Twins Yovela & Yesika

Twins Yovela & Yesika
Bab


__ADS_3

Hari ini adalah dimana hari Yovela bertunangan dengan Sinchen, acaranya hanya sederhana saja dimana hanya keluarganya dan keluarga Sinchen saja yang ada. Karena permintaan Yovela maka Sinchem mengikutinya.


Yovela terlihat cantik dengan memakai gaun berwarna biru dan membuat kecantikannya semakin terlihat, Yesika masuk ke dalam kamar menghampiri Yovela yang sedang di rias.


"Kak, kau cantik sekali." Ucap Yesika dengan senyum tipis.


"Terima kasih adikku, kau juga cantik." Jawab Yovela dengan tersenyum bahagia.


Yovela melihat dirinya di pantulan cermin karena dia selesai di rias, Yesika hanya menatapnya dia berusaha untuk tersenyum bahagia tetapi tidak bisa apa lagi dia teringat kata- kata Sinchen beberapa waktu yang lalu.


Flashback On


Yesika sedang berbelanja kebutuhan besok pagi dia bersama dengan Reza memilih bahan untuk memasak, tidak pernah di duga Sinchen mengikutinya.


Di saat Yesika sedang memilih buah- buahan lalu Sinchen menarik tangan Yesika hingga ke pojokkan dan membuat Yesika terkejut.


"Sinchen!! Apa yang kau lakukan?" Ucap Yesika kaget.


"Sika aku tahu ini sangat konyol, tetapi aku tidak bisa menahannya lagi. Aku.... aku..." Ucapan Sinchen menggantung membuat Yesika mengerutkan keningnya.


Dengan cepat Sichen memeluk Yesika dan lagi- lagi Yesika di buat terkejut olehnya.


"Sika jujur aku sangat menyukaimu dan ingin memilikimu." Ucap Sinchen yang memeluk Yesika erat.

__ADS_1


Yesika yang ada di pelukkan Sinchen pun sempat berontak tetapi setelah mendengar kata- kata dari Sinchen membuat dia pun menjadi bingung. Apakah dia harus senang atau sebaliknya!


Ada perasaan senang namun dia teringat dengan Yovela lalu Yesika mendorong Sinchen hingga terlepas pelukkannya.


"Sika ada apa? Bukankah kau menyukaiku juga, ayo kita katakan pada kakakmu agar pertunangan ini di batalkan." Menggenggam tangan Yesika.


Yesika menggeleng pelan dia tahu walaupun sangat menyukai Sinchen tetapi dia tidak ingin menjadi perebut tunangan sang kakak.


"Tidak Sinchen, aku tidak mau menyakiti hati kakak. Walalupun aku menyukaimu tetapi hanya sebatas kakak ipar saja tidak lebih." Melepaskan tangan Sinchen." Mulai sekarang kau adalah kakak iparku tidak lebih dari itu." Menundukkan wajahnya.


"Sika jangan membohongi perasaanmu lagi, aku tahu kau juga memiliki perasaan yang sama denganku." Mendesah pelan.


Yesika menarik nafasnya dalam dan dia mencoba memberanikan diri menatap wajah Sinchen.


Flashback Off


"Sika... Sika.. ada apa denganmu?" Tanya Yovela yang melihat Yesika melamun, lalu dia memegang lengan Yesika dan membuatnya terkejut.


"Eh kak, ada apa?" Tanya Yesika canggung.


"Kau kenapa apakah tidak enak badan?" Menatap wajah Yesika.


"Hah! Tidak kak, aku baik- baik saja." Tersenyum manis." Ayo kak semua orang sudah menunggumu." Ajak Yesika.

__ADS_1


Yovela pun menganggukkan kepalanya dan Yesika membantu Yovela untuk keluar dari kamar dan semua keluarga sudah menunggu kedatangan Yovela, semua mata tertuju kepada kedua gadis kembar itu dan di sambut dengan senyuman.


Acara penyambutan telah selesai dan mereka pun telah resmi bertunangan, Yesika sedang duduk di halaman rumahnya karena Tuan Raul meminta kepada Marina untuk memberikan rumah lama miliknya dan Marina pun setuju.


Dari belakang ada seseorang yang menepuk pundaknya dan membuatnya tekejut lalu menoleh ke belakang.


"Kak Reza.." Ucap Yesika tersenyum.


"Kenapa kau melamun sendirian? Apa kau tidak bahagia Sika?" Tanya Reza yang duduk di sebelahnya.


Yesika tersenyum dingin menanggapinya." Bahagia? Aku sangat bahagia kak, karena kakakku bisa bertunangan dengan orang yang dia cintai." Menatap lurus ke depan.


Reza menarik nafasnya." Apa kau yakin? Bukan karena perasaanmu kepada kakak iparmu itu!"


Deg...!!!


Yesika terkejut dengan ucapan Reza saat ini tetapi dia mencoba untuk tetap encoba seolah tidak memiliki perasaan apapun.


"Apa yang kau katakan kak, Sinchen itu kakak iparku sekarang. Mana ada aku memiliki perasaan kepadanya." Sahut Yesika menatap Reza.


"Baguslah jika begitu, maka akan ada banyak kesempatan." Ujar Reza menatap Yesika.


Yesika di buat gugup oleh Reza lalu dia pun memalingkan wajahnya yang malu.

__ADS_1


__ADS_2