TUNGGU AKU DI PINTU SURGA

TUNGGU AKU DI PINTU SURGA
TAPS 2. Bagian 48.


__ADS_3

Pada saat yang bersamaan Rania pun keluar dari kamar nya, lalu berajan dan melihat ada keributan di sana.


"Ada apa ribu - ribut?" tanya Rania pada semua orang yang ada di lobi hotel.


Mereka pun saling berpandangan satu sama lain.


"Kenapa tidak ada yang menjawab?' bentak Rania seraya menghentakkan kakinya.


"Begini Nona, pegawai baru ini menyuruh Alvin untuk pergi mengambilkan beberapa dokumen yang di perlukan sama dia," ujar manager Akhtar menjelaskan seraya menunjuk pegawai baru itu.


Rania pun menyela mereka dan menyuruh mereka meminta semua laporan itu langsung kebagian manajemen.


Rania pun menghampiri Alvin dan dengan senangnya Rania mengatakan kalau dirinya baru saja mengingat semua pelajaran yang dibuku yang yang manaher Berta berikan tadi.


"Maaf Nona, saya memerintah Alvin karena saya adalah atasannya dia. Wajar saya menyuruhnya apa saja."


Tapi, Rania mengabaikan kata - kata pegawai baru itu. "Alvin, segera ganti interior kamarku dengan barang - barang bergambar hello kity!" perintah Rania pada Alvin.


"Meong ... meong ... meong. Kamu tahu kan hello kity?" tanya Rania pada Alvin.


Dengan begitu pegawai baru itu tidak akan bisa melakukan permintaan pegawai baru itu, karena dia harus melaksakan perintah Rania.


Pegawai baru itupun mengeluh, "Tapi kan Anda belum di pilih dan terpilih menjadi ketua. Jadi, Anda belum bisa seenaknya memerintah pegawai yang ada di sini."


Lalu Rania pun menjawab dengan sinisnya, "Walaupun saya belum dipilih sebagai ketua. Tapi Anda harus ingat kalau disini saya sebagai tamu. Tamu yang wajib kalian layani bak putri raja."


"Bahkan kalian tidak memberiku diskon. Bukankah tanggung jawab seorang hotelier adalah menempatkan tamunya lebih dari pada lainny," ujar Rania kemudian.


Perkataan Rania langsung membuat mereka yang ada di lobi langsung senyum diam - diam.


Setelah berkata begitu Rania pun pergi dari sana dan menuju ruang rapat. Saat berjalan keruang rapat, Rania melirik Hilya yang mengikutinya dari belakang. Saat Rania mempercepat langkahnya, Hilya juga mempercepat langkahnya. Saat Rania memperlambat kangkahnya, Hilya juga melakukan yang serupa.


Rania pun berhenti dan menoleh kebelakang, "Aku lagi sibuk, jadi jangan ganggu aku dan pergilah," ujar Rania.


"Kamu terlihat baik hari ini," puji Hilya.


Hilya pun berjalan mendekat ke arah Rania, kumudian berucap, "Aku bisa membantumu jadi ketua."

__ADS_1


Rania pun curiga, "Permainan apa lagi yang akan dia mainkan," ujar Rania dalam hati.


Hilya yang seakan mengerti dengan apa yang ada di isi kepala Rania, Hilya pun berkata, "Aku tidak akan menipumu. Aku datang sebagai direktur."


"Karena orang seperti mu, politik negara di penuhi oleh penipu dan korupsi," ujar Rania.


Mendengar hal itu, Hilya pun berkata, "Apa pun yang kamu lakukan untuk saat ini juga bisa di artikan sebagai korupsi. Kamu sama sekali tidak mengerti apa pun tentang dunia perhotelan dan ingin menjadi ketua karena hanya kamu adalah putri Tuan Abid. Lagi pula jika kamu menjadi ketua, kamu hanya akan menjadi orang - orang sawah yang pada akhirnya hanya akan menghancurkan blue."


Lalu Hilya pun berkata lagi, "Aku berjanji asal kamu tidak akan pernah mengganggu Ayden lagi. Aku berjanji akan menjadikan mu ketua."


"Apa Ayden yang menyuruhmu untuk menyatakan ini? Wah kalian sangat cocok," ujar Rania setelah lama terdiam dan hanya menjadi pendengar saja.


Dia pun mengulang lagi ucapannya dengan permintaan yang sama, "Berjanjilah padaku bahwa kamu tidak akan mengganggu Ayden lagi."


Raniapun tidak menggubris kata - kata Hilya. Rania pun segera melangkah pergi dan masuk keruang rapat begitu pula dengan Hilya.


Kini Rania dan Hilya sudah berada di dalam ruang rapat. Rania duduk di kursi ketua dengan menghela nafas gugup. Saat Rania menatap wajah manager Berta, dia langsung tersenyum padanya tapi manager Berta langsung memalingkan wajahnya.


Rapatpun dimulai, direktur Evano yang bertugas sebagi pemimpin rapat meminta semua direktur untuk mengangkat tangan jika mereka menyetujui Rania sebagai ketua baru.


Brawijaya yang tadinya tidak angkat tangan, tiba - tiba angkat tangan dan membuat direktur yang lainnya terkejut dan saling berpandangan satu sama lain.


Setelah Brawijaya angkat tangan, direktur yang lainnya pun menjadi ikut angkat tanagn.


Saat Hilya yang tidak angkat tangan, melihat raut wajah Rania yang nampak gugup, dia pun langsung tersenyum kemudian angkat tangan.


Manager Berta yang tidak angkat tangan, tiba - tiba bersuara lalu bertanya, "Apa yang akan anda lakukan untuk mengatasi kerugian yang di alami blue semenjak kepergian Tuan Abid?"


Pertanyaan itu langsung membuat Rania bertambah gugup dan Brawijaya tersenyum puas melihat Rania tidak bisa berkutik lagi.


Dengan gugup dan terbata - bata Rania pun berucap, "Saya ... akan berusaha keras ...."


Manager Berta langsung menyela, "Jawaban yang di berikan oleh pemimpin blue, sebuah hotel yang berharap menjadi hotel terbaik se-Asia, adalah dia akan akan berusaha melakukan yang terbaik."


Rania pun tidak bisa menjawabnya. Manager Berta langsung menunjukan kepada semua direktur bahwa Rania masih belum siap untuk menjadi ketua baru.


"Kita akan mengadakan voting lagi, 3 bulan kedepan terhitung sejak hari ini, dengan syarat Rania harus mampu menghasilkan keuntungan 100%."

__ADS_1


Syarat yang di ajukan manager Berta langsung membuat direktur yang lain heboh karena syarat itu terlalu sulit apa lagi dalam situasi seperti saat ini.


"Baiklah, aku terima tantangan dari mu," ujar Rania yakin akan pilihannya.


"Dalam waktu 3 bulan, Anda akan menyesali kata - kata Anda sendiri," ujar Rania menantang manager Berta.


"Itu lah yang kuharapkan."


Setelah rapat bubar, Rania masih belum pergi dari ruang rapat. Rania sedang mondar mandir dengan kesal didepan manager Berta.


"Dasar nenek sihir pengkhianat," umpat Rania kesal.


"Apa kamu lupa untuk tidak mempercayai siapapun."


"Aku tidak tahu kalau ternyata Anda salah satu di antara mereka."


"Perlindungan Ayahmu berakhir sampai disini. Dalam waktu 3 bulan, kamu harus berdiri sendiri dengan tegak dan kuat dan jangan biarkan orang lain memerintahmu. Buktikan kemampuanmu. Itulah cara agar kamu bisa menjadi pemilik hotel ini."


Saat manager Berta hendak pergi, Rania pun bertanya, "Apakah aku tidak boleh mempercayaimu?"


Manager Baek hanya mengangguk sebagai jawabannya.


Tapi aku ada saran, "Gunakan kemampuan general manager Ayen."


Rania pun bertanya dengan heran, "Mengapa aku harus memanfaatkan orang seprti Ayden?"


Manager Berta pun menjawab, "Karena Ayden akan sangat berguna untuk melancarkan tantangan 3 bulan sebelum kamu membuang Ayden kejalanan."


💖💖💖


Mari saling mendukung dengan cara like, vote, komen dan jangan lupa rate lima jika anda suka. Terima kasih....



Terima kasih....


💖💖💖

__ADS_1


__ADS_2