TUNGGU AKU DI PINTU SURGA

TUNGGU AKU DI PINTU SURGA
TAPS. Bagian.26 Kembali di jodohkan


__ADS_3

tanya Abid kemudian melepas jas da menggulung lengan kemeja nya lalu duduk di samping mama nya.


"Sabtu ini kosong kan jadwal kamu....mama mau mengajak kamu ke rumah teman mama." kata mama yang pandangan mata nya fokus menatap serial tv di sore itu.


"Baiklah." kata Abid kemudian berdiri dan berlalu pergi meninggalkan sang mama seorang diri.


*****************


Hari - hari yang di lalui Vivi kini lebih berwarna sejak hadir nya Rania putri kecil yang setia setiap saat menemani hari - hari melewati masa - masa sulit. Tapi bukan berarti mimpi - mimpi buruk kemarin sempurna terhapus di ingatan nya.


******


"Matahari mendekati sang senja. Dimana kita tahu dimana kita berada. Hidup ini memang seperti adanya. Tak perlu banyak mengeluh akan kenyataan yang ada. Hanya perlu syukuri dan rasakan kebahagiaan dalam menjalani nya. Pasti hidup ini akan menjadi sangat indah jadi nya."


*****

__ADS_1


Dan hari ini adalah perkenalan ketiga dengan pria yang di jodohkan dengan bunda nya. Dia sudah pasrah dengan ke inginan sang bunda.


Asyik - asyik nya melamun tiba - tiba,


"Tut...tut...tut." lamunan nya seketika buyar setelah mendengar bunyi klakson dari luar pintu rumah. Vivi pun segera turun ke bawah dan berlari membuka pintu rumah. Setelah membuka pintu dan mengetahui siapa tamu yang datang Vivi pun terkejut.


"Abid, ibu?" kata Vivi yang melihat Abid datang bersama ibu feni yang tak lain adalah bos di tempat dia bekerja dan yang tak lain juga ibu kandung Abid.


"Jadi kalian sudah saling kenal?" kata ibu Feni seraya menunjuk ke arah Vivi dan Abid.


Kami berdua hanya menganggukan kepala sebagai jawaban nya.


"Eh....., jeng Feni sudah datang!" kata bunda sambil merentangkan kedua tangan nya untuk berpelukan dan terpancar dengan jelas wajah bahagia bunda saat itu.


"Ini anak nya jeng?" tanya bunda setelah melepaskan pelukan nya dan menatap pria muda yang datang bersama sahabat nya itu.

__ADS_1


"Ayo masuk sampai lupa." kata bunda kemudian melangkah masuk berjalan beriringan dengan sahabat nya itu.


Mereka kini tengah duduk di sofa ruang tamu.


"Ibu, mas abid mau minum apa?" kata Vivi yang masih berdiri dan tidak ikut duduk di antara mereka.


"Apa aja boleh." jawab ibu Feni seraya tersenyum tipis ke arah Vivi.


Aku pun berlalu dari hadapan mereka. Beberapa menit kemudian aku pun kembali dengan nampan berisi tiga gelas teh hangat dan cemilan. Lalu meletak kan di atas meja kemudian mempersilahkan mereka minum dan mencicipi cemilan nya.


Skip


Ternyata jodoh yang di maksud bunda adalah Mas Abid. Entah lah kenapa aku bisa mengiyakan permintaan bunda untuk menjodoh kan aku dengan nya.


💖💖💖

__ADS_1


Bersambung.....jangan lupa like ,vote , comment dan beri bintang lima pada karya aku ya. Terima kasin.


💖💖💖


__ADS_2