TUNGGU AKU DI PINTU SURGA

TUNGGU AKU DI PINTU SURGA
TAPS 2. Bagian 51.


__ADS_3

"Bund ... Rania kekamar dulu ya mau istirahat, cepe dan ngantuk."


"Ya sudah sana gih istirahat!" perintah sang Bunda.


Rania pun melangkah pergi, dan menuju lantai dua di mana kamarnya berada. Setelah berada di dalam kamar, Rania pun merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya. "Hmmmmmm.... nyamannya di tempat tidur sendiri, dikamar sendiri," ujar Rania yang kini sedang mengguling - gulingkan badannya di atas kasurnya.


Ting.... bunyi notifikasi pesan membuat nya harus mengakhiri aktifitas konyolnya.


Rania pun segera mencari keberadaan handphonenya di dalam tas, setelah menemukannya aku pun segera melihat itu pesan dari siapa.


"Alvin."


"Ngapain Alvin sms aku?" tanya ku pada diri sendiri.


Karena penasaran aku pun membukannya.


...Alvin...


...- "Kamu sudah nyampe rumah belum?"...


Aku pun kembali merebahkan tubuhku di atas kasur empukku. Lalu kemudian membalas pesan dari dia.


...Rania...


...- "Aku baru aja nyampe rumah. Ini aku lagi istirahat."...


...Alvin...


...- "Aku mengganggu tidak?"...


...Rania...


...- "Tidak."...


...Alvin...


...- "Sudah makan?"...

__ADS_1


...Rania...


...- "Belum."...


...Alvin...


...- "Kamu harus makan teratur biar tidak sakit."...


...Rania...


...- "Iya ... ya bawel. Bagaimana keadaan apa kah aman terkendali?"...


...Alvin...


...- "Aman bos ku, aman."...


...Rania...


...- "Syukurlah kalau begitu. Sudah dulu ya aku mau istirahat. kamu yang semangat kerjanya ya!"...


...Alvin...


Setelah meletakkan kembali handphonenya Rania pun kembali melanjutkan aktifitas guling - guling di atas kasur, hingga akhirnya dia pun tertidur dengan pulasnya.


...Di tempat yang lain....


Di kantin Alvin, dan kawan - kawan kini sedang menikmati makan siang. Mereka heran dengan perubahan sifat dratis Alvin yang sejak dari tadi pagi hingga sekarang yang nampak aneh seperti orang yang sedang patah hati.


Bimopun menegurnya, "Vin, kok makananmu cuma lihati dan diaduk - aduk saja. Kamu tidak lapar?"


Tapi, yang di tegur tetap tidak bergeming dan tetap sibuk pada aktifitasnya. Mengaduk sambil memplototi makannya.


"Rania lagi apa ya?" ucap Alvin dalam hati.


Kini manager Altar yang mencoba membangunkan Alvin dari lamunannya.


Dia pun berpindah duduk dan duduk di kursi yang ada di samping Alvin. Dia pun menepuk pelan pundak Alvin, "Kamu kenapa? Dari tadi di perhatiin sepertinya kamu sedang berada dalam mode malarindu?"

__ADS_1


Alvin pun terkejut dan menjatuhka sendoknya. "Kamu bikin kaget saja, kalau saya jantungan lalu mati bagaimana?"


"Hust.... kamu tidak boleh ngomong begitu." Bimo menyela pembicaraan antara Alvin dan manager Altar.


Alvinpun tertuduk dan meminta maaf, "Maaf."


Anjani yang hanya memperhatikan itu kini ikut bicara, "Kamu lagi merindu sesorang ya?"


Alvin pun mengangkat wajah nya dan mentap Anjani dan dua temannya yang lain. "Maksudnya?"


"Tak perlu kamu sembunyikan dari kami semua, karena selama dia sini kalian cukup akrab dan itu terlihat tidak seperti atasan dan bawahan." ujar manager Altar.


Kini jam makan siang sudah berlalu, mereka pun kembali bekerja.


...**********...


Kini Alvin berada di taman belakang milik Rania. Sejenak dia duduk disana memandangi bunga - bunga itu. Seharian ini dirinya seperti jasad tanpa raga.


...Cinta itu aneh, dia tak selalu datang pada orang terdekat, tapi bisa padamu yang jauh disana. Jarak dan waktu ini takkan pernah mambuat lelah menunggu kamu disini....


...Kamu adalah orang yang tak tersentuh keberadaannya, seseorang yang tak pula terlihat. Namun kerinduan begitu melekat sejauh kamu pergi, tetap bayang mu aku bawa....


...Menyakitkan memang, mencintai dan mengagumi dalam ratusan bahkan jutaan kilometer. Keadaan yang aku benci ketika bertemu dan berpisah kembali. Kebersamaan akan terasa ketika waktu di mana ketika harus berjauhan dalam jarak. Tapi sejauh apapu jarak, aku akan tetap menunggumu hingga kita bisa berjumpa lagi....


Mereka yang menyaksikan itu dari dinding kaca hotel hanya bisa menaruh iba dan kasihan pada sahabat dan petner kerja itu, karena sejak hari ini orang yang selalu ceria, periang, kini ibarat manusia yang kehilangan semangat untuk hidup.


Sambil terap menatap Alvin dari kejauhan, "Apa yang harus kita lakukan?" tanya Anjani.


Bimo pun menoleh kearah Anjani, "Tidak ada yang bisa kita lakukan. Ayo kembali bekerja! Aku tak mau kita di hukum lagi." seraya berlalu pergi.


...💖💖💖...


...Mari saling mendukung...



...Terima kasih...

__ADS_1


...💖💖💖...


__ADS_2