
Sesaat Ayden memandanginya dengan kesal, "Sudah lah Ayden, tidak usah mengeluh lagi karena pada saat kamu menginginkan hotel ini, kamu jangan mau di bodohi. Atau kamu ingin kembali kedunia yang seprti sampah, maka aku dengan senang hati akan mengantarkan mu kesana?" ujar Brawijaya.
"Aku mencintaimu, Ayden," ucap Brawijaya kemudian.
Ayden pun tersenyum seraya berkata, "Tapi anda telah melupakan sesuatu, jika saya kembali ke dunia sampahku, jika saya kembali menjadi diriku sendiri seperti yang dulu, maka saya tidak rugi sedikit pun, dan tidak ada yang harus saya takutkan."
Ayden pun mengeluarkan ponselnya untuk memutar rekaman telepon dari Tsaniah yang mengatakan kalau dia ada di lantai bawah sekarang, rekaman itupun membuat Brawijaya gemetar marah.
"Jika dia mengetahui kebenaran tentang Ayahnya yang sangat baik sedunia, bukan kah dia akan cukup terkejut?" tanya Ayden.
Brawijaya sangat marah sampai ingin memukul Ayden dengan tongkatnya, tapi saat dia melihat Ayden, tidak bergeming sama sekali dengan ancamannya, dia pun langsung menurunkan tongkat nya kembali.
Brawijaya pun menatap Ayden, "Kamu jangan macam - macam dengan Tsania, sebagai gantinya aku berjanji akan menjadikanmu ketua besok pada rapat dewan direksi. Aku juga berjanji akan meminta maaf, karena itu aku mohon padamu untuk menyuruh Tsania pergi sekarang," perintah Brawijaya pada Ayden.
"Sudah terlamabat," ujar Ayden singkat.
*******
Keesokan harinya.
__ADS_1
Manager Berta menemui Rania untuk mendandaninya, Sesaat Rania tidak mengerti kenapa Rania di dandani seperti ini, manager Berta langsung menjelaskan kalau mereka harus menutupi kekurangan Rania yang kurang di percaya, kurang elegan, dan otak Rania yang kurang pintar.
Rania tersinggung, "Bibi, aku tidak pintar dan elegan. Anda mungkin tidak tau, tapi aku ini pernah kuliah di ...." Seblum Rania menyelesaikan kalimatnya, manager Berta langsung menjentikkan tangannya dan pelayan langsung masuk membawakan baju - baju yang akan di pilih untuk penampilan Rania di rapat dewan direksi.
Rania menolaknya, "Aku tidak mau memakainya karena semua baju - bajuku adalah baju - baju disigner yang limited edition."
"Baju - baju designer terkenal tidak akan mampu Bibi membelinya bahkan dengan gajih satu tahun."
"Aku bukan Bibi mu, tapi panggil aku manager Berta. Ubahlah cara bicara sialanmu itu."
Raniapun terkejut, "Apa kamu bilang? Sialan?"
Manager Berta lalu menyabet - nyabetkan tongkatnya kebaju - baju itu, sambil memberitahukan Rania bahwa bagi seoranv presdir, baju juga bagian dari strategis bisnis karena itu lah mulai sekarang tema utama dari fashion yang akan Rania pakai adalah elegan, kepercayaan dan kuat.
"Kamu harus memilih baju yang telihat minimalis dengan riasan yang minimalis ( natural) pula."
Rania takut setiap kali manager Berta menyabetkan tongkatnya, "Aku mengerti. Akan aku lakukan apa pun yang kamu minta."
Manager Berta kemudian berucap seraya menyodorkan buku, "Kamu hanya punya waktu 4 jam sebelum rapat di mulai untuk mempelajarinya."
__ADS_1
Saat membuka buku itu, Rania pun terkejut dan heran karena sangat banyak yang harus Rania pelajari sementara waktu hanya 4 jam terhitung saat ini.
******
Di meja resepsionis dua orang pegawai sedang bertengkar tentang siapa yang akan menjadi ketua baru, manager Jang dan Noah datang untuk mengehentikan mereka, manager Jang memberitahukan kepada mereka bahwa jika Rania menjadi ketua maka siapa yang akan untung.
"Alvin, kekasih sang putri," jawab Noah.
"Kamu cepat tanggap," puji manager Jang.
Karena itulah manager Akhtar dengan dengan ketulusan hati mendoakan semoga Rania benar - benar menjadi ketua baru. Saat Noah bertanya apakah manager Akhtar yang menyebarkan rumor kalau Alvin menyukai Rania, manager Akhtar langsung membela diri kalau dia melakukannya untuk menyebarkan berita baik.
💖💖💖
Mari saling mendukung .....
💖💖💖
__ADS_1