
"Jangan salah kan dirimu atas keputusan yang salah. Setiap orang membuat nya. Jadikan mereka pelajaran tuk keputusan mu selanjut nya."
...................... ❤❤❤❤❤❤ ...........
Hari yang melelahkan akhir nya terlewatkan juga. Setelah acara pernikahan kami selesai kami pun pulang kerumah bunda. Tidak butuh waktu lama kini kami sudah tiba di tempat tujuan. Kami pun langsung masuk ke dalam dan menuju ke kamar masing - masing.
Di kamar.
"Mas, kalau kamu mau mandi. Pakai saja duluan kamar mandi nya." kata Vivi yang kemudian berjalan ke arah lemari untuk mengambil handuk bersih untuk suami nya.
Abidpun berjalan mendekat keistrinya dan tiba - tiba melingkarkan tangannya di perutku. Akupun laget dan gugup sudah lama aku tidak merasakan sentuhan seperti ini.
"Mas sudah lepaskan aku, mas mandi dulu!"
"Baik lah aku akan mandi terlebih dahulu." kata Abid kemudian, dan mengambil handuk di tangan Vivi kemudian bergegas masuk ke kamar mandi.
Setelah Mas Abid menghilang di balik pintu kamar mandi, Vivi pun segera duduk di kursi meja rias sembari membersihkan make up yang masih menempel di wajah nya lalu kemudian mengganti baju nya dengan handuk kimono.
Beberapa menit kemudian kini Vivi sudah berada di dalam kamar mandi, dan sudah menyelesaikan ritual mandi nya. Dia pun sudah memakai baju tidur nya semenjak dari dalam kamar mandi.
__ADS_1
Saat Vivi sudah berada di kamar nya. Aku pun menemukan Mas Abid sudah tertidur pulas di atas tempat tidur. Karena kelelahan aku pun ikut merebahkan tubuhku di ranjang sama dengan mas Abid dengan guling sebagai pembatas.
********
"Pancaran fajar di pagi hari adalah pancaran semangat. Semangat baru di hari yang baru. Sambut pagi dengan senyuman dan suasana hati yang baik."
********
"kring.., kring..., kring."
Bunyi jam weker yang ada di atas nakas.
Aku pun melangkah masuk ke kamar mandi untuk segera membersih kan tubuh ku lalu berwudhu setelah itu ku tunaikan kewajiban ku sebagai umat muslim.
***************
Tidak ada yang tahu kalau aku tidak bahagia dengan pernikahan ku. karena kami akan terlihat mesra jika berada di depan bunda ku ataupun mertua ku.
__ADS_1
Aku membencinya, itu lah yang selalu aku bisikan dalam hati ku hampir sepanjang kebersamaan kami.
Meskipun kami menikah tapi aku tak pernah menyerahkan hati ku pada nya. Menikah karena perjodohan membuat ku membenci suamiku sendiri. Walaupun menikah karena di jodohkan aku tak pernah tahu bagaimana kehidupanku nanti selanjutnya.
Bundaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok yang sempurna untuk putri satu - satu mereka.
Ku lakukan segala hal sesuka hati ku. Suami ku juga memanjakan aku sedemikian rupa. Aku tak benar - benar menjalani tugas ku sebagai seorang istri.
Aku telah menyerahkan hidup ku pada nya. sehingga tugas nya lah membuat aku bahagia dengan menuruti semua keinginan ku. Jika ada sedikit masalah, aku selalu menyalah kan suamiku.
Aku tak suka handuk nya yang basah yang di latakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, dan aku benci ketika ia memakai komputer ku meski hanya menyelesaikan pekerjaan nya . Aku marah kalau ia menggantung baju nya di kapstock baju ku. Aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencet nya dengan rapi.
Vivi yang lemah lembut, penyabar, penyayang kini hilang entah kemana. Sekarang yang ada hanyalah Vivi yang egois, mau menang sendiri dan harus di layani bak seorang ratu.
💖💖💖
Bersambung ( Setelah membaca mohon meninggalkan jejak dengan cara like , vote , comment dan beri bintang lima pada karya aku ya . makasih )
💖💖💖
__ADS_1