
Tapi bukan nya berhenti, air mata ku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Aku menyesal atas perbuatan ku selama ini yang tak pernah adil memperlakukan nya. Andai kata waktu bisa di ulang aku ingin mengulang nya sekali lagi, akan aku tebus semua kesalahan ku yang selalu berbuat kasar terhadap nya.
Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuat ku berhenti menangis.
Aku berusaha menahan nya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah aku perbuat kepada nya selama hidup nya. Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatan nya. Aku hampir tak pernah mengatur makan nya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan, Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus ku konsumsi untuk menjaga daya tahan tubuh ku agar kuat di segala kondisi cuaca.
__ADS_1
Dia tak pernah absen mengingatkan ku makan teratur, bahkan menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu Ia makan apa karena aku tidak pernah bertanya. Bahkan aku tak tau apa yang ia sukai dan tidak di sukai. Ego ku mengalahkan semua pengorbanan nya yang tak berarti apa - apa untuk ku.
Seluruh keluarga tahu bahwa suami ku adalah penggemar mie instan dan kopi kental. Dadaku sesak mendengar nya, karena aku tahu Ia mungkin terpaksa makan mie instan karena aku hampir tak pernah memasak untuk nya. Saat pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan saat melihat tubuh nya hilang bersama onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apa pun sampai terbangun di tempat tidur besar ku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Bundaku membujuk ku dengan sia - sia mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka, kehilangan diri nya dan malam itu malam dimana ia datang ternyata datang untuk pamit sama aku.
Hari - hari yang ku jalani setelah kepergian mu, bukan lah kebebasan seperti yang selama ini ku ingin kan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari awal - awal kepergian mu. Aku duduk termangu memandangi piring kosong. Bunda yang melihat tidak ada pergerakan dari aku bunda pun berdiri kemudian mengisi piring ku dengan nasi dan lauk pauk,
__ADS_1
Tapi aku tidak ada respon yang ada hanya tatapan kosong dan air mata. Tubuh ini ibarat jasad tanpa raga. Raga ku telah pergi bersama separuh jiwa ku dan rasa penyesalan ku yang tiada terkira. Yang ku ingat adalah hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang ngambek dulu. Setiap malam aku menunggu nya di kamar tidur, dan berharap besok pagi aku terbangun dengan sosok nya di sebelah ku.
Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa.
Semua kebodohan itu ku lakukan karena aku, baru menyadari bahwa dia mencintai ku aku sudah terkena panah cinta nya. Aku juga marah pada diriku sendiri, Aku marah karena semua kelihatan normal meskipun Ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju - baju nya masih disana meninggal kan bau nya yang membuat ku rindu. Aku marah karena tidak bisa menghentikan semua penyesalan ku. Aku marah kerena tak ada lagi yang membujuk ku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkan ku sholat meskipun kini ku lakukan dengan ikhlas.
__ADS_1
💖💖💖
Bersambung silahkan tinggal kan jejak. Terima kasih.