Twins Yovela & Yesika

Twins Yovela & Yesika
Bab


__ADS_3

Sementara Yovela telah siap dan dia akan pergi menemui Yesika karena bagaimanapun juga masalah ini harus di selesaikan.


Yovela sedang menunggu taxsi yang dia pesan, sudah lima belas menit tetapi taxsi belum juga datang. Akhirnya Yovela memutuskan untuk jalan ke depan agar dia bisa mendapatkan taxsi.


Tak lama ada sebuah mobil yang berhenti tepat di sampingnya lalu orang tersebut segera keluar dan menghampiri Yovela, Yovela tidak tahu jika ada bahaya yang sedang mengincarnya.


Lalu seseorang itupun keluar dari dalam mobil dan membekap Yovela yang sedang berjalan. Yovela pun pingsan dan di bawa masuk ke dalam mobil itu.


Sementara Yesika sedang gelisah menunggu kedatangan sang kakak yang tak kunjung datang, sudah satu jam Yesika bersama Sinchen menunggu. Membuat Sinchen menghembuskan nafas kasarnya karena orang yang di tunggu belum datang juga.


"Apa kita akan terus menunggunya?" Tanya Sinchen datar.


"Tunggulah sebentar lagi, mungkin dia akan datang." Ucap Yesika yang terlihat khawatir.


Tak lama ponsel Yesika berdering lalu Yesika pun segera meraih ponselnya yang ada di dalam tas dan menjawab panggilan tersebut.


Ibu ada apa ini. Batin Yesika.


Lalu Yesika pun menjawabnya dan raut wajahnya pun berubah menjadi khawatir dan juga sedih. Sinchen yang melihat hal itupun segera bertanya kepada Yesika.


"Ada apa? Apakah ada masalah?" Tanya Sinchen.


"Aku harus pergi, ada yang membutuhkan bantuanku!" Ucap Yesika bangun dari duduknya dan melangkah pergi.


Yesika melangkah pergi tetapiSinchen menhanan tangan Yesika.

__ADS_1


"Ada apa sebenarnya, katakan padaku mungkin aku bisa membantumu." Ucap Sinchen tulus.


Yesika menghembuskan nafas kasarnya." Baiklah, kau boleh ikut."


Yesika dan Sinchen pun segera pergi dari reataurant itu menuju mobil Sinchen. Selama perjalana raut wajah Yesika terlihat begitu cemas.


****


Sementara di gudang yng sudah usang ada seorang gadis yang sedang di ikat di kursi serta tangan dan kakinya pun di ikat juga dan tak lupa mulutnya di sumpel.


Tak lama dia pun tersadar dan mengerjapkan matanya karena ruang itu sangat gelap, hanya ada cahaya remang-remang dari lampu yang di gantung. Yovela mwngedarkan pandangannya berharap ada orang yang mau menolongnya.


Dimana aku, kenapa tempatnya begitu menakutkan. Batin Yovela.


Tak lama pintu ruangan pun di buka ada seseorang yang masuk ke dalam ruangan itu. Yovela pun berpura-pura pingsan agar bisa tahu dimana dia berada.


"Belum bos, dia masih pingsan." Jawab salah satu anak buahnya.


"Ckck Yovela, bagaimana jika ada ada orang tahu. Kalau yang dia ada pasti sangat menyenangkan."Ucapnya dengan memegang dagu Yovela.


Suara ini aku mengenalnya jadi dia sudah tahu siap aku. Batin Yovela.


Dia pun melepaskan pegangannya pada dagu Yovela yang masih pingsan. Setelah itu dia pun melangkah pergi meninggalkan Yovela dan menyuruh anak buahnya untuk menjaganya.


"Kalian jaga dia, jangan sampai lepas." Ucapnya datar.

__ADS_1


"Baik bos."


Dia pun melangkah pergi meninggalkan tempat itu.


Sementara Yesika sudah gelisah sedari tadi dan juga Sinchen telah menyuruh para bawahannya untuk mencari orang itu.


"Kau tidak perlu khawatir." Ucap Sinchen yang menggenggam tangan Yesika.


"Bagaimana aku tidak khawatir dia adalah orang yang sangat penting bagiku." Sahut Yesika dengan raut wajah sedihnya.


Sinchen mengerti dengan perasaan Yesika saat ini lalu dia pun menarikYesika ke dalam pelukkannya agar Yesika lebih tenang.


"Aku mengerti kau begitu khawatir, tetapi kau harus percaya padaku. Orangku pasti akan menemukannya." Ucap Sinchen yang memeluk Yesika.


"Terima kasih, kau mau membantuku." Membalas pelukkan dari Sinchem secara tidak sadar.


"Kau tidak perlu berterima kasih, karena kau miliku."


Deg...


Dengan cepat Yesika mendorong Sinchen lalu memalingkan wajahnya.


"Siapa yang menjadi milikmu, kau terlalu percaya diri." Ucap Yesika yang malu.


Sinchen tersenyum tipis melihat tingkah Yesika yang seperti itu."Benarkah? Bukannya kau sudah jatuh cinta padaku!"

__ADS_1


"Tentu saja tidak."


__ADS_2