TUNGGU AKU DI PINTU SURGA

TUNGGU AKU DI PINTU SURGA
TAPS 2. Bagian 65.


__ADS_3

Pada saat mereka sibuk sibuk bergosip ria di ruang rapat yang memang wilayang mereka, tiba - tiba Ayden pun datang dan bergabung dengan mereka. Maura yang melihat itu sangat senang dan bahagia.


Ternyata Ayden benar - benar telah kembali ke Blue. Ayden membenarkan perkataan Maura karena sekarang ini mereka harus memikirkan Blue, perubahan yang di lakukan oleh ketua baru adalah strategi tujuan untuk meningkatkan pemasukan blue, tetapi mereka tetap membutuhkan promosi dan cara - cara lainnya untuk meningkatkan penjualan.


Kedua resepsionis dan kedua concierge sedang sibuk mengeluhkan beratnya pekerjaan baru mereka, bertepatan dengan ketua Berta berkeliling melewati mereka.


"Ini bukan jam untuk bergosip ria. Jika saya masih melihat kalian berempat bergosip pada jam kerja, saya tidak akan segan - segan untuk memecat kalian semua. Mengerti?" ancam ketua Berta kemudian pergi meningalkan pegawainya itu.


Dari sudut pandang yang lain. Rania diam - diam memperhatikan itu. Alvin yang melihat itu, langsung mengikuti Rania. Alvin masih saja memanggil Rania dengan sebutan ketua dan cukup membingungkan bagi Rania kenapa dia bisa mendapatkan pekerjaan di blue.


Rania ingin kembali ke blue dan hanya inilah satu - satunya cara agar tetap bisa memantau perkembangan blue. Alvin pun kagum pada Rania karena seperti yang pernah Alvin katakan sebelumnya, bahwa Rania harus semakin kuat.


Tapi, walau bagaimana pun juga, Alvin masih tetap berharap Rania besok atau lusa bisa kembali menjadi ketua di blue.


...***********...


Setelah mereka berempat bertemu di ruang rapat, Ayden pun pergi meninggalkan mereka dan kembali keruang ketua Berta untuk memberitahukan bahwa di 2 jam yang lalu dirinya telah resmi kembali bekerja di blue.


"Tok ... tok ...." suara ketukan pintu.


"Masuk."


Pintu pun terbuka, dan nampaklah Ayden dari balik pintu. Kemudian Ayden pun menutup pintu kembali kemudian berjalan ke arah Ketua Berta. "Aku sudah resmi kembali bekerja di blue di dua jam yang lalu." Ketua Berta yang mendengar penjelasan Ayden hanya berekspresi datar mendengar penjelasannya.

__ADS_1


Lalu Ayden pun bertanya, "Apa yang anda pikirna atau lebih tepatnya apakah semua perubahan yang anda lakukan di ciel bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan hotel."


Ketua Berta pun menanggapi pertanya Ayden masih dengan ekpresi sama di sebelumnya yaitu datar, "Kamu harus tau dan ingta bahwa bukan kamu satu - satunya yang mencintai hotel ini."


"Kalau begitu saya akan menganggap kalau kita mengejar tujuan yang sama," ujar Ayden kemudian.


Kemudian Ayden pun kembali bertanya, "Apakah Loman akan baik - baik saja."


Pertanyaan itu menarik perhatian Ketua Berta.


Di tempat yang lain, Loman sedang menelpon seseorang dalam bahasa inggris dan menuruh orang yang di teleponnya untuk menyelidiki seseorang. Setelah selesai menelepon bertepatan ketua Berta masuk kedalam ruang kantor Loman.


Ketua Berta pun bertanya dengan cemas melihat dari ekspresi yang di perlihat kan Loman setelah menelepon tadi, "Apakah kamu baik - baik saja?"


Loman pun bertanya dengan tanpa ekspresi di wajahnya, "Apakah ibu kesini untuk menemuiku?"


"Tentu saja, kamu kan putraku."


Ekspresi Loman langsung berubah mendengar perkataan ibunya itu. Ketua Berta menyadari perubahan pada ekspresi wajah Loman dan itu membuatnya khawatir dan langsung bertanya apakah Loman punya masalah dengan Ayden.


Lomanpun langsung menyangkal kalau bukan itu masalah yang sedang dia pikirkan.


Sambil menatap wajah sang Ibu dengan penuh arti, Loman pun berandai - andai dalam hati, "Andai kata waktu lima belas tahun yang lalu saat ketua Berta datang untuk mencari kakaknya yang hilang dan seandainya waktu itu sang kakak masih hidup, maka Loman tidak akan menjadi putra Ketua Berta satu - satunya."

__ADS_1


Ketua Berta pun mengenggam kedua tangan putra nya itu seolah - olah tau apa yang sedang sang anak pikirkan. Ketua Berta merasa Loman adalah hadiah terindah pengganti putra nya yang hilang.


Dengan kata lain, Loman bukan lah anak kandung ketua Berta melainkan anak angkat yang di besarkan dan di dapatkan dari jalanan.


Dengan mata berkaca - kaca dengan masih menggenggam kedua tangan putra angkatnya itu, "Kamu tau, betapa bersyukurnya aku karena kamu adalah putraku," ujar ketua Berta. Walaupun ketua berta dikenal dengan sikap dinginnya tapi dari sisi keibuannya sangatlah menyayangi putra nya itu walau bukan anak yang lahir dari rahimnya.


Loman pun berkaca - kaca matanya dan terharu mendengar kata - kata sang Ibu. Seraya mengelus pipi sang putra, ketua Berta pun berkata, "Kamu jangan lagi mengingat kejadian lima belas tahun yang lalu dan hapus semua kenangan burukmu bersama tatomu itu, agar kenangan masa lalu mu yang buruk ikut lenyap bersama tatomu itu."


Loman pun menepuk - nepuk punggung tangan sang Ibu, "Pasti Bu, pasti, Loman akan menghapus semua tato yang ada di tubuh Loman."


...***********...


Di taman bunga lebih tepatnya di gazebo Hilda sedang menunggu Ayden di sana. Hilda tanpa sengaja bertemu Ayden di saat keluar dari ruangan ketua Berta.


Setelah mereka bertemu, Hilda pun bertanya - tanya pada Ayden, "Kira - kira dari mana harta kekayaan ketua Berta berasal?"


Dari rasa penasarannya itu Hilda pun mencari tau informasi dan dari informasi yang di dapat bahwa ketau Berta memiliki suami yang bekerja sebagai pedagang senjata dari Hongkong, Ayden pun terkejut mendengar penuturan Hilda, karena seingatnya, ketua Berta pernah memberitahunya bahwa Loman tidak punya Ayah dan ketua Berta merupakan orang tua tunggal.


...❤❤❤...


...Mari saling mendukung...


...Terima kasih...

__ADS_1


...❤❤❤...


__ADS_2