
Tidak lama kemudian kondisi kamu kembali normal tapi kamu dalam keadaan koma. Kamu pun di pindah kan ke ICU. Dengan segela kemungkinan kabar terburuk. Aku pun segera mengirim pesan ke pada ibu dan ayah serta bunda agar segera datang kerumah sakit mengingat keadaan kamu yang sedang koma. Aku hanya sendiri saat itu sambil menangis menunggu kekuarga kita datang di depan ruang ICU. Aku tidak tenang menunggu kabar dari dokter dan suster mengenai keadaan kamu aku pun berjalan mencari mereka setelah bertemu dengan mereka.
"Dok, tolong lah suami saya, saya mohon apa pun dilakukan buat suami saya," seraya menangkup kedua tangan ku di dada sebagai tanda aku memohon.
"Maaf, Bu kami sudah melakukan semua yang terbaik kami hanya manusia biasa hanya do,a dan mukzizat yang bisa menolong suami ibu saat ini, Maaf kan saya Ibu," kata dokter itu yang tiba - tiba ikut menangis dan menggengam tangan ku kemudian dokter itu berlalu pergi dari hadapan ku.
Di tempat yang lain.
__ADS_1
Ayah dan Ibu yang mendapat kan kabar buruk dari aku segera menuju rumah sakit mereka membawa makanan, minuman dan tak lupa buah - buahan yang mereka beli untuk ku dan untuk diri mu makan di saat nanti kalau kamu sudah bangun dari koma mu. Tidak butuh waktu lama kini mereka sudah tiba di rumah sakit dan segera menuju ruang ICU di saat yang bersamaan bunda pun juga tiba di ICU.
"Vi," kata Bunda memanggil ku. aku pun menoleh ke asal datang nya suara. Aku pun, mendekat kemudian memeluk orang yang sudah aku rindukan beberapa bulan ini yang tidak pernah menghubungi ku bahkan tidak pernah mengunjungi ku di rumah yang aku bilang istana kecilku bersama mas Yusuf.
"Kamu yang sabar, ya anak Bunda kuat, anak bundakan wanita hebat. Udah dong jangan nangis mulu ntar cantik nya ilang lo!" kata Bunda yang mencoba menghibur ku seraya melepas pelukan nya. Mertua ku yang menyaksikan itu kini mendekat dan memeluk ku secara bergantian dan sesekali melontar kan kalimat - kalimat menguatkan. Aku bersyukur kehadiran mereka disini di sisi ku saat ini di mana aku sedang butuh buat menyemangati dan mendukung ku untuk tetap tegar dan kuat, untuk menghadapi kemungkinan - kemungkinan yang akan terjad.
Dalam hati aku berkata,
__ADS_1
"Ayah bangun, jangan tidur terus ingat Bunda dan calon anak kita, Ayah harus kuat."
Setelah selesai aku pun melanjutkan tidur ku. Malam ini aku tidak tidur sendiri ada ibu, ada ayah dan ada bunda yang menemani ku. Belum juga aku tertidur tiba - tiba suster masuk keruangan kamu dan memanggil ku bahwa kondisi kamu menurun, terutama nadi kamu menjadi 60 an. Suster menyampaikan hal terburuk kepada kami semua yang ada di ruangan ini.
💖💖💖
Bersambung.....( sikahkan like and comment )
__ADS_1