
"Walau pun raga telah terpisahkan oleh kematian, namun cinta sejati tetap akan tersimpan secara abadi di relung hati."
( Bacharuddin Jusuf Habibie )
..........................................
Suster sampaikan hal terburuk pada kami,
kaki ku lemas, menangis, terpuruk di lantai. yang lain menuntun mu untuk pergi tapi tidak dengan ku.
Lalu Ayah dan Ibu memanggil ku kemudian berkata, "Mungkin kamu yang dia cari Vi, coba ikhlas!"
Aku pun mendekat ke tepi ranjang kamu dengan sungguh sangat berat hati kemudian aku membisikan ketelinga kamu, "Bunda ikhlas, kalau ayah mau pergi. Ayah yang tenang ya disana. Nanti tunggu bunda di sana. Bunda relakan ayah pergi dulu."
Lalu aku bacakan kamu, "Lailahailaallah muhammadarosulullah."
__ADS_1
Perlahan nadi kamu menurun dan menurun aku kecup kening kamu kemudian berkata
"Selamat tinggal, selamat berjumpa lagi di tempat yang lebih indah."
Lalu air mata mu sedikit keluar dan nafas mu perlahan hilang dengan lembut dan tersenyum lalu kemudian nadi kamu nol.
"Dia sudah tidak ada, Bu," kata dokter.
Aku tidak percaya. Aku pegang dada kamu.
Lemah kaki ini berdiri, nangis tidak terbendung. Sambil menunggu jenazahmu keluar ICU dan di lepaskan alat - alat medis dari tubuh mu. kami sekeluarga berada di luar ICU. Beberapa saat kemudian suster memanggil ku, "Istri tuan Yusuf."
Aku pun berdiri dan mendekat ke suster itu yang berdiri di depan pintu ruang ICU.
kemudian suster itu menyodorkan plastik kecil yang berisikan cincin kawin kita. Hati ku kacau, hati ini hancur ya Allah, tidak dapat lagi tertahan lemas tubuh ini menerima kenyataan pahit yang ingin segera bangun berharap ini hanya mimpi buruk saja.
__ADS_1
....................
Keesokan hari nya.
Di rumah Ibu dan Ayah kini sudah ramai berdatangan tamu untuk melayat.....
kesedihan di wajah mertua ku tidak dapat di gambarkan saat ini. Aku hanya bisa menatap jasad mu yang kini terbujur kaku di hadapan ku. Aku masih berharap kalau ini hanyalah sebuah mimpi buruk dan aku ingin segera bangun dari mimpi buruk ini. Sesaat kemudian kini jenasah mu telah siap untuk di kebumikan tapi sebelum itu aku kecup kening kamu untuk yang terakhir kali nya. Ketika keranda kamu di bawa aku hanya bisa teriak menangis, "Kamu mau di bawa kemana Ayah."
Ibu dan Bunda yang ada di samping ku saat itu mereka secara tefleks memeluk ku bersamaan. Semoga kamu sudah bahagia disana dan sudah tidak merasakan sakit lagi ya sayang dan husnul khotimah. Sampai jumpa kembali di sana ya sayang tetap menjadi bidadari syurgamu. Aku sangat sayang sama kamu. Selamat jalan suami ku. Hati mu selalu tulus dengan siapa pun, baik, jujur, dan memperlakukan aku selalu istimewa, sholat mu tidak pernah putus dan selalu beristigfar. Allah sudah merindukan mu ternyata. Dia lebih menginginkan mu, suami terindah ku. cara ku mencintai mu saat ini adalah do,a ku yang tak pernah putus untuk mu.
..................
Kamu telah pergi meninggal kan aku untuk selama - lama nya. Cinta sejatiku yang selama ini ku cari ada pada mu. Kamu pelengkap dalam hati, jiwa dan hidup ku. Tanpa mu kini tidak ada yang berubah dalam hidup ku. Sayang ini, cinta ini, bahkan rindu ini. semakin bertambah untuk mu. Aku baru merasakan rasa cinta yang seperti ini hanya pada mu. kamu segala nya bagiku di hidupku.
Aku sudah ikhlas akan kepergianmu dan ingin kamu bahagia di sana dan hati ini tetap selalu milik mu. Kamu hanya tak terlihat namun kamu terasa di hati ku.
__ADS_1
Bersambung......