
"Kunci untuk menjadi bahagia adalah mengetahui bahwa kamu memiliki kekuatan untuk memilih apa yang harus di perjuang kan dan apa yang harus di lepaskan."
....................
Kini Omah dan Rania sudah berada di meja makan, sementata Vivi memutuskan untuk tidur siang. "Bunda ... jaga dan rawat anak kita walau pun kini kita tidak bersama, tapi aku yakin kamu pasti bisa melewati masa - masa sulit ini tanpa aku. Besok atau lusa jika ada seseorang yang datang melamar mu terimalah mas meridhoi mu dan meiklas kan mu. Yang terpenting sekarang ini kamu dan rania bahagia." kata mas Yusuf mengusap kepala ku. Aku pun kaget dan terbangun dari tidur ku, "Mas......mas Yusuf kamu dimana?" kata ku terbangun sambil mengerdarkan pandangan ku setiap sudut ruangan yang ada di dalam kamar ku, "Ya Allah ternyata cuman mimpi."
"Aku akan selalu memohon kepada Allah untuk berjumpa dengan mu dua kali. Sekali di dunia dan sekali lagi di syurga," kata ku berdialog dalam hati.
Aku pun beranjak dari tempat tidur ku menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Segera ku tunaikan kewajiban ku sebagai umat muslim. Setelah selesai aku pun merapikan kembali mukena dan sejadah ku ketempat nya semula. Aku pun bergegas keluar dari kamar ku menuju lantai bawah.
Di bawah.
Bunda dan Rania sedang sibuk bermain sekali - sekali pandangan mereka tertuju ke Tv, "Omah, Rania ... asyik bener main nya sampai - sampai bunda sendiri di cuekin," kata ku seraya mendekat ke arah mereka.
"Bunda ayo duduk sini sama Rania dan Oma," kata Rania memanggil agar Bunda nya mendekat.
__ADS_1
Setelah sampai dan duduk aku pun ikut terhanyut main sama mereka sampai - sampai lupa waktu.
" Astagfirullah ternyata sudah sore. Ayo, Rania kita pergi mandi!"
Dengan memasang wajah so imut nya,
"Bunda, Rania mandi sama omah saja ya." kata Rania seraya menatap omah nya seolah - olah meminta persetujuan.
"Baik lah jika itu maumu tuan putri," kata Vivi sambil menoel hidung mancung anak nya itu.
"Sudah siap." gumam ku dalam hati .
segera ku raih tas ku yang ada di atas meja lalu ku langkah kan kaki ku keluar kamar menuju lantai bawah.
__ADS_1
"Vi...kamu mau kemana pagi - pagi begini sudah rapi?" tanya Bunda ketika aku sudah sampai di bawah.
"Vivi mau cari kerja bunda, ya itung - itung siapa tau dengan Vivi punya kesibukan Vivi bisa melupakan sejenak mas Yusuf."
"Bun, Rania mana kok dari tadi Vivi tidak melihat nya?" tanya ku sambil mengedarkan pandangan ku keseluruh ruangan.
"Rania masih tidur?" jwab bunda singkat.
"Bun, Vivi titip Rania ya. Do,a kan Vivi semoga urusan nya lancar dan segera dapat pekerjaan, Assalamualaikum," kata ku sambil mencium punggung tangan bunda ku dan segera berlalu pergi dari hadapan nya.
"Waalaikumussalam."
Kini aku sudah berada di dalam mobil ku dan perlahan - lahan meninggal kan halaman rumah ku menuju jalan raya. Tujuan ku hari ini mau pergi ke salah satu perusahaan yang ada di kota ku dan bergerak di bidang agent travel yang terbesar di indonesia dan sudah memiliki lebih dari 90 cabang dan sudah tersebar di kota - kota besar seluruh indonesia.
💖💖💖
__ADS_1
Bersambung ( jangan lupa kalau sudah membaca tolong tinggal kan jejak berupa like, vote, comment dan beri bintang lima pada karya aku. Makasih )