TUNGGU AKU DI PINTU SURGA

TUNGGU AKU DI PINTU SURGA
TAPS 2. Bagian 66.


__ADS_3

Hari demi hari bulan telah berlalu kesedihan Rania sedikit bisa terobati dengaan adanya Alvin disisinya menemani di setiap langkah Rania. Rania sudah kembali kehotel tapi bukan untuk menjadi ketua melainkan Rania lebih memilih menjadi pelayan asal Rania terus bersama hotel blue.


Siang itu.


Ketika aku sedang membersihkan dan membuang sampah - sampah tanpa sengaja aku bertemu dengan Alvin di halaman. "Rania sepertinya kamu sangat lelah," ujar Alvin berjalan mendekat ke arah ku seraya melepas jaketnya dan memakai kannya kepadaku.


Alvin melepaskan jaketnya karena dia takun Rania kenapa - napa karena wajah nya nampak kelelahan. Dia tidak ingin wanita yang dia sukai jatuh sakit. Entah rasa cinta ini sejak kapan tumbuh di hati Alvin.


"Rania, bagaimana kalau kita pergi bermain basket!" ajak Alvin kepada ku.


Aku pun meresponnya dengan cepat seraya mengganggukkan kepala tanda aku setuju.


Kini aku dan Alvin sudah berjalan menuju lapangan basket. Setelah tiba di sana kami pun langsung bermain dengan ceria, "Melihatmu tertawa lepas seperti ini sudah cukup membuatku bahagia Rania," ucap Alvin dalam hati.


Aku pun sadar jika sedari tadi aku hanya bermain sendirian, "Alvin ngapain kamu berdiri di sana," ujar ku berteriak memanggil Alvin agar ikut bermain bersama ku.


Kini aku dan Alvin sudah bermian bola basket bersama, tertawa lepas bersama.


Di tempat yang tak jauh kami bermain, diam - diam ada orang memperhatikan kami dalam diam.


"Kamu sedang lihat apa sih," Hilya membuyarkan lamunan Ayden. Tapi, belum juga Ayden menyahut Hilya pun mengikuti arah pandang Ayden dan sekarang Hilya mengerti apa yang membuat Ayden diam dan mematung tak menjawab kata - katanya.


"Dari pada kamu diam dan mematung di situ memperhatikan mereka sedang bermain baskte, bagaimana kalau kita pergi jalan - jalan?" tanya Hilya seraya menatap wajah Ayden, sementara perhatian Ayden sendiri tertuju ke lapangan basket.


Tanpa aba - aba Hilya pun menggendeng tangan Ayden dan menuntunnya agar segera pergi dari sana.


Karena asyiknya aku dan Alvin bermain basket hingga tak menyadari jika Ayden dan Hilya lewat di sekitar lapangan basket.

__ADS_1


Melihat ekspresi Ayden yang berubah Hilya pun mengerti dan berusaha menghibur Ayden agar tidak terlalu memperlihatkan emosinya. Ayden pun mengangguk kemudian melanjutkan perjalanannya menemani Hilya jalan - jalan.


......Skip......


Hari ini blue sedang kedatangan tamu yang akan menginap di hotel blue. Rombongan tamu itu adalah kumpulan bloger - bloger terkenal dan mereka langsung mengancam pegawai hotel untuk hati - hati pada mereka karena mereka bisa menulis komplain ( diblog ).


Riyan dan manager Althar yang menerima tamu itu hampir saja membuat tamu - tamu nya itu marah saat pegawai hotel itu menolak salah satu tamu nya untuk sekamar dengan temannya.Riyan tidak mau dalam masalah makanya diapun mnyetujui permintaan itu.


Di lobi hotel ketua Berta dan Ayden bertemu, "Ayden, saya mau kamu memberikan mereka pelayanan yang istimewa, karena yang saya tau tulisan wartawan pedas, tapi lebih pedas lagi tulisan seorang bloger, saya tidak mau citra hotel kita semakin buruk di mata orang - orang yang pernah menginap disini."


Hanya anggukan kepala yang di berikan Ayden sebagai jawabannya.


"Dan perkenalkan orang yang berdiri di samping saya ini, ini adalah keponakan saya. Dia baru datang dari Korea dan dia meminta untuk tinggal di sini," ujar ketua Berta lagi.


Di tempat yang lain.


Tamu itu pun marah dengan penolakan Rania dan mencoba melecahkan Rania, namun Rania bisa melawannya dengan sedikit ilmu bela diri yang dimilikinya. Sambil memelintir tangan si bloger, "Anda jangan macam - macam sama saya," Rania pun melepaskan tangan si bloger.


"Saya akan laporkan kamu ke atasan yang menaungi pekerja rendahan seperti kamu," ujar bloger tak terima dengan perlakuan Rania.


Sesaat kemudian setelah si bloger menelpon datanglah concierge dan mengatakan ingin bertemu dengan general manager.


Cryst kini sudah berada di kamar tamu yang komplen itu. Si bloger marah - marah dan mengancam, "Saya akan menyebarkan image hotel ini di blog."


Rania pun marah, "Bukan kah anda yang duluan memulai semuanya."


Cryst pun mengatakan pada Rania agar sopan pada tamu, "Kamu yang sopan bicaranya."

__ADS_1


"Tuan atas ketidak nyamanan ini karena ulah pegawai saya, saya mewakilinya meminta maaf sebesar - besarnya dan saya akan mengajari pegawai saya cara sopan santun dengan baik dan benar agar kejadian ini tidak terulang lagi," ujar Cryst menyesal dengan kejadian ini seraya membungkukan badan sebagai tanda dia benar - benar minta maaf.


Rania pun protes, "Dia yang duluan bertindak tak senonoh dengan ku, berusaha melecehkan ku. Apa aku akan diam saja?" ucapku dengan emosi.


"Sudah ayo kita keluar," ajak Crys pada Rania.


Setelah mereka keluar dari dalam kamar tamu itu, Rania langsung menghadangnya untuk memberi tahu Cryst kalau ini pasti ulah ketua Berta.


Karena Rania berbicara dengan bahasa formalnya Cryst pun mengingatkan kalau dia adalah atasan Rania sekarang.


"Saya minta maaf," ujarku dengan bahasa formalku.


"Aku jadi penasaran apa sih yang membuatmu kembali kehotel ini? Apakah dengan kamu berpenampilan seperti ini rekan - rekanmu akan menghargaimu?"


Rania pun hanya terdiam, "Tugas kamu sebagai hotelier adalah harus selalu mendunduk dalam - dalam bahkan sekalipun mereka berbuat tidak adil. Bahkan, sekalipun tamu itu memukul kamu harus selalu merasa senang. Dengan perlakuan mu tadi ke bloger itu hampir saja membuat rekan kerjamu kehilangan pekerjaan," ucap Cryst yang masih marah - marah dan tidak mau mendengar penjelasan Rania dan tetap memojokan Rania.


Rania pun merasa bersalah mendengarnya, "Aku tidak bermaksud membuatmu merasa seperti itu." kini dengan mata berkaca - kaca.


"Kamu memakai seragam pelayan tapi kamu seolah - olah bersikap seperti seorang ketua. Semua orang termasuk aku dan lainnya pernah jadi pegawaimu, tapi itu dulu lain dengan sekarang. Sekarang ini kamu adalah pegawaiku, jadi tolong jangan buat kami dalam masalah."


Alvin yang merasa khawtir dengan keadaan Rania, dia pun segera menyusulnya kesana. Dan perdebatan Rania dan Cryst dari balik persembunyian Alvin pun mendengar semuanya.


...❤❤❤...


...Mari saling mendukung...


...Terima kasih...

__ADS_1


...❤❤❤...


__ADS_2