
Kini hari sudah berganti malam.
Kini Rania dan Bunda Vivi sudah berada di meja makan.
"Kamu makan banyak banget Na?" tegur Bunda Vivi ketika melihat Rania hampir semua jenis makanan yang tersedia di atas maja makan satu persatu di masukan kedalam piringnya lalu di makannya.
Rania pun mengangkat wajahnya dan menatap sang Bunda, "Bunda, Rania kangen dengan masakan Bunda. Sudah lama Rania tidak makanan masakan Bunda." ucapnya seraya tersenyum.
Sang Bunda hanya bisa tersenyum mendengar penuturan sang Anak. Sesaat kemudian kini mereka sudah berada di ruang keluarga.
"Na, kamu besok berangkat kerja?" tanya sang Bunda mengawali pembicaraan seraya menatap wajah putrinya.
Raniapun menoleh, "Iya bun, Rania besok kerja. Memangny ada apa ya Bun?"
"Tidak apa - apa tanya aja."
Kemudian sang Bunda bertanya lagi setelah lama terdiam, "Na, Bunda mau tanya sesuatu?" to the poin.
Rania pun menoleh ke sang Bunda, "Bunda ngomong apaan sih? Rania tidak mengerti," ujar Rania seraya mengerutkan keningnya.
Bunda pun menatap wajah putrinya, "Sayang ... Bunda sudah tua, Bunda ingin di sisa usia Bunda kamu sudah menikah Bunda ingin melihat kamu bahagia dengan lelaki pilihan mu dan Bunda ingin melihat cucu Bunda lahir kedunia." kini dengan mata berkaca - kaca.
Rania pun mendekat dan memeluk sang bunda, "Bunda jangan sedih dan jangan menangis," ujar Rania seraya mengangkat wajahnya yang masih dalam pelukan sang Bunda.
"Walaupun pada akhirnya aku hanya akan kehilangan dirimu yang aku sayang, setidaknya setidaknya aku telah merasa bahagia pernah hidup bersamamu." ujar Bunda Vivi di dalam hati seraya memeluk erat putri semata wayang nya itu.
...Malam yang makin larut takkan pernah benar - benar hening bagi mereka yang di pisahkan. Kita harus merasakan kesedihan tapi tidak larut dalam kelamnya kesedihan....
__ADS_1
...**********...
...Kini malam telah berganti pagi....
......Pancaran fajar di pagi hari adalah pancaran semangat. Semangat baru di hari yang baru. Sambutlah pagi dengan senyuman dan suasana hati yang baik.......
Rania beranjak dari tempat tidurnya dan langsung menuju kamar mandi. Sesaat kemudian kini Rania sudah menyelesaikan mandinya dan segera memakai pakaian kantornya. Hari ini aku berencana untuk pergi bekerja.
Setelah selesai aku pun segera keluar dari kamarku dan segera menuju lantai utama untuk segera menemui Bundaku.
"Pagi Bunda," sapaku ketika sudah berada di meja makan.
"Pagi sayang," ujar Bundaku seraya mengisikan piringku dengan nasi serta lauk pauk kemudian menyodorkannya padaku.
Sesaat kemudian kini aku sudah menyelesaikan sarapan dan segera berangkat kekantor.
"Pagi Bu," sapa karyawan yang kebetulan berpapasan denganku.
Dari jauh ku melihat Bella sudah berdiri dan tersenyum kepadaku.
"Pagi Bu," ucapnya seraya membungkukan badannya.
Aku pun menoleh kearah Bella, "Bagaimana rapat tempo lalu yang kita batalkan apa yang mereka inginkan dari kita?"
"Haruskah kita mengadakan rapat darurat Bu?" tanya Bella sopan seraya menyunggingkan senyum.
"Sejauh ini apa mereka masih mengeluh tentang kata sandi yang kita ganti secara mendadak?" tanya Rania lagi.
__ADS_1
"Sepertinya begitu dan mereka ingin sekali berjumpa dengan Ibu, untuk menanyakan perihal ini kepada Ibu."
"Apa ada waktu jika sekarang kita mengadakan rapat darurat bersama pimpinan perusahaan yang menyatakan keberatan atas pergantian kata sandi tiba - tiba dari perusahaan kita?"
"Sepertinya tidak bisa hari ini Bu, masalahnya mereka semua dari perusahaan luar daerah dan hanya sebagian dari daerah sekitar perusahaan yang berasal dari sini."
"Oh ya sudah kalau begitu aku beri kamu waktu untuk menghubungi mereka satu persatu dalam jangka waktu 3 hari. Bagaimana sanggup?"
"In sya Allah, sanggup Bu?"
"Ya sudah sekarang kembali kerjakan tugas mu, aku mau ke ruangan ku dulu."
ujar ku seraya masuk kedalam lift dan menuju ke lantai paling atas di mana ruanganku berada.
...💖💖💖💖...
...Mari saling mendukung...
...Terima kasih...
...💖💖💖...
...Bagi yang ingin bergabung di GC safarina silahkan bergabung, tidak usah malu, santuy saja....
...💖💖💖...
__ADS_1