Twins Yovela & Yesika

Twins Yovela & Yesika
Bab


__ADS_3

Di perusahaan ternama yaitu LS seseorang sedang melaporkan kejadian hari ini.


"Tuan, nona Vela sedang menghadapi masalah yang di buat oleh saudara tirinya." Ucapnya dengan sedikit membungkukkan badannya.


"Hmm aku mengerti, kau selidiki orang yang mau membantunya. Jika sudah tahu siapa orangnya, kau pasti mengerti, 'kan!" Ucapnya datar.


"Baik Tuan."


Para bodyguard pun segera pergi meninggalkan ruangannya, lalu asistennya pun masuk dengan membawa berkas yang harus di tanda tanganinya.


"Tuan Sichen, ada beberapa berkas yang membutuhkan tanda tanganmu." Ucap Asistennya dan menyerahkan beberapa berkas.


"Baiklah." Langsung menanda tanganinya."Wily coba kau selidik masalah apa yang di hadapi dia, jika ada hal yang aneh kau mengerti 'kan."


"Baik Tuan."


Sementara Yesika di kantor pun menjadi tidak fokus saat bekerja dia terus berfikir bagaimana Arka bisa berbuat seperti itu.


"Haaah... sepertinya aku butuh healing, jika terus di pikirkan masalah ini tidak akan selesai juga." Gumamnya sambil menarik pergelangan tangannya.


Lalu terdengar suara pintu fi ketuk dan Yesika pun menyuruhnya masuk.

__ADS_1


"Masuk." Ucapnya dari dalam.


Dan seseorang pun masuk ke dalam ruangan Yesika, dan tentu saja membuat bola mata Yesika membulat sempurna dengan kedatangan seseorang.


"Kenapa? Terkejut? Sampai menatapku seperti itu." Ujarnya yang kini duduk di sofa.


Yesika mengerutkan keningnya karena tanpa di suruh dia sudah duduk begitu saja.


"Untuk apa kau kemari?" Ketus Yesika.


"Sayang ayolah, jangan ketus seperti itu. Apa kau ingin tahu siapa yang menyebabkan masalah di keluargamu." Ucapnya dengan santai.


"Tidak perlu, masalah keluargaku kau tidak perlu ikut campur." Memalingkan wajahnya.


Dia pun bangun dari duduknya dengan tersenyum tipis lalu berjalan mendekati meja kerja Yesika, melihat hal itupun Yesika menjadi panik.


"A- apa yang kau lakukan! Aku sedang bekerja." Gugup Yesika.


Dia tidak menghiraukan ucapan Yeuesi, lalu dia pun sedikit membungkukkan badannya dan berbisik di telinga Yesika sehingga membuatnya bergidik ngeri mendengarnya.


"Aku akan tetap ikut campur dalam masalahmu." Bisiknya lalu mengecup pipi Yesika.

__ADS_1


Cup


Tentu saja wajah Yesika menjadi merah seperti tomat dan dia mendorongnya orang itu."Sinchen dasar mesum, pergi kau dari sini."


Seseorang itu adalah Lu Sinchen yang sengaja datang ke perusahaan Yesika, saat ini Sinchen hanya tersenyum tipis melihat wajah Yesika yang memerah serta malu Yesika bangun dari duduknya dan mengejar Sinchen. Sinchen pun kembali ke sofa, dia membalikan badannya saat bersamaan juga kaki Yesika tersandung kaki meja dan membuatnya tidak seimbang.


Tentu saja dengan sigap Sinchen menangkap tubuh mungil Yesika dan tatapan mata mereka bertemu kembali. Sepersekian detik mereka berdua seperti terhipnotis satu sama lain, sehingga seseorng pun masuk tanpa di sengaja dan membuat Yesika mendorong Sinchen hingga dia tersungkur ke sofa.


"Nona Ve.....la, ekh apakah akau salah masuk." Ucapnya dengan membalikan badannya, dengan cepat Yesika memanggilnya.


"Hei, kemarilah." Ucap Yesika yang masih gugup.


"Ekh... maaf nona saya tidak sengaja." Ucapnya dengan sedikit membungkuk hormat.


"Tidak apa- apa, apakah ada masalah?"


"Tidak ada hanya saja, saya membawa berkas yang harus nona lihat dan tanda tangani." Menyerah beberapa berkas.


"Baiklah, kau boleh kembali ke ruanganmu." Ujar Yesika yang menerima berkas tersebut.


Sementara Sinchen kesal karena ada saja yang menganggunya jika dia ingin melakukan hal baik.

__ADS_1


__ADS_2