TUNGGU AKU DI PINTU SURGA

TUNGGU AKU DI PINTU SURGA
TAPS 2. Bagian 63.


__ADS_3

Manager Berta pun keluar dari ruangan rapat dengan wajah penuh kemenangan. Pada saat Manager Berta di luar tanpa sengaja dia berpapasan dengan manager Altar.


Tapi, manager Altar memilih untuk diam dan pura - pura tak melihat dan terus saja melangkah kedepan.


"Tunggu!"


Manager Altar pun berhenti dan segera balik badan, "Ada apa manager Berta?"


Manager Berta pun geleng - geleng kepala, "Jaga bicara bicara anda sama saya. Saya ini ketua anda sekarang." ujar manager Berta yang mengklaim dirinya sebagai ketua. Walau pada kenyataannya memang sebentar lagi dia akan meresmikan dirinya sebagai ketua.


Manager Altar pun bertanya, "Apa ada yang bisa saya bantu?"


"Tolong persiapkan acara pesta untuk besok pagi dalam rangka penyambutan ketua baru di blue."


Manager Altar hanya menganggukan kepala sebagai jawabannya, Manager Berta pun berlalu pergi.


...Keseekan harinya....


Di kamar Manager Berta sedang berdandan dan mempersiapkan diri untuk keacara peyambutan ketua baru. Sambil tersenyum di depan cermin memperhatikan penampilannya, raut wajah bahagia tak dapat dia sembunyikan.


Saat tengah asyik mempersiapkan diri, tiba - tiba Ayden berada di kamar Manager Berta.


Manager Berta pun bingung kenapa Ayden masih ada di hotel, bukan kah seharusnya dia sudah di pecat oleh Rania.


Manager Berta pun menyindirnya, "Kasihan sekali kamu sebagai anak yatim piatu yang terlatih dan terdidik dengan baik oleh Brawijaya, tapi nasip kalian harus berakhir sampai disini," ujar manager Berta tetap pada amtivitas bercerminnya.


Ayden pun berjalan mendekat ke arah Manager Berta dan membisikan sesuatu ketelunganya, "Aku adalah binatang buas yang terkadang suka menggit."


"Selagi kamu dan anakmu disini bersenang - senang lah. Karena aku sekarang sedang mempersiapkaan pengalihan jabatan."

__ADS_1


Dengan angkuhnya manager Berta menyuruh Ayden kekuar dan tak perlu mengurus pemindahan jabatan.


"Tidak ada yang perlu kamu lakukan disini, jadi pergilah," ujar manager Berta mengusir Ayden agar keluar dari dalam kamarnya.


...Pesta akhir nya di mulai....


Ketika Manager Berta naik podiom, di dalam pidatonya manager Berta meminta maaf atas kejadian yang menimpa blue sampai membuat reputasi blue jatuh.


Saat sedang asyik berpidato, Aku pun menerobos masuk. Kedatangan ku di tengah - tengah pesta yang sama sekali datang sebagai tamu yang tak di undang, membuat semua orang yang hadir di acara pesta langsung ribut.


Loman langsung berdiri dengan baik, namun manager Berta segera memberikan bahasa isyarat dengan menggeleng - gelengkan kepalanya pada Loman.


Sambil menarap ku, Ketua Berta melanjutkan kata - katanya dan mengatakan kacaunya blue karena ulah ku sendiri.


"Sebagai ketua baru saya berjanji, apapun yang bisa akan saya lakukan untuk bisa mengembelikan image blue."


Aku pun menjawab, "Ini adalah kehendak Tuhan yang memandang rendah pada mahkluk mengerikan seperti kamu."


Aku pun berjalan mendekat dan mengangkat patung pahatan es kemudian mengempaskannya kelantai hingga hancur berkeping - keping.


Ketua Berta hanya senyum - senyum menyaksikan apa yang baru saja aku lakukan.


Di luar ruangan pegawai yang lainnya tercengang melihat apa yang baru saja aku lakukan dari layar televisi.


Setelah puas mengamuk aku pun pergi meninggalkan tempat pesta dengan hati hancur, sedih menyatu menjadi satu.


Saat aku keluar dari tempat pesta, Maura khawatir dan langsung mengikuti ku secara diam - diam.


Disaat yang bersamaan pula, Alvin pun lewat, Akubpun berkata, "Anggaplah aku mahluk yang tak kasat mata, yang sama sekali tidak terlihat oleh mata dan siapa - siapa."

__ADS_1


Alvin pun memberikan jas nya kepada ku, lalu berkata, "Aku tidak melihat mu."


Aku pun tersenyum kepada Alvin walau senyum kesan terpaksa, "Kamu tidak usah mencemaskan aku, aku baik - baik saja dan aku juga tidak bersedih, banyak hal yang harus aku lakukan selain bersedih."


Aku pun meninggalkan Alvin yang masih berdiri termangu menyaksikan kepergian ku.


Maura pun segera menghubungi Ayden lewat via telepon.


"Rania sudah pergi dari hotel," ujar Maura dari seberang.


"Apakah dia tidak terluka?"


"Mungkin hatinya lah yang paling terluka."


Aku pun langsung pergi kekamar ku dan membereskan semua barangku, dan sesaat kemudian aku pun pergi meninggalkan hotel diam - diam tanpa ada yang mengetahui kemana aku pergi.


Selepas aku pergi, Ayden datang kekamarku, dan menemukan kamar ku sudah dalam keadaan kosong. Saat yang bersamaan pula Alvin juga datang kekamarku. Mereka pun bertemu.


"Kemana Rania? Kenapa kamarnya kosong," ujar Alvin seraya mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan dan tidak menemukan barang yang tersisa sebagai tanda aku tidak benar - benar sedang pergi meninggalkan hotel.


"Aku juga tidak tau Rania pergi kemana? Aku datang kamarnya sudah dalam keadaan kosong."


...💖💖💖...


...Mari saling mendukung...


...Terima kasih...


...💖💖💖...

__ADS_1


__ADS_2