Twins Yovela & Yesika

Twins Yovela & Yesika
Bab


__ADS_3

Yesika yang mendengar hal itupun segera masuk ke dalam rumah dan dia melihat semua barang berantakan dimana-mana, serta di sana ada Arka yang terlihat kesal entah apa masalahnya.


"Apa- apaan ini kenapa kau merusak semua barangku." Ketus Yesika.


"Heh! Memang kau berkuasa segalanya tetapi aku dan ibuku juga memiliki hak yang sama." Jawab Arka dengan raut wajah kesalnya.


Nyonya Marina dan nenek Sasmita menghampirinya dan mereka berdua pun terkejut melihat rumah berantakan dengan pecahan barang.


"Arka ada apa ini, berantakan sekali." Ucap Nyonya Marina.


"Ibu apa kau tahu sesuatu tentang dia." Tunjuknya pada Yovela."Lihat bu dia sedang berbuat hal yang tidak wajar, memalukan sekali." Ucap Arka dengan memberikan vidio seseorang.


"Mana ibu lihat." Nyonya Marina pun merebut ponsel dari tangan Arka." Astaga, Vela kenapa kau berbuat seperti itu." Menutup muutnya.


Nenek Sasmita yang penasaran pun segera merebut ponsel yang berada di tangan Marina.


"Berikan padaku." Ucap Nenek Sasmita.


Yesika hanya mengerutkan keningnya dia tidak mengerti dengan ucapan Arka, yang menunduhnya seperti itu. Nenek Sasmita melihat vidio itu dengan serius tanpa berkedip.


Sementara Tuan Raul keluar dari dalam kamarnya dengan raut wajah yang tidak bisa di artikan.

__ADS_1


Flashback On


Setelah Arka pulang dari perusahaan Yesika dia pun langsung segera menemui seseorang yang begitu handal dalam membuat masalah bagi orang lain.


"Buatla semirip mungkin, aku ingin tahu bagaimana nantinya."Ucapnya dengan senyum devilnya.


"Tidak masalah itu pekerjaan yang sangat mudah bagiku."


Dia pun mengubah seseorang yang di inginkan oleh Arka.


FlashBack Off


Tuan Raul menghampiri Yesika dan menamparnya membuat Nenek Sasmita terkejut dengan sikap Tuan Raul yang tiba- tiba menampar Yesika.


"Membuat malu saja, tadinya ayah ingin menjodohkanmu dengan anak teman ayah. Tetapi ayah tidak mengira jika kau sudah berbuat jauh seperti ini." Ucap Tuan Raul dengan nada yang begitu kecewa.


Yesika yang merasakan panas di pipinya pun hanya bisa menahannya, dia tahu jika ini adalah perbuatan Arka yang memang sengaja mencari masalah dengannya.


"Jadi ayah percaya dengan vidio itu? Apakah ayah yakin jika itu adalah aku?" Tanya Yesika dengan menahan air matanya.


"Sudah ada ada bukti masih saja mengelak." Cibir Nyonya Marina.

__ADS_1


"Bibi Marina, ada apa denganmu? Kenapa kau begitu bersemangat untuk memojokkanku. Heh! ! Aku tahu ini pasti perbuatanmu ' kan."Ucap Yesika dengan tersenyum getir.


"Apa maksudmu menuduhku seperti itu, walaupun aku tidak menyukaimu untuk apa aku melakukan hal bodoh seperti itu." Ucap Nyonya Marina dengan wajah yang di buat sesedih mungkin.


"Cukup Vela, ayah kecewa padamu. Kau benar membuat malu keluarga kita." Ucap Tuan Raul dengan raut wajah kecewanya menatap Yovela.


"Ayah itu bukan aku." Ucap Yesika dengan suara kecilnya.


" Sudahlah kau tidak perlu menjelaskan lagi Vela, ayahmu sudah kecewa padamu." Sahut Nyonya Marina.


Nenek Sasmita juga merasa kecewa kepada Yesika setelah melihat vidio itu, Yesika pun menatap nenek Sasmita berharap dia percaya kepadanya jika itu semua bukan perbuatannya.


"Nek, kau percaya padaku 'kan?" Tanya Yesika yang menggenggam tangan nenek Sasmita.


Nenek Sasmita menarik nafas dalam dia sebenarnya percaya penuh kepada Yesika, tetapi vidio itu telah menjadi bukti jika Yesika berbuat salah. Nenek Sasmita melepaskan tangan Yesika dan meninggalkannya.


"Sudah ada bukti di mata, apa lagi yang harus di jelaskan, lupakanlah!" Ucap nenek Sasmita dengan melangkah pergi meninggal Yesika.


Sementara Nyonya Marina dan Arka tersenyum puas melihat orang yang percaya kepada Yesika kini mulai meragukannya. Yesika menatap sinis ke arah Arka dan Nyonya Marina.


"Arka ini pasti perbuatanmu 'kan? Katakan padaku." Kesal Yesika kepada Arka.

__ADS_1


"Hei, apa maksudmu? Kau jangan menuduhku tanpa bukti apapun, jika kau punya buktinya maka perlihatkan padaku. Ibu sudahlah ayo kita pergi dari sini, biarkan dia merenungi masalahnya sendiri."Arka dan Nyonya Marina pun pergi meninggalkan Yesika sendirian.


Yesika hanya menatap nanar tidak terasa air matanya pun menetes begitu saja, walaupun dia wanita kuat tetapi ada saatnya dia di titik lemahnya dimana orang yang paling dia sayangi pergi meninggalkannya begitu saja.


__ADS_2