TUNGGU AKU DI PINTU SURGA

TUNGGU AKU DI PINTU SURGA
TAPS. Bagian 15. Harapan hampa


__ADS_3

"Hidup adalah suatu jalan besar dengan adanya banyak pertanda. Jadi, ketika anda menjalani rutinitas, jangan mempersulit pikiran anda. Larilah terlepas dari kebencian, kejahatan, dan kecemburuan. Jangan mengubur pikiran anda, jadikan visi anda menjadi kenyataan. Bangun dan hidup lah."


..................................


Tidak lama kemudian perlahan - lahan mata kamu pun terbuka.


"Bunda, anak kita baik - baik aja kan?" tanya Yusuf dengan suara pelan tapi masih terdengar jelas di telingaku.


"Iya, Yah anak kita baik - baik saja." jawab ku tak henti - henti nya menyunggingkan senyum bahagia.


"Ayah jangan banyak bicara dulu, dan jangan banyak gerak dulu bunda mau keluar sebentar mau panggil dokter buat periksa ayah. Ok?" kataku, seraya berlalu pergi.


Tidak lama kemudian, dokter dan suster itu pun datang buat periksa kamu.


"Maaf bu silahkan tunggu di luar!" kata suster itu kemudian, menghilang di balik pintu kamar perawatan kamu.


Aku duduk di kursi tunggu dengan wajah tegang dan perasaan tidak tenang. Lalu aku pun berdiri dan berjalan mondar mandir di depan pintu kamar kamu. Sembari menunggu, dokter keluar tidak henti - henti nya aku berdo'a semoga semua nya baik - baik saja.

__ADS_1


Tidak lama kemudian dokter pun keluar. Aku pun langsung menghadang nya dengan berjuta - juta pertanyaan yang kini tengah menari - nari di kepala ku.


"Dok, bagaimana keadaan suami saya?" tanya ku.


"Begini Bu, keadaan suami ibu untuk saat ini belum bisa di katakan melewati masa kritis. Apa lagi sekarang penyebaran nya sangat cepat bahkan sudah sampai ke bagian paru, dan akan kita pindahkan keruang HCU agar mempermudah pengawasan, dan biar bisa kita lakukan penyinaran radiasi untuk memperlambat penyebaran nya," kata Dokter itu menjelaskan panjang lebar.


" Yang sabar ya, Bu kami akan melakukan yang terbaik untuk suami Ibu, dan sebentar lagi kami akan memindah kan nya keruang HCU silahkan ibu masuk jika ingin melihat nya terlebih dahulu." kata dokter itu seraya berlalu pergi. Aku pun langsung masuk ke dalam kamar kamu kemudian berjalan mendekat ketepi tempat tidur kamu. Kemudian berucap, "Ayah yang kuat ya, ayah harus bertahan untuk bunda untuk calon anak kita." kata ku sambil mengecup kening mas Yusuf. Kini kamu sudah di pindahkan ke ruang HCU tapi, tiba - tiba kamu mengeluh sakit dada dan sesak nafas. Akhir nya perawat memasang monitor dan suntikan pereda. Aku pun membisikkan sesuatu ketelinga kamu sebelum kamu tidur,


"Tidur sayang biar tidak terasa sakit nya,


Kemudian kamu pun bertanya, "Bun, ayah kuat kan?"


"Maaf kan aku, maaf kan aku, Ayah yang tidak pernah jujur sama kamu dan tidak memberi tahu mu bahwa kamu stadium empat." kata ku menjerit dalam hati.


Aku berfikir dengan kamu tidak tahu, kamu akan lebih berfikir positif untuk sembuh. Tapi nyatanya aku salah.


Satu jam kemudian,

__ADS_1


Tiba - tiba kamu terbangun kemudian kaget, aku pun bertanya, "Ayah kenapa?"


Tapi kamu hanya geleng - geleng kepala sebagai jawabannya.


Aku pun menyuruh mu untuk beristighfar


"Astaghfirullah!"


Tiba - tiba kamu sesak dengan mata kosong tidak menghiraukan ucapan ku lalu tersenyum manis. Lalu kemudian monitor berbunyi, nafas turun, nadi naik drastis, suster dokter semua menyiapkan ke ICU.


Saat itu aku pun kembali membisikan kata - kata ketelinga kamu. "Kuat Ayah kuat, katanya


Ayah mau bertahan buat Bunda dan buat calon anak kita."


💖💖💖


Maaf kata - kata nya bertele - tele, Silahkan tinggalkan jejak dengan cara like, vote, komen , dan jangan lupa rate 5.

__ADS_1


Terima kasih


💖💖💖


__ADS_2