TUNGGU AKU DI PINTU SURGA

TUNGGU AKU DI PINTU SURGA
TAPS 2. Bagian 46.


__ADS_3

Raniapun bertanya - tanya pada dirinya sendiri sebenarnya apa yang terjadi dengan Ayden dan apa sebenarnya Ayden inginkan.


Kini Rania sudah kembali ke dalam hotel dan segera menuju kamarnya. Sesaat kemudian kini aku sudah berada di kamarku.


Tiba - tiba aku di kejutkan Maura yang langsung masuk kekamarku tanpa permisi.


"Nona ... aku sudah menyiapkanmu teh hangat."


Aku sangat terkejut dengan kehadirannya yang seperti hantu, yang bisa datang dan pergi sesuka hatinya.


"Kamu menguntitku ya?" tanyaku padanya.


"Apa Ayden akan mencambukmu, kalau kamu tidak mengawasiku?" tanya Rania lagi.


Maura tidak menanggapi pertanyaan dan hanya meminta Rania untuk segera beristirahat karena besok adalah rapat dewan direksi.


💖💖💖


Ayden langsung menuju ruangan paling atas hotel setelah bertemu Rania di taman. Kata - kata dokter itu kembali terngiang - ngiang di telinganya.

__ADS_1


Ayden pun duduk dengan santainya di salah satu kursi panjang yang ada disana, seraya memainkan handphonenya dan menghubungi seseorang lewat saluran seluler.


Tidak lama kemudian, datanglah orang yang di telepon Ayden barusan, yang ternyata Ayah angkatnya sendiri yang di hubunginya.


Tanpa basa basi Ayden langsung kepokok pembahasan kenapa Ayden meminta Brawijaya untuk datang menemuinya di lantai atas. Brawijaya yang masih berdiri, Ayden pun datang menghampirinya. Setelah berdiri tepat di depannya, Ayden pun bercerita perihal pertemuannya dengan dokter itu.


"Saya tadi pergi menemui dokter yang sempat menangani Tuan Abid. Ayah... apa sebenarnya tujuan utama Ayah membawa Ayden kesini?"


Deg.....


Deg.....


Setelah berhasil mengontrol detak jantungnya yang sempat terpacu cepat, dangan tenang Brawijaya pun berucap, "Kamu salah paham. Aku tidak tahu kamu dari mana mendengarnya dan apa saja yang kamu dengar. Tapi lupakan saja semuanya, kamu hanya perlu mempercayai aku!"


Tapi, Ayden tidak percaya apa lagi dia baru tahu kalau sekretaris Tuan Abid yang berhenti bekerja setelah Tuan Abid meninggal, sekarang sedang menjalankan bisnis resort mewah yang ada di luar Negri.


Brawijaya pun mengerti arah pembicaraan Ayden, kemudian berucap, "Dia adalah orang yang melayani Tua Abid selama beberapa tahun. Apa salah untuk memberinya kompensasi?"


Tapi Ayden tetap tidak percaya, dia pun bertanya dengan curiga, "Apakah kompensasi yang di terima si sekretaris itu adalah sebenarnya bayaran agar si sekretaris pura - pura tak tahu kalau Ayah memberikan obat pada Tuan Abid."

__ADS_1


Brawijaya pun langsung tertawa, "Ha ... ha ... ha ... Ayden ... Ayden ... kamu ini lucu, dimana salah nya dengan itu. Wajar aja kan saya memberinya obat karena memang dia membutuhkan nya.Diakan seorang pasien?"


Ayden mengepalkan tanganya menahan amarah, dengan mata memerah Ayden pun berkata, "Andalah yang membuatnya menajadi pasien?" hardik Ayden.


Ayden yakin kalau ini semua rekayasa Brawijaya yang sudah mendesainnya sedemikian hingga agar Tuan Abid meninggal seolah - olah orang yang 100 % adalah kecelakaaan lalu lintas.


Hasil autopsi pun waktu itu tidak di laksanakan, Brawijaya memang tidak membunuh Tuan Abid secara langsung, tetapi tetap saja Brawijayalah dalang dari semua ini.


"Baiklah aku menyerah untuk menyangkal, tapi ingat apa pun yang kamu tuduhkan itu semuanya adalah benar, tapi ingat kamu tetap saja tidak bisa lari dari saya."


Brawijaya tau kalau selama ini, Ayden tidak mempercayainya 100 % dan setulus hati karena itu, jika dia di tangkap maka semua data - data penggelapan uang akan digunakan untuk melawan Ayden agar Ayden ikut di tangkap bersamanya.


💖💖💖


Mari saling mendukung.....



Terima kasih....

__ADS_1


💖💖💖


__ADS_2