
Hari ini, detik ini, aku duduk dikursi ini, mengerjakan tanggung jawabku sebagai seorang atasan, menjalani hidupku sebagai Rania Calista Putri, untuk sampai ke titik ini dalam hidupku, aku memulai banyak keputusan - keputusan yang aku syukuri yang telah aku ambil. Memang aku pewaris dari semua ini tapi bukan berarti untuk mendapatkan posisi ini aku tidak berjuang.
Selama memulainya belajar aku bahwa, "What doesn"t kill you stronger," ( seperti judul lagu ya pemirsa kata - katanya 😂😂 ).
Aku belajar menertawai diri sendiri, belajar dari hikmah setiap situasi dan aku yakin, seyakin - yakinnya pada pepatah yang mengatakan bahwa pengalaman adalah guru yang paling hebat. Tapi untukku kegagalan selalu mengajarkan lebih banyak hal dari keberhasilan. Kegagalan mengajarkan arti manisnya keberhasilan, nikmatnya bersyukur. Kegagalan terkadang menjadi tamparan untuk ego dan kesombongan. Membuatku lebih humble dan realistis.
Tiba - tiba aku merindukan orang yang sudah puluhan tahun meninggalkan ku untuk selama - lamanya. Ku tatap foto kami bertiga yang ada di atas meja kerjaku, walaupun aku tidak tau persis wajahnya tapi melihat dia di dalam foto pasti dia ganteng, baik hati dan tidak sombong nampak jelas di foto itu.
"Bu, apakah anda baik - baik saja," tegur sekretaris pribadiku sekaligus sahabatku waktu kami sama - sama kuliah dulu.
Tepukan lembut di bahuku menyadarkan aku dari dunia khayalanku. Aku pun tergagap dan berusaha menyembunyikan air mataku yang kini menetes di kedua mataku lalu turun membasahi pipiku. Setelah sadar dan kembali kedunia nyata, "Kamu ngapain disini dan sejak kapan kamu ada disini?" tanyaku pada Nadia bella safitri yang tak lain adalah sekretaris pribadiku.
"Makanya non jangan mengkhayal, dan melamun pagi - pagi, jadi tidak tau kan kapan aku disini diruangan ini," jawabnya seraya meletakkan berkas - berkas ke atas meja yang sedari tadi di pegang oleh Bella.
"Apa saja jadwalku hari ini?" tanya Rania seraya menatap wajah sekretaris pribadinya itu.
"Untuk hari ini tidak ada jadwal diluar, hanya saja anda harus membaca ini semua dan menandatanginya, dan untuk besok pagi anda ada rapat," ucap Bella seraya menunjukan berkas - berkas yang di letakkan di atas meja tadi.
__ADS_1
"Baiklah kamu bisa keluar sekarang," perintah Rania.
Bella hanya mengganggukan kepalanya kemudian berlalu pergi. Kini Rania sedang bergulat dengan berbagai macam dokumen di atas meja, "Aku bingung harus memulainya dari mana," gumam ku dalam hati.
Kini waktu telah beranjak siang saatnya istirahan dan makan siang.
Tok....tok....tok.
"Masuk," perintah dari dalam.
Pintupun terbuka kemudian tertutup. Rania pun mengangkat wajahnya dan melihat siapa yang datang, Rania, "Eh, kamu bell, ada apa?"
"Makan siangnya di kantin kantor saja," jawab Rania.
"Baik bu akan saya siapkan," ujar Bella seraya berlalu pergi.
Sesaat kemudian kini Rania dan Bella sudah berada di kantin perusahaan. Mereka makan tanpa berisik, tidak butuh waktu lama kini mereka sudah menyelesaikan makan siangnya dan segera kembali kekantor.
__ADS_1
Sementara mereka berjalan, mereka sambil bergosip ria.
"Bagaimana kabar hotel kita yang ada di kota B?" tanya Rania seraya menatap wajah bella, lalu fokus berjalan kedepan.
"Sepertinya di sana ada masalah?" jawab Bella.
"Kamu yakin?" tanya Rania.
"Yakin kan, kita menempatkan orang kepercayaan kita disana, jadi kita bisa mendapatkan informasi kapan saja yang kita mau termasuk kekacauan yang terjadi disana sekarang," jawab Bella.
"Terus pantau nanti kalau ada waktu saya akan berkunjung kesana," perintah Rania.
💖💖💖
Silahkan tinggalkan jejak like, vote, komen dan rate 5 . Terima kasih.
Maaf bertele - tele.
__ADS_1
💖💖💖