenyum walau ada di antara para tamu undangan bahkan orang - orang yang dekat dengan nya tidak suka dengan penuturan Rania.


Dan dari pengumuman itu juga para tamu undangan berbisik - berbisik, ruang aula yang sedari tadi senyap mendadak riuh akibat pengumuman yang disampaikan Rania.


Ayden dan Brawijaya tampak kesal dsn marah dengan penuturan Rania.


"Rania, seharusnya kamu membicarakan masalah pekerjaan nanti saja? Bukankah saat ini kita sedang berpesta?" ujar Brawijaya mengeluh sambil tersenyum. Walau senyum terpaksa.


Tidak lama pesta pun berakhir. Brawijaya sangat kesal dengan kakacauan yang dibuat Rania waktu di acara pesta. Brawijaya pun memerintah Ayden untuk meyingkirkan Rania entah bagaimana caranya, dibunuh atau dikirim kembali pulang kekampung halamanannya karena, mereka tidak ingin jika Rania ikut rapat dewan di reksi yang akan di adakan dua hari mendatang.


"Jika kamu tidak ingin kehilangan segalanya, tetap fokus," ujar Brawijaya kemudian.

__ADS_1


Setelah Brawijaya berucap begitu, Ayden pun pergi untuk menemui Rania di kamar lamanya.


Sesaat kemudian Ayden sudah berada di dalam kamar Rania dan terjadilah perdebatan disana.


"Berapa kali aku harus menyatakan agar kamu sadar dari halusinasimu!?" teriak Ayden.


PLAKKK!! Sebuah tamparan mendarat di pipi Ayden, "Apakah kamu manusia yang jatuh dari langit?" tanya Rania dengan mata berkaca - kaca.


"Di dunia ini, putri macam apa yang memperlakukan kematian Ayahnya sebagai candaan?" tanya Ayden dengan geram pada Rania.


Rania yakin kalau kepergian sang Ayah bukan saja karena kecelakaan yang terjadi di malam itu, pasti ada sebab lain penyebabnya yang memang di tutupi dokter dan pihak kepolisian yang menangani kejadian malam itu.


Rania pun langsung mengeluarkan rekamana CCTV dan black boks mobil yang di dapatkannya beberapa tahun yang lalu, berkat bantuan sahabatnya Bella.


Ayden pun mengambil USB yang ada di tangan Rania dan berusaha menghancurkannya.


"Kenapa? Apa kamu takut dan pasti ingin mengubur kebenaran ini selamanya, tapi aku pasti akan mengungkapkan kebenarannya. Aku ingin menungkapkan manusia macam apa kamu, satu demi satu."


"Baiklah," ujar Ayden menerima tantangan.


"Kita lanjutkan saja. Aku juga penasaran tentang kebenaran."


Setelah berucap seperti itu, Ayden pun pergi dan kembali keruangannya. Setelah berada di ruangannya, Ayden pun menelepon dokter yang menangani Tuan Abid, tapi Ayden di beri tahukan kalau dokternya sedang ada seminar di luar negri.


Ayden pun pergi menemui Maura untuk mengawasi Rania setiap saat, Maura tidak boleh membiarkan Rania menemui siapa saja atau pun datang keruang rapat direksi, tapi Maura menolak perintahnya karena mengawal orang bukan pekerjaannya. Tapi Ayden langsung mengatakan kalau ini bukan pengawalan, tapi melainkan pelayanan CCTV.


💖💖💖


Mari saling mendukung teman - teman....



Terima kasih......

__ADS_1


💖💖💖


__ADS_2