TUNGGU AKU DI PINTU SURGA

TUNGGU AKU DI PINTU SURGA
TAPS. Bagian 31. Kembali kehilangan


__ADS_3

"Sabar itu adalah merupakan sesuatu yang sangat sulit untuk dilakukan. Tetapi sabar itu adalah suatu yang sangat luar biasa indah nya."


................................


Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Katika telepon di tutup aku bingung tangan menggenggam erat handphone. Setengah sadar aku pun segera berlari keluar rumah tanpa mandi tanpa ganti baju yang ku ingat sekarang bagaiman keadaan suamiku. Aku pun segera menyusul suamiku ke rumah sakit yang sudah diinfokan oleh orang yang menelp tadi pagi. Di perjalanan hati ku tak menentu. Aku pun segera menelp meretua dan bunda ku agar segera menyusul aku ke kota S.


Aku tiba di rumah sakit hari sudah cukup siang pada saat yang bersamaan bunda dan mertua ku juga tiba di rumah sakit sesuai lokasi yang aku info kan tadi di telepon.

__ADS_1


Aku pun segera menyusul keruang UGD. Dari kejauhan aku pun melihat ada beberapa polisi yang sedang berjaga - jaga di depan ruang UGD. Aku hanya diam seribu bahasa menunggu suami ku didepan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa. karena selama ini dialah yang melakukan segala nya untuk ku. Ketika akhir nya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika suara adzan magrib berkumandang terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita,


"Keluarga pasien," kata Dokter yang keluar dari UGD.


"Saya Istrinya," kata ku setelah berhadapan dengan dokter yang menangani suami ku.


"Aku, Mama nya," kata mertua ku yang maju selangkah di depan ku.

__ADS_1


"Maaf kan kami, Bu. Kami sudah melakukan yang kami bisa tapi sekali lagi maaf kami bukan tuhan. kami hanyalah perantara, suami ibu tidak bisa kami selamat kan akibat kecelakaan tunggal yang menimpa diri nya di tambah lagi dia kena struk dadakan waktu mengendarai mobil tanpa supir, itu pemicu nya dari makanan yang tidak teratur, dan selalu makan makanan yang serba instan di tambah dengan kebiasaan meminum kopi hitam yang kental," kata Dokter itu panjang lebar kemudian berlalu pergi dari hadapan kami semua.


Setelah melihat kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan bunda dan mertua ku yang shock. Sama sekali tidak ada air mata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan bunda dan mertua ku. Putri kecilku terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuat ku menangis.


Ketika jenazah di bawa pulang kerumah dan aku duduk di hadapan nya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali ini aku benar - benar menatap wajah nya yang nampak tertidur pulas. Kudekati wajah nya dan ku pandangi dengan seksama. Saat itu lah dadaku sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama satu tahun kebersamaan kami. Ku sentuh perlahan wajah nya yang telah dingin dan kusadari ini lah kali pertama kali aku menyentuh wajah nya yang dulu selalu di hiasi senyum hangat. Air mata merebak dimataku, mengaburkan pandangan ku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar air mata tak menghalangi tatapan terakhir ku padanya, Aku ingin mengingat semua bagian wajah nya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja.


💖💖💖

__ADS_1


Bersambung ( silahkan like, vote, comment dan beri bintang lima pada karya aku ya. Makasih.....)


💖💖💖


__ADS_2