
"Apakah anda yang menyuruhnya meminum obat yang seharusnya tidak dia minum karena perintah Brawijaya?" tanya Ayden memastikan.
Pertanyaan Ayden membuat sang dokter bertambah semakin tegang, gugup dengan tergagap, "Aku tidak tahu tentang obat itu dan aku juga tidak tahu kalau Tuan Abid akan pergi secepat ini."
Ayden pun mengancam dokter itu, "Baik lah jika anda tetap tidak mau mengakuinya. Bagaimana kalau masalah ini kita selesaikan di kantor polisi?" tanya Ayden yang berkeyakinan bahwa perginya Tuan Abid pasti ada hubungannya dengan sang dokter dan Ayah angkatnya.
Dokter itu pun makin bertambah ketakutan dan langsung mencegah Ayden. Dengan takut sang dokter berkata,"Aku hanya melakukan sesuai perintah Brawijaya."
Ayden yang mendengar penuturan sang dokter, kini tersulut emosi. Dengan menarik kerah baju sang dokter, "Bagaimana mungkin seorang dokter terhormat menjadi pembunuh sahabatnya sendiri, hanya karena demi uang."
Dokter itupun berkata, "Kamu jangan lupa Ayden, yang membunuh Tuan Abid itu adalah kamu."
Ayden yang menyadari merasa sangat terguncang, saat menyadari kebenaran dari perkataan sang dokter itu.
"Aku harap kamu dapat menghentikan Rania untuk tidak mengungkit kembali kejadian 20 tahun yang lalu, jika tidak nyawa Rania dalam bahaya karena Brawijaya tidak akan melepaskan Rania begitu saja," ujar dokter itu mengingatkan.
"Kamu dan aku juga tidak akan bisa lepas dari Brawijaya," ujar dokter itu kemudian.
__ADS_1
Ayden pun memperingatkan, "Jika anda masih mau hidup, tetaplah tugup mulut."
Setelah itu Ayden pun pergi meninggalkan dokter itu. Ayden ingat perkataan Rania, kalau Ayahnya meninggal bukan hanya karena kecelakaan maut di malam itu. Tapi Rania meyakini pasti ada penyebab lain di balik kematian Ayahnya. Ayden pun berteriak frustasi saat tau secara tidak langsung dialah pembunuh Tuan Abid.
💖💖💖
Semenjak Rania tinggal di hotel satu persatu permasalahan yang selama ini Rania memang tau, sedikit demi sedikit mulai terungkap.
Tujuan awal Rania datang kehotel ini untuk melihat kekacauan apa yang sebenarnya terjadi, tapi fakta yang Rania dapatkan adalah tragedi di balik kematian sang ayah 20 tahun yang lalu. Dan mulai berambisi untuk mengungkapnya hingga ke akar - akarnya. Dan akan membasmi satu persatu tikus - tikus nakal itu dan membersihkan kembali nama Blue.
💖💖💖
Kini Rania berada di kebun belakang hotel. Rania sekarang menyiram tanaman, sambil curhat kepada tanaman itu yang menganggap kalau tanaman itu adalah Ayahnya. Rania pun bengong melihat Ayden yang tiba - tiba ada di sana. Ayden pun berjakan mendekat ke arah Rania.
"Kenapa kamu menatap ku seperti itu? Apa kamu akan mengatai aku gila karena aku bicara pada bunga - bunga itu? Jangan melakukannya, aku sangat waras."
Saat Rania hendak berlalu pergi, Ayden lalu mencegahnya. Rania pun marah dan menampik kasar tangan Ayden. Sesaat Ayden hanya memandangi Rania dengan tatapan sedih, dan Rania pun berkata, "Aku berjanji bahwa mulai sekarang aku tidak akan membiarkan mu untuk melakukan apa pun yang kamu inginkan lakukan pada ku dan blue," ujar Rania mengingatkan.
__ADS_1
Rania lalu hendak melangkah pergi dari sana, tapi lagi - lagi Ayden menahan dan menarik tangan Rania, hingga Rania jatuh kedalam pelukan Ayden. Rania pun menjadi sangat terkejut dengan aksi Ayden yang tiba - tiba memeluknya. Sedangkan Rania tau kalau Ayden sangat membenci diri Rania.
Hal ini membuat Rania berusaha semakin keras untuk memberontak.
Di saat Rania hendak melepaskan pelukannya, "Biarkan sesaat seperti ini," ujar Ayden yang kini sudah memeluk erat tubuhku seolah - olah meminta kekuatan dari sana.
Setelah Ayden melepaskan pelukannya dari Rania, Rania baru menyadari kalau mata Ayden sedang berkaca - kaca. Sesaat aku bingung dengan ekspresi Ayden, tapi aku kemudian berucap, "Tipuan apa lagi yang akan kamu mainkan di depanku."
"Udara malam sangat dingin, segera masuk!" ujar Ayden dengan nada lembut.
Ayden pun melangkah pergi, tapi sebelum dia melaangkah lebih jauh Rania pun berteriak, "Aku tidak akan mengalah darimu."
💖💖💖
Teman - teman, mari saling mendukung ya...
__ADS_1
Terima kasih......
💖💖💖