TUNGGU AKU DI PINTU SURGA

TUNGGU AKU DI PINTU SURGA
TAPS. Bagian 34. Menutup pintu hati


__ADS_3

"Selain dari pada itu Ia juga menitip sepucuk surat untuk Bu Vivi dan putri kecil nya Rania satu hari sebelum kecelakaan kejadian itu." kata nya seraya menyodorkan sepucuk surat kepada ku. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cinta mu kepada ku dan juga putri ku Rania, Ketika ajal menjemput mu tetap membanjiri aku dengan cinta mu. Aku pun mengambil nya kemudian berdiri dan berlalu pergi dari sana menuju lantai dua. Setibanya dikamar aku pun duduk di tepi ranjang tempat tidur ku. Dengan tangan gemetar ku buka surat itu lalu ku baca.



Surat buat putri ayah,



Air mata ku kian deras setelah aku baca isi surat nya. "Ya Allah aku menyesal. Aku menyesal sudah menyia - nyiakan kamu yang sudah sangat tulus mencintai ku dan sangat sayang pada ku dan juga Rania anak ku." kata ku menangis dan menyesali perbuatan ku yang membuat ku menyesal seumur hidup ku.


........................


15 Tahun kemudian.

__ADS_1


Satu persaru kini telah meninggalkan aku untuk selama - lamanya termasuk bunda ku dan mantan Ibu mertuaku. Tidak ada lagi tempat ku untuk mencurahkan segala keluh kesah ku kecuali kepada-Mu yang menciptakan alam dan isinya. Tidak ada lagi senda gurau yang akan tercipta di antara aku dan bundaku. Terima kasih malaikat tanpa sayapku yang selalu mendukung aku di saat aku terpuruk dan hampir tidak bisa bangkit kembali. Semoga bunda di alam sana sudah bahagia dan semoga menjadi bidadari syurga.


*************


Lima belas tahun bukan lah waktu yang singkat untuk menata hati kembali. Aku tak pernah berniat untuk menikah kembali. Banyak lelaki yang mencoba mendekati ku namun tak mampu untuk menghapus sosok mu yang masih begitu hidup di dalam hati ku.


Hari demi hari aku abadikan hanya dengan putri ku. "Ayah apa kamu bahagia?? Bunda berhasil membimbing dia menuju jalan Allah. jalan yang di ridhoi dan sekarang putri kita sudah lulus dan meraih gelar sarjana, dan akan melanjutkan perjuangan ayah yang sempat tertunda, dan dia bebas memilih untuk menentukan jalan hidupnya sendiri tanpa harus bernasip sama dengan bunda." kata ku dalam hati sambil menatap foto pernikahan ku.



"Ada apa sayang kebiasaan deh kamu tidak ngucap salam terlebih dahulu," kata ku yang sudah berdiri siap - siap menyambut kepulangan nya.


Dia pun menghampiriku lalu memelukku.

__ADS_1


"Selamat ya sayang Bunda bangga sama kamu. Semoga ilmu yang kamu dapatkan berguna bagi orang yang banyak. Aamiin," kataku seraya melepas pelukanku, dan menuntun putri ku untuk duduk di ranjang ku.




"Bunda, Bagaimana nanti Rania menjalani hari - hari setelah menikah kan Rania tidak bisa masak, tidak bisa nyuci gimana dong bun?"


"Cinta sayang, cintai lah suami mu, cintai lah pilihan hati mu, cintai lah apa yang Ia miliki dan kamu akan mendapatkan segala nya. Karena cinta kamu akan belajar menyenangkan hati nya, akan belajar menerima kekurangan nya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikan dengan atas nama cinta," kataku seraya merangkulnya.


"Seperti cinta Bunda sama Ayah? Cinta itu kah yang membuat Bunda tetap setia pada Ayah sampai sekarang," kata putri ku lagi.


💖💖💖

__ADS_1


Bersambung. Silahkan tinggal kan jejak.


💖💖💖


__ADS_2