TUNGGU AKU DI PINTU SURGA

TUNGGU AKU DI PINTU SURGA
TAPS. Bagian 33. Penyesalan 2


__ADS_3

Aku marah karena tak bisa menghentikan penyesalan ku. Aku marah karena tidak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkan ku sholat meskipun kini ku lakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena ingin minta maaf, minta maaf kepada Allah karena menyia- nyiakan suami yang dinanugrahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna, shalatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah kepadaku ditunjukkan nya dengan begitu banyak perhatian dari keluargaku untuk ku dan anak ku. Empat puluh hari setelah kepergian mu bunda dan mama mertua selalu mengingatkan ku dan mendukungku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada malaikat kecil yang menungguku dan harus ku hidupi.


*****************


Beberapa hari kemudian.


Di siang itu ketika aku sedang duduk termenung di pinggir tempat tidurku dengan berjuta masih rasa penyesalan menari - nari di benakku. Bunda datang menghampiri ku.


"Vi, Mama dan Papa mertua mu ada di bawah tu sekarang," kata Bunda yang datang membuyarkan lamunan ku.


"Bun, apakah ini nyata? Apakah Vivi saat ini tidak sedang bermimpi buruk. Bun, jika Vivi saat ini bermimpi tolong Bun, bangun kan vivi dari mimpi buruk ini," kata ku pada sambil memegang kedua tangan nya dan air mata tak terbendung lagi.


"Sudah lah Vi, jangan nangis terus jangan sedih lagi ikhlaskan dia yang telah pergi Allah mengambil orang yang kamu cintai berarti Allah sangat menyayangimu dan Allah tau kamu wanita kuat dan sholehah makanya Dia mengujimu untuk yang kedua kali nya. Percaya sama bunda setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan dan Allah sudah menyiap kan jodoh yang terbaik untuk kamu,"

__ADS_1


kata Bunda menasehati putri satu - satu nya itu seraya memeluk nya.


"Sudah jangan nangis lagi sekarang kamu pergi dulu temui mertua kamu ada di bawah sekarang sedang menunggu mu," kata Bunda seraya menghapus air mata ku.


Beberapa menit kemudian.


"Mama, Papa apa kabar?" kata ku kemudian dan melangkah ke arah mereka serta mencium punggung tangan mertua ku bergantian.


"Alhamdulillah baik seperti yang kamu lihat sayang," kata Mamaku saat sudah berada di hadapan nya.


"Vi, perkenalkan ini Pak Lukman. Dia seorang notaris. Dia sudah lama bekerja sama dengan mas Abid dan dia salah satu orang kepercayaan mas Abid semasa hidup nya. Sekaligus teman mas Abid waktu kuliah dulu," kata papa menjelaskan.


"Silahkan diminum dulu teh nya mumpung lagk hangat - hangat nya!" kata Bunda datang membawa nampan berisi lima buah gelas teh hangat, dan meletakkan gelas - gelas tersebut di atas meja kemudian duduk di samping besan nya itu.

__ADS_1


"Makasih Bu atas teh nya," kata Mama seraya menyungging kan senyum tipis.


"Begini Bu, Vivi. Satu hari sebelum kepergian Pak Abid. Seluruh aset yang Ia miliki di rubah nama kepemilikan atas nama Ibu dan Rania dan sebagian lagi buat Bu Fani." kata pak lukman mengawali pembicaraan.


"Selama ini mas Abid mempunyai usaha yang dia rintis semenjak kuliah dulu, dan mengalami kemajuan yang sangat pesat sehingga usaha nya itu dalam waktu yang singkat dapat berkembang dan membuka cabang di berbagai daerah," kata Pak Lukman menjelaskan dan mengenang saat - saat kebersamaan sahabat nya itu dulu.


"Salah satu usaha nya yang mengalami kemajuan sangat pesat pada waktu itu Abid Collection yang saya sendiri yang memegang nya," kata nya lagi.


💖💖💖


Bersambung......


Silahkan tinggalkan jejak dengan cara, like, vote, komen dan jangan lupa rate lima ya jika kalian suka dengan karya aku. Terima kasih.

__ADS_1


💖💖💖


__ADS_2