TUNGGU AKU DI PINTU SURGA

TUNGGU AKU DI PINTU SURGA
TAPS. Bagian 29. Terlambat jatuh cinta


__ADS_3

Satu tahun kami hidup bersama membina rumah tangga yang tidak harmonis. Semua aku lakukan atas dasar sesuka hati ku.


Kadang - kadang kalau aku memasak nasi aku hanya akan memasak untuk ku, dan anak aku. Kalau ada sisa Ia baru makan. Kalau tidak ada Ia cukup memasak mie instan dan aku tidak mau tau Ia mau makan atau tidak. makan nasi atau bukan, makan sayur atau tidak. Belakangan ini kulihat dia selalu minum obat, tapi aku tidak mau tau dia minum obat apa karena aku males untuk bertanya padanya.


Walau pun perlakuan ku selalu tidak adil kepada nya, tak sekali pun Ia menyakitiku. Meskipun bayangan mu masih sering hadir dalam mimpi - mimpiku. Mungkin kamu sudah merelakan aku mencintai mas Abid seperti dulu aku mencintai mu.


Meskipun sulit aku terus berusaha. Aku telah mencintai nya untuh. Membiarkan Ia mengambil seluruh cintaku untuk nya. kebahagiaan kami tak terhingga. Tidak ada lara dalam hidup ku.


Namun sekali lagi semua takdir telah di tentukan oleh-Nya. Aku terlambat mencintai nya.


"Ayah yakin mau berangkat ke luar kota sekarang? kan di luar lagi hujan deras mana petir dan kilat lagi." kataku dengan perasaan was - was, seraya merapikan baju nya ke dalam tas.

__ADS_1


"In sya allah ayah yakin bun." kata suamiku yang saat itu sedang memakai baju dan siap - siap untuk berangkat.


"Apa tidak bisa di tunda? setidak nya ayah berangkat setelah hujan berhenti." kata ku yang saat itu takut seolah - olah pertemuan itu adalah yang terakhir untuk ku setelah satu tahun bersama.


"Tidak bisa bunda, ayah harus segera sampai disana. Lagi pula kontrak kerja ini sudah lama ayah nantikan demi kelangsungan perusahaan dan hotel kita, dan sekarang saat nya sudah tiba tidak mungkin ayah sia - sia kan kesempatan yang tidak datang dua kali." kata suamiku seraya duduk di sofa dan memakai sepatu nya. Berat sungguh sangat berat hati aku mepaskan suami ku pergi ke kota S.


"Ya sudah kalau begitu ayah hati - hati ya di jalan, dan jangan lupa untuk mengabari bunda di mana pun ayah berada, ok." kata ku pada suami ku sambil memeluk tanpa terasa air mata ku kini menetes di pipi ku.


"Ya sudah buruan gih ayah berangkat, dan hati - hati di jalan ya jangan ngebut - ngebut." kata ku seraya berjalan bergandengan tangan menuruni anak tangga satu persatu mengantar nya sampai kedapan pintu rumah.


"Bunda hati - hati di rumah jika ada apa - apa segera hubungi ayah." kata suamiku sembari mengecup kening ku dan aku pun mencium punggung tangan suami ku yang ternyata semua itu adalah yang terakhir kali nya.

__ADS_1


Ku langkah kan kaki ku menuju lantai dua di mana kamar kami berada. Hujan belum juga berhenti bahkan semakin deras saja.


"Ya Allah lindungi lah suami ku dari marabayaha, dan dimana pun dia berada di saat aku tak bersama nya dan selamat kan lah dia dari pergi hingga perjalanan kembali pulang kerumah. Aamiin." gumam ku dalam hati berdo,a untuk keselamatan suami ku.


Karena capek dan tidak bisa berdamai dengan hati, pikiran dan perasaan ku akhir nya aku pun memutusk kan untuk tidur.


💖💖💖


Bersambung silahkan tinggal kan jejak dengan cara like, comment, vote dan beri bintang lima pada karya aku ya. Terima kasih .


💖💖💖

__ADS_1


__ADS_2