Twins Yovela & Yesika

Twins Yovela & Yesika
Bab


__ADS_3

Bab 14


Sementara di gudang yang telah usang seseorang memakai penutup wajah dan bersama temannya sedang menyiksa orang yang tidak bersalah. Di pukul dan di Jambak, tetapi dia tetap saja kukuh pada pendiriannya dan tidak akan merubah apapun itu.


 “Hei, cepat kau ubah isi surat wasiat itu. Jika kau tidak mau maka jangan salahkan aku kalau aku berbuat kejam kepadamu.”Ucapnya dengan menjambak rambutnya.


 “Cih! Memang kau siapa berani sekali mengaturku,aku tidak akan merubahnya karena ini milik keluarga itu.”Ucapnya, lalu meludahi pria yang memakai penutup kepala.


 “Dasar kau tidak tahu di untung, aku sudah bilang ubah isi surat itu jika kau masih ingin hidup.” Ucapnya dengan rahang yang mengeras dan juga jambakkannya semakin kencang.


 Pria itu hanya bisa meringis kesakitan menahannya, lalu di luar pun terdengar suara keributan yang membuatnya menoleh seketika lalu dia menyuruh anak buahnya untuk melihatnya.


“Ada apa ini ribut-ribut, kalian periksalah jika ada yang membuat masalah kau urus saja.”


 “Baik bos.”


Anak buahnya pun segera keluar dan mencari keributan tersebut. Sesampainya di luar para bodoguard tersebut mengedarkan pandangan tetapi tidak ada satupun orang di sana yang berjaga lalu mereka segera berpencar mencari yang lainnya, dan benar saja mereka sudah tidak berdaya ada juga yang pingsan.


Lalu seseorang memukul salah satu bodguard hingga pingsan dan yang lainnya pun sama ada yang baku hantam. Dua orang pergi dari tempat itu dan mereka masuk ke dalam ruangan yang begitu gelap hanya remang lampu yang menerangi jalan mereka berdua.


Terdengar teriakkan orang kesakitan dan membuatnya mempercepat langkah kakinya, matanya membulat saat melihat orang yang di kenalinya sedang di siksa. Dia akan melangkah maju tetapi tangannya di cekal oleh temannya dan menggelengkan kepalanya.


 “Kau jangan ke sana, itu berbahaya.” Ucapnya pelan.


 “Orang itu yang di tunggu oleh keluargaku, jika aku tidak menyelamatkannya dia akan...”Ucapnya langsung di potong olehnya.


 “Sssst... Tenanglah, sebentar lagi polisi akan datang kemari jadi kau harus sabar.” Menaruh jari telunjuknya di bibir manisnya.


Deg.....


Jantungnya berdetak dengan kencang dan membuatnya semakin tidak karuan, dia memalingkan wajahnya yang sudah memerah agar tidak di lihat olehnya.


Sepersekian detik polisi pun berdatangan dengan mengeledah semua yang ada di ruangan tersebut tiap sudut-sudut pun di periksa. Kedua orang itupun segera pergi meninggalkan tempat itu agar tidak di tahan oleh polisi.


“Polisi sudah datang, ayo cepat pergi. Jika sampai polisi tahu maka akan ada masalah lagi ayo cepat!” Menarik tangannya.


“Baiklah.”


Mereka berdua pun segera keluar dari ruangan itu dan bersembunyi di tempat yang aman. Polisi kini sudah menahan orang yang menculiknya dan membawanya ke kantor polisi, lalu pria paruh baya itupun segera di larikan ke rumah sakit untuk di beri pertolongan.


Yesika, kini dia sudah kembali ke rumah utama setelah dari rumah Bi Rahma. Lalu Yesika pun segera naik lagi menuju kamarnya lewat tali tersebut, dengan gerakkan cepat Yesika telah sampai di dalam kamarnya dengan telaten dia menyimpan kembali jaket, masker dan juga kacamatanya ke tempat asalnya.


Setelah berganti pakaian Yesika menuruni anak tangga menuju ruang keluarga di sana masih ada Tuan Raul dan nenek Sasmita, yang masih setia menunggu hingga larut malam terdengar suara ponsel milik Tuan Raul.

__ADS_1


Lalu Tuan Raul pun merogoh saku celananya dan keningnya berkerut saat melihat nomor tidak di kenalinya tetapi dia tetap menjawab panggilan tersebut.


“Iya benar, ini siapa?”


......


“Apa? Baiklah saya akan segera ke sana, terima kasih untuk informasinya.”


....


Nenek Sasmita terkejut melihat raut wajah Tuan Raul menjadi khawatir dan bertanya kepadanya.


“Ada apa Raul?”Tanya nenek Sasmita yang ikut panik juga.


“Ibu polisi mengatakan jika pengacara kita Tuan Satya di culik oleh orang dan kini kondisinya masih kritis. Aku harus menyusulnya ke rumah sakit Bu.”Bangun dari duduknya.


“Aku ikut Raul.” Ucap nenek Sasmita yang tak kalah khawatirnya.


“Papa aku juga ikut.”Sahut Yesika, dia pun ingin tahu bagaimana keadaan pengacara itu.


“Sayang ini sudah malam, lebih baik kau tunggu saja.”Ucap Tuan Raul lembut.


“Aku tidak mau sendirian Papa, aku ikut.”Ucapnya dengan memelas.


Di kamar Paman Samuel dia sibuk menelepon orang suruhannya dan ingin tahu keadaannya tetapi sampai sekarang pun belum ada jawabannya.


“Damn! Kemana orang itu, berani mengabaikan panggilan telepon dariku. Lihat saja jika bertemu.”Geramnya sambil melempar ponsel ke atas ranjangnya.


Lalu wanita paruh baya bersama anaknya pun masuk ke dalam kamar Paman Samuel dan menanyakannya.


“Kak bagaimana dengan rencana mau apakah sudah ada jawaban darinya?”Tanyanya dengan raut wajah khawatirnya.


“Belum ada Rina, aku tidak tahu kenapa ponselnya tidak aktif.”Ucapnya dengan raut wajah gelisah.


“Atau orang suruhan paman sudah di tangkap polisi lagi.”Sahut Arka enteng.


Paman Samuel menatap sinis ke arah Arka begitu juga dengan Marina yang langsung memukul lengannya membuat Arka kesakitan.


Bguh....


“Awww sakit ibu, kenapa kau memukulku?”Mengusap lengannya.


“Kau ini bodoh atau bagaimana sih, jika orang itu di tangkap polisi lalu kita juga akan terseret ke dalamnya. Apa kau mau hah!”Kesal Nyonya Marina kepada putranya ini.

__ADS_1


“Tentu saja tidak mau.”Jawabnya cepat.


“Rina mereka dimana sekarang?”Tanya paman Samuel yang mengalihkan pembicaraan.


“Sepertinya mereka pergi terburu-buru kak, aku tidak tahu pasti mereka pergi kemana. Memang kenapa kak?”


“Aku akan mencari orang itu kalian tunggu di rumah, dan kabari aku jika mereka sudah kembali.”


“Baik kak!”


Paman Samuel pun segera memakai jaket juga kacamata hitamnya dan bergegas keluar dari dalam kamarnya. Untuk pergi menemui seseorang, Nyonya Marina dan Arka pun menunggu di rumah saja jika dia ikut ikut pergi maka Tuan Raul akan curiga kepadanya.


Kini mobil Tuan Raul telah sampai di rumah sakit lalu mereka segera turun dan masuk ke rumah sakit dan mencari seseorang. Setelah bertanya kepada perawat, mereka bertiga segera ke ruangan yang di tunjukkan oleh perawat tersebut.


Pintu baru saja terbuka keluarlah seseorang dengan pakaian kedokterannya, Tuan Raul segera menghampirinya dan bertanya tentang keadaannya.


“Dokter Jimmy, bagaimana keadaannya saat ini?”Tanya Tuan Raul.


“Tuan Raul, kau tenang saja untuk lukannya sudah kami tangani. Tinggal menunggu sadar saja Tuan.”Tutur dokter Jimmy sambil membungkuk hormat.


 “Apakah kami boleh melihat keadaannya dokter Jimmy?”Tanya nenek Sasmita.


“Maaf nenek untuk sekarang tidak bisa, karena pasien belum sadar jika sudah sadar nenek boleh melihatnya.”Ujar dokter tampan itu dengan senyum manis serta lesung di pipinya begitu menawan.


“Baiklah aku mengerti.”


“Baiklah, kalau begitu saya tinggal dulu, karena masih banyak pasien.”Pamitnya.


 “Silahkan dokter.”Jawab nenek Sasmita.


Tuan Raul dan Yesika menganggukkan kepalanya lalu Yesika mengajak nenek Sasmita untuk duduk di kursi tunggu depan ruangan pengacara tersebut. Sedangkan Tuan Raul tetap berdiri sambil menyandarkan tubuhnya ke dinding rumah sakit sambil melipat tangan di dada.


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2