TUNGGU AKU DI PINTU SURGA

TUNGGU AKU DI PINTU SURGA
TAPS 2. Bagian 39


__ADS_3

Tidak butuh waktu lama kini mereka sudah tiba di kota B dan di halaman Hotel B.


"Kok tidak turun?" tanya Bella pada Rania.


"Katakan pada mereka, saya hanya akan turun jika dari awal aku turun hingga aku masuk, aku mau di gelarkan karpet merah." ujar Rania.


"🤔🤔🤔."


"Sejak kapan kamu jadi tamu negara disini," ujar Bella seraya merotasikan matanya.


"Pokoknya aku tidak mau tau, harus ada karpet merah baru aku mau turun titik," ujar Rania seraya melipat kedua tangannya di dada.


Pegawai hotel keluar menyambut tamu yang datang dengan mobil limo mewah, tamu itu adalah Rania dan Bella yang menyuruh pegawai hotel itu untuk gelar karpet merah untuknya. Pegawai hotel itu yang tidak mengenal Rania dan Bella saling sama - sama mempertahankan pendapatnya.


"Pokoknya mobil ini tidak akan pindah sebelum karpet merah di gelar," ujar Rania tetap bertahan pada pendiriannya.


"Tapi maaf sebelumnya nona, karpet merah hanya akan bisa di gelar untuk tamu kenegaraan," ujar pegawai hotel itu memberikan pengertian.


"Maaf tuan pegawai yang terhormat, saya juga salah satu tamu kenegaraan,"

__ADS_1


Rania langsung mengklaim kalau dirinya adalah tamu negara,"


Melihat ada keributan di luar, dan menghalangi mobil yang mau lewat, semua pegawai hotel yang didalampun langsung keluar dan membantu Noah.


"Ada masalah apa nona?" tanya manager Akhtar.


"Apa kau sedang menyuruhku untuk mengulangi perintah yang aku inginkan?" Rania tanya balik.


"Tidak perlu," ujar manager Akhtar yang berusaha untuk tidak membuat tamunya marah.


Noah, langsung membisikan permintaan yang di ajukan Rania. Dan setelah mengerti permasalahannya, manager Arkhtar langsung memberi pengertian kepada Raina namun, Rania tetap tidak mau tau.


"Siapa anda?"


"Apa maksud siapa anda? tentu saja aku tamu yang akan menghabiskan uangku di hotelmu. Pokoknya aku tidak mau menapakkan selangkah kakiku keluar dari sini sampai kau menggelar karpet merahnya."


Manager Arkhtar merasa dia tidak akan bisa mengalahkan tamu itu dengan cara apapun, maka diapun langsung memerintahkan semua orang untuk menggelar karpet merahnya.


"Mau karpet merah atau permadani, cepat gelar agar mobil yang lain bisa segera lewat," perintah manager Akhtar.

__ADS_1


Dia juga memerintah semua pegawai untuk memperlakukan tamu baru mereka itu sperti tamu kenegaraan karena tamu itu jauh lebih menakutkan dari tamu kenegaraan.


Maka karpet merah pun digelar dan para pegawai langsung berjejer di samping karpet merah untuk menyambut Rania yang akhirnya bersedia keluar dari mobil. Noah dan Arya membawa koper Rania dan manager Akhtar mendapat kehormatan untuk membawa ponselnya, yang Ia bawa dengan wajah merengut kesal.


Ditengah - tengah perjalanan, tiba - tiba Rania berhenti, lalu berbalik pada para pegawai.


"Everybody. Hellooooo," sapa Rania.


Setelah itu dia melanjutkan perjalanannya masuk hotel. Saat kedua resepsionis melihat kedatangannya, Anjani langsung membisiki Bhanu kalau Rania adalah tamu yang mengerikan. Maka Bhanu pun langsung menyalakan alarm darurat yang menandakan kalau ada tamu yang mengerikan datang.


Semua pekerja yang melihat alarm peringatan itu langsung berlarian dengan panik. Sesampainya di meja resepsionis, Bhanu menyapa Rania dengan ramah.


"Aku mendengar semuanya, aku ini agak spesial. Jadi selaput dalam telingaku ada diluar telinga," kata Rania seraya menaikkan tangannya satu kemeja resepsionis.


💖💖💖


Maaf kata - katanya bertele - tele. Silahkan tinggalkan jejak dengan cara like, vote, komen dan jangan lupa rate lima ya. Terima kasih.


💖💖💖

__ADS_1


__ADS_2