
Sebelum Rania benar - benar pergi dan meninggalkan hotel, Rania pun berpesan sesuatu pada Alvin, "Atur kan saja semuanya, nanti aku beri tahu kamu dari sana setelah ini apa yang harus kamu lakukan dan disiapkan," ujar Rania seraya tersenyum yang kini sudah duduk di jok belakang mobil.
Alvin pun tersenyum, "Baiklah saya akan menunggu perintah dari anda," ujar Alvin dengan bahasa formalnya.
"Baiklah terima kasih, kalau begitu aku balik dulu, Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam," ujar Alvin seraya melambaikan tangannya.
Setelah mobil yang Rania tumpangi sudah menghilang dari pandangan Alvin, Alvin pun segera masuk dan kembali bekerja.
Di dalam ruang kantor.
Seseorang sedang tersenyum dari balik tirai jendela menyaksikan kepergian Rania. Tak lupa dia mengucap syukur di dalam hatinya karena tidak perlu menggunakan cara licik untuk menendangnya dari hotel, karena pada akhirnya tanpa diminta dia pun akhirnya pergi.
"Ha ... ha ... ha ... awal yang bagus," ujar orang yang berada di balik tirai jandela.
"Ternyata nyalina hanya sampai disini saja, ha ... ha ... ha ...." senyum menyeringai nampak jelas di wajah cantiknya yang kini sudah tak nampak lagi muda.
Di tempat yang sama di lain ruangan seseorang pun turut merasakan hal yang sama, ini lah saatnya mereka untuk melancarkan aksi yang belum tertuntaskan, walau harus dengan cara apa saja untuk memenuhi ambisinya.
"Ternyata anak itu nyalinya hanya sampai disini," ujar orang itu seraya memutar - mutar kan kursi kerjanya dan jari tangannya mengetok - ngetok meja serta menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi dan menutup matanya menengadah menatap langit - langit ruang kantornya.
Di tempat yang lain.
Alvin kini sedang berdiri di lobi hotel bersama pegawai lainnya. Sepertinya dia sedang termenung entah apa yang sedang dia pikirkan. Manager Altar, Anjani dan Bimo yang melihat itu ada rasa kasihan, sedih, lucu bercampur aduk menjadi satu.
__ADS_1
Mereka pun berniat buat menggodanya.
"Sepertinya ... ada yang sedang terserang demam rindu nih?" sindir Anjani seraya melirik orang yang dimaksud. Tapi, orang yang disindir tidak merasa kalau dirinya lah yang sedang di bicarakan.
Bimo pun menanggapi kata - kata Anjani, "Kalau aku jadi dia, mungkin aku tidak akan membiarkannya untuk pergi. Mungkin aku akan mengatakan, "Tidak bisa kah kamu tinggal lebih lama lagi disini bersamaku?" ujar Bimo seraya tetap melakukan aktivitasnya.
"Sunyi tanpa ada deru nafas, tanpa sebuah senyuman dan tanpa jiwa di mana kerinduan ini memelukku seakan seperti mencekikku," ujar manager Altar seraya mempraktekkan kata - katanya.
Kemudian manager Altar berkata lagi sambil mempraktikkan kata - kata nya seperti orang yang sedang membaca puisi di depan seorang wanita yang di kagumi, "Aku terpaku sendirian, dan melamunkan kamu seperti halnya seekor kelinci yang lucu. Hal ini ku lakukan jika saya rindu menyergap hati."
Mereka pun sontak tertawa mendengar kata - kata Manager Altar yang menurut mereka lucu. "Ha ... ha ... ha ...."
Alvin pun tersadar dari lamunannya, kemudian menoleh kearah teman - temannya seraya mengerutkan keningnya lalu berucap, "Apanya yang lucu?" menatap wajah teman - temannya satu persatu.
Mereka pun kembali tertawa, "Ha ... ha ... ha ...."
Ayden yang baru keluar dari kantor Ayah angkatnya dan melihat mereka yang sedang tertawa dan bergosip di jam kerja, dia pun berjalan mendekat. Setelah dekat dia pun bertanya, "Apa ada yg lucu?" Lalu dia pun melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan, "Ini masih jam kerja, tapi kalian malah bercanda dan tertawa disini. Sekarang push up untuk laki - laki, skot jump untukmu, Anjani," seraya memasukkan kedua tangannya kedalam kantong celana.
Merekapun melaksanakan sesuai perintah Ayden, "Kamu kenapa tidak push up? tanya Ayden pada Alvin yang masih berdiri dan menyaksikan teman - temanya dihukum.
Alvinpun menoleh ke kiri dan kekanan kemudian menunjuk dirinya sendiri, "Saya."
"Disini hanya ada kalian. Ya sudah patilah kamu!"
Kini, Alvinpun telah melakukan hal sama seperi teman - temannya. Sesaat kemudian kini mereka sudah menyelesaikan hukumannya, dan kembali lagi bekerja.
__ADS_1
...*************...
Kini Rania sudah tiba dirumanya dan sudah berada di dalam rumah bersama sang Bunda.
Diruang tamu.
"Bagaimana kabar paman kamu disana?"
tanya sang Bunda ketika sudah duduk dan meletakkan nampan berisi jus jeruk ke atas meja.
Rania pun meraih jus jeruk itu kemudian meminumnya. Setelah minum aku pun kembali meletakkan gelasku di atas meja kemudian berucap, "Kabar paman sehat," jawab Ku singkat.
Kemudian sang Bunda bertanya lagi, "Bagaimana keadaan hotel Ayah, apa kah semuanya baik - baik saj?" seraya menatap wajah Anaknya.
Raniapun balik menarap wajah Bundanya. "Kabar hotel baik - baik saja."
...💖💖💖...
...Mari saling mendukung...
...Terima kasih...
...💖💖💖...
__ADS_1