Twins Yovela & Yesika

Twins Yovela & Yesika
Bab


__ADS_3

Sudah seminggu dia di rawat di rumah sakit, dan hari ini kondisinya sudah semakin membaik, dokter yang menanganinya pun memperbolehkan dia untuk pulang. Seperti hari ini, Nenek Sasmita berserta Bi Rahma pun telah siap akan membawa pulang Yovela tetapi Nenek Sasmita melarang membawa Yovela ke rumah utama.


"Rahma lebih baik kau bawa Vela ke rumahmu saja." Ucap Nenek Sasmita.


"Nenek kenapa aku harus ke rumah Bi Rahma? Memangnya di rumahku kenapa Nek?"Tanya Yovela yang bingung.


"Sayang, dengarkan Nenek baik-baik. Ini semua Nenek lakukan demi kebaikanmu dan Nenek akan menjelaskan semuanya kepadamu."Menarik nafas dalam-dalam."Tetapi kau harus berjanji kepada Nenek, jika kau akan mengikuti apa kata Nenek." Ucapnya memastikan agar Yovela tidak terkejut nantinya.


"Baiklah Nenek, Vela mengerti. Sekarang ayo kita pergi Vela sudah bosan berada di ruangan ini."Ucapnya dengan tatapan tidak sukanya.


Mereka bertiga pun segera keluar dari ruangan tersebut menuju parkiran mobil, tetapi sebelum itu Nenek Sasmita menyuruh Yovela untuk memakai topi dan juga masker agar bisa menutupi wajahnya. Yovela pun mengikuti apa yang di katakan oleh sang Nenek.


Masuk ke dalam mobil dan melaju menuju rumah, Bi Rahma selama perjalanan banyak hal yang Yovela fikirkan saat ini, kenapa Neneknya membawa dirinya ke rumah Bi Rahma dan bukan ke rumahnya sendiri? Entahlah Yovela pun tidak tahu alasan apa yang akan di katakan oleh sang Nenek.


Menempuh perjalanan yang lumayan panjang, akhirnya mobil pun sampai di depan rumah sederhana, Yovela mengedarkan pandangannya setelah keluar dari dalam mobil.


"Ini rumah siapa Nek?" Tanya Yovela sambil menatap rumah tersebut.


"Sayang, ayo masuk kau akan segera tahu."Nenek Sasmita menarik lembut tangan Yovela.


Bi Rahma sudah masuk lebih dulu dan dia pun segera menyiapkan dua gelas air dan juga beberapa cemilan untuk di makan, setelah menaruh gelas dan juga piring di meja. Barulah


Bi Rahma memanggil putri kecilnya, dia pun segera menghampirinya tetapi dia terkejut saat melihat sosok yang sama ada di hadapannya.


"Kau...." Ucapnya bersamaan.


Keduanya menatap bi Rahma dan Nenek Sasmita, Alona pun bertanya kepada sang Nenek.


"Nek, kenapa wajahnya mirip denganku?" Tanya Yovela sambil terus menatap wajah yang ada di hadapannya.


Nenek Sasmita hanya tersenyum kecil menanggapinya, lalu dia pun memanggil Yesika untuk mendekat ke arahnya.


"Sika, kemarilah sayang!" Panggil Nenek Sasmita.


"Eh, baiklah."Ucap Yesika yang bingung.


Lalu Yovela dan Yesika pun duduk di sebelah kiri dan kanan Nenek Sasmita, mereka berdua saling menatap bingung dan juga heran.


"Jadi Nenek akan mengatakannya kepada kalian, jika kalian adalah saudara kembar yang terpisah saat masih kecil."Menjeda kalimatnya,


Nenek Sasmita melihat ekspresi dari keduanya terlihat bingung." Kalian sengaja di pisahkan oleh ibu kalian, agar salah satu dari kalian bisa menyelamatkan perusahaan Papa kalian saat ini."Tutur Nenek Sasmita lagi.

__ADS_1


"Maksud Nenek, dia adalah adikku?"Tanya Yovela sambil menunjuk ke arah Yesika.


"Iya sayang, apa kamu bisa membantu Nenek?"Menatap keduanya.


"Kenapa Nyonya?" tanya Yesika.


Nenek Sasmita tersenyum kecil menanggapi pertanyaan dari Yesika"Sayang jangan panggil Nyonya, aku adalah nenekmu juga nak."


"Ba-baiklah, Ne-Nenek!"Jawab Yesika gugup.


Bi Rahma pun tersenyum melihat keduanya sudah saling mengenal dan Yesika pun sudah bertemu dengan keluarga kandungnya saat ini.


"Sebelum Nenek mengatakannya, jadi Nenek punya rencana untuk menyelamatkan perusahaan Papa kalian."Menatap keduanya."Kalian 'kan kembar, jadi bisa bertukar tempat untuk menyelamatkan perusahaan Papa kalian. Bagaimana menurut kalian berdua?"


Keduanya saling menatap satu sama lain, karena wajah mereka sama jadi tidak akan ada yang mengenalinya bukan? Mungkin hanya satu yang membedakan sifat dan sikap mereka berdua.


"Bagaimana Sika kau mau membantu perusahaan Papa kita?"tanya Yovela menatap kembarannya.


"Tetapi aku, tidak bisa seperti dirimu Kak! Aku bahkan tidak bisa lembut dan anggun seperti dirimu."Jawab Yesika yang ragu.


"Kau tidak perlu menjadi sepertiku, jadilah dirimu sendiri apa kau bisa? Ingat ini demi perusahaan Papa"Menggenggam erat tangan Yesika.


Yesika menatap semuanya dan mereka semua pun menganggukkan kepala tanda setuju jika Yesika mau membantunya. Yesika pun menarik nafasnya dalam-dalam lalu dia pun mulai meyakinkan dirinya.


"Terima kasih, adikku"memeluk erat Yesika.


"Sama-sama kakakku sayang."Membalas pelukkan tersebut.


Mereka berdua pun saling bertukar posisi, kini Nenek Sasmita telah membawa pulang Yesika dengan berbagai penjelasan dia jelaskan kepada Yesika. Tentu saja Yesika mengerti dan dia akan memulai aktingnya di rumah mewah tersebut.


Mobil telah sampai di depan rumah megah dan mewah membuat Yesika menatap takjub, lalu Nenek Sasmita mengajaknya untuk masuk ke dalam rumah tersebut.


Dari luarnya saja sudah terlihat mewah bagaimana dengan di dalamnya, Yesika sudah tidak sabar ingin melihat semua isi yang ada di dalam rumah itu.


Nenek Sasmita memapah Yesika agar semua orang tau jika dia adalah Yovela yang mengalami kecelakaan.


Masuk ke dalam terdengar suara orang yang sedang tertawa puas, lalu Nenek Sasmita pun menghampirinya sambil memapah Yesika.


“Ada apa ini? Kenapa berantakan sekali.” Ucapnya datar.


Semua orang menatap ke arah Nenek Sasmita dan terlebih lagi mereka terkejut dengan seseorang yang ada di hadapannya saat ini.

__ADS_1


“Kau....ka- kau masih hidup?” Ucap Marina dengan terkejut.


Begitu juga dengan paman Samuel dan juga Arka yang membulatkan matanya, mereka tidak percaya lalu mereka berdua mengucek-ucek mata mereka masing-masing.


“Yovela.... Akhirnya kau selamat sayang, paman khawatir padamu.” Ucapnya dengan memasang wajah sedihnya dan memeluk Yovela.


Bagaimana dia bisa hidup kembali, bahkan mobilnya pun sudah jatuh ke jurang. Batin Paman Samuel.


Marina pun tidak percaya dengan kedatangan Yovela saat ini, tetapi Yovela diam saja tidak membalas pelukan Paman Samuel.


Heh! Akting di mulai. Batin Yesika.


“Paman siapa?” Tanya Yesika polos.


Deg.....


Paman Samuel melepaskan pelukkan dan menatap wajah Yesika yang polos seperti itu.


“Kau tidak ingat siapa aku? Aku ini Pamanmu sayang.” Ucapnya dengan memegang kedua bahu Yovela.


“Pamanku? Akh maafkan aku Paman, aku tidak ingat apapun, Bahkan bibi itu dan bocah itu aku tidak ingat.” Ucap Yesika, dengan memegang kepalanya.


Marina dan Arka membulatkan matanya mereka tidak percaya dengan sikap Yovela yang hilang ingat, membuat keduanya semakin kesal.


Bagus cucuku, kau benar-benar bisa berakting. Batin Nenek Sasmita.


“Sudahlah Sam, jangan memaksakan Vela untuk mengingatnya dia harus banyak istirahat. Vela ayo, Nenek akan mengantar ke kamarmu!” Nenek Sasmita pun memapah kembali Yesika.


“Iya Nek.” Sahutnya.


Setelah kepergian Nenek Sasmita dan Yovela, kini Marian seperti kebakaran jenggot dia pun mulai memarahi Paman Samuel.


"Kakak kau bilang dia sudah mati, tetapi dia hidup kembali. Atau kau salah melihat orang.” Ucapnya dengan raut wajah kesalnya.


"Aku tidak salah lihat Rina, mobilnya pun terjun ke jurang tidak mungkin dia hidup kembali!” Sahut Paman Samuel yang juga bingung.


“Sekarang kita harus bagaimana, dia sudah kembali dan Papa pasti akan memberikan perusahaannya kepada dia Paman.” Timpal Arka yang juga frustasi.


"Kalian tenanglah dulu, Paman akan mencari cara apakah dia Yovela atau bukan.” Ujar Paman Samuel.


Mereka berdua pun mengangguk setuju dengan ucapan Paman Samuel.

__ADS_1


Heh! Yovela kau tunggu dan lihatlah. Batin Paman Samuel.


__ADS_2