
...BUDAYAKAN LIKE DULU YA TEMAN - TEMAN....
...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...
...TERIMA KASIH...
...MARI SALING MENDUKUNG...
...❤❤❤...
Aku pun pergi meninggalkan hotel dengan perasaan kecewa.
"Sekarang aku harus kemana?" gumam ku dalam hati.
Aku pun berjalan menyusuri lorong - lorong hotel seraya menarik koperku, hingga kakiku membawaku ketaman belakang.
Aku pun duduk di sana sambil menatap bangunan gedung nan tinggi menjulang yang tak jauh dari hadapanku.
"Haruskah aku mempertahankannya? Atau malah sebaliknya aku harus merelakannya apa yang sudah di bangun Ayah dan Kakek dengan segala susah payah, peluh keringat haruskah aku membiarkan orang - orang itu untuk mengambilnya dari tanganku dengan begitu mudahnya." ucapku seraya menerawang jauh.
Aku terus memikirkannya, jika aku ingin memperbaiki hotel seharusnya aku melakukannya dengan benar setidak nya aku mempelajarinya dulu dengan baik. Dengan begitu aku tidak akan pernah menyesal. Aku serasa ingin gila karena aku tidak bisa melakukan apapun.
"Kamu bahkan belum memulai apa - apa, kenapa juga kamu harus marah?" omel Alvin.
Aku pun kesal dengan kata - kata Alvin, "Berhentilah menggodaku."
__ADS_1
"Blue dibangun kakekmu dan juga Ayahmu dengan susah payah, dan berkat kakekmu pula Ayahmu bisa sukses seperti sekarang. Usaha ada di mana - mana bahkan tanpa mendapatkan warisan pun Ayahmu tetap akan hidup jadi orang kaya." ujar Alvin mengenang.
Alvin adalah orang yang sudah lama bergabung di hotel Blue. Dia sebenarnya anak orang kaya, usaha Ayah nya ada di mana - mana. Ayah Alvin salah satu orang yang berpengaruh di hotel blue. Hanya saja hubungan Anak dan Ayah sejak dulu tidak pernah akur, dan Alvin memilih untuk pergi dari rumah.
"Di blue bukan lah sebuah tempat dimana kamu bisa membuat kekacauan lalu meninggalkan nya begitu saja. Blue adalah akarmu."
Aku pun menatap wajah Alvin. Omelan Alvib ada benarnya. Aku sadar kalau aku telah melarikan diri dari impian ku dan juga pegawaiku.
Keesokan harinya, ketika Berta sedang menenpati kantor barunya dan sedang membaca informasi dalam buku tentang general manager dan sedang menunggu.
Sesaat sedang menunggu general manager yanb baru, Berta pun segera menelpon sekretarisnya dan menanyakan perihal manager yang baru.
Pintu pun diketuk dari luar, "Tok... tok ... tok..."
"Masuk."
Ayden pun menceritakan kalau general manager yang baru yang sedang ketua Berta tunggu - tunggu sudah pergi. Ketua Berta pun marah mendengarnya, "Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya ketua Berta.
Pada saat mereka berdebat telepon yang ada di atas meja pun berdering yang ternyata telepon itu dari jaksa tentang
masalah Ayden.
Setelah selesai bicara dengan jaksa, ketua Berta pun bertanya, "Apakah ini semuanya ada hubunganya dengan Hilda? Karena aku tidak percaya jika kamu melakukannya sendirian."
Ayden hanya menganggukan kepala sebagai jawaban kalau tebakan ketua baru benar.
__ADS_1
Dengan tatapan sinis, "Aku sangat penasaran apa sebenarnya yang membuat dirimu sangat betah tinggal berlama - lama disini?" tanya Ketua Berta.
Dengan santai Ayden menjawabnya dengan bahasa formalnya, "Saya sangat penasaran dengan anda ketua."
Ketua Berta pun menanggapinya dengan senyum sedikit diwajahnya, "Saya suka dengan kejujuran mu. Silahkan temui Loman karena mulai sekarang Lomanlah yang bertugas mengelola hotel."
Ayden lalu keluar dari ruangan Ketua dan pergi mencari keberadaan Loman. Sesaat kemudian kini Ayden sudah bertemu Loman dan menyampaikan maksudnya.
"Aku butuh waktu untuk memikirkannya."
"Apa kamu tidak mempercayai kemampuan saya?" tanya Ayden.
"Tidak, aku harus menikirkannya dulu karena aku tau kamu memiliki kemampuan yang luar biasa."
"Baiklah jika memang itu alasannya maka aku akan menunggu jawaban mu biarpun
membutuhkan waktu yang lama,"
Di tempat yang lain, di dalam ruangan meeting pegawai baru yang terdiri dari tiga orang yaitu Maura, Eryk, dan Cryst sedang berkumpul bergosip ria, para pria sedang bertanya - tanya tentang apakah Ayden akan benar - benar kembali bekerja diblue sementara Maura berfikir bagaimana keadaan hotel selama di tinggalkan oleh Ayden. Karena setelah terjadinya pergantian ketua, blue mengamlami banyak perubahan dalam waktu yang sangat singkat.
"Dari pada mengkhawatirkan apakah Ayden akan kembali atau tidak, jauh lebih baik jika kita sekarang memikirkan bagaimana cara kerja baru kita," ujar Maura tiba - tiba memberi usul pada ke dua teman - teman nya.
...❤❤❤...
...MARI SALING MENDUKUNG...
__ADS_1
...TERIMA KASIH...
...❤❤❤...