Twins Yovela & Yesika

Twins Yovela & Yesika
Bab


__ADS_3

"Sika..aku..." Ucap Reza dengan ragu.


"Ada apa kak? Apa yang ingin kau katakan padaku?" Tanya Yesika yang serius.


"Aku... Aku... Sangat menyukaimu, apakah kau mau menjadi kekasihku." Ucap Reza yang menatap Yesika.


Yesika begitu terkejut dengan ucapan Reza karena selama ini dia hanya menganggap Reza sebagai kakak saja tidak lebih. Tetapi Yesika bingung harus mengatakan apa kepada Reza, dia takut jika Reza akan kecewa dengan perasaannya sendiri karena cintannya tak terbalaskan.


"Emm.. Kak Reza, aku.... Aku... Minta maaf kak, tidak bisa membalas perasaan kak Reza.." Menjeda ucapannya dan melihat reaksi dari Reza.


Ada helaan nafas kecewa dari Reza karena perasaannya benar- benar tidak terbalaskan, dengan tersenyum getir Reza masih bisa tertawa menghibur dirinya sendiri.


"Hahaha.... Sika kenapa kau begitu serius, aku hanya bercanda kau tidak perlu mengatakan hal itu." Ucap Reza dengan mengacak- acak rambut Yesika.


"Kak sudahlah, aku yakin akan ada gadis yang sangat mencintaimu melebihiku. Maka kau harus menyayangi gadis itu." Ucap Yesika yang merapikan rambutnya.

__ADS_1


****


Sementara kini Sinchen dan Yovela pun sedang membahas hal yang sama, duduk di taman dan melihat bunga bermekaran adalah hal yang paling menyenangkan.


"Vela, sepertinya aku tidak bisa melanjutkan pernikahan ini." Tutur Sinchen yang menatap bunga Ros.


"Kenapa Sinchen? Apa kau tidak mencintaiku? Apakah aku sangat jelek!" Ucap Yovela yang menatap Sinchen.


"Bukan... Bukan karena kau jelek atau kau tidak cantik, kau sangat cantik dan pintar." Menarik nafas." Hanya saja... Perasaanku padamu tidak lebih dari seorang teman, aku sudah mencoba untuk mencintaimu tetapi...." Ucapan Sinchen langsung di potong oleh Yovela.


Sinchen menatap Yovela dia tahu jika ini akan menyakitkan bagi Yovela, tetapi Sinchen benar- benar tidak bisa membohongi perasaannya.


"Maaf.. Aku tidak bermkasud menyakitimu, aku hanya..." Lagi- lagi ucapannya di potong oleh Yovela.


"Aku mengerti Sinchen." Bangun dari duduknya."Jika kau mencintai adikku maka kerjarlah dia, jangan sampai kau menyesalinya dan untuk hari ini cukup sampai di sini. Aku akan kembali ke kamar untuk istirahat, jangan menghalagi langkahku dan kau berbahagialah bersama adikku." Ucap Yovela lalu melangkah pergi meninggalkan Sinchen yang terdiam.

__ADS_1


Sinchen terdiam melihat Yovela pergi begitu saja, apakah ini menyakitkan baginya! Apakah Sinchen terlalu kejam kepada Yovela, sehingga Yovela mengatakan hal itu.


Sinchen pun bangun dari duduknya lalu dia melangkahkan kakinya untuk pulang ke rumah, entah perasaannya makin kacau saat ini.


Malam hari saat semua orang berkumpul di meja makan, Yovela pun memberanikan diri untuk mengatakan sesuatu kepada Tuan Raul dan nenek Sasmita serta Yesika juga.


"Papa, nenek, dan kau Sika bisakah aku meminta waktu kalian sebentar saja?" Ucap Yovela menatap ke semuanya.


"Katakan saja sayang." Ucap nenek Sasmita.


Yovela menarik nafas dalam lalu menghembuskannya keluar dan dia menatap semua orang yang sedang menunggunya.


"Aku..... Ingin membatalakan pernikahan ini." Ucap Yovela yang menatap ke semuanya.


Kening Tuan Raul berkerut dia tidak mengerti kenapa Yovela bisa mengatakan hal itu, nenek Sasmita masih setia menunggu ucapan Yovela sedangkan Yesika terkejut dengan ucapan Yovela.

__ADS_1


"Karena Sinchen sudah memiliki seseorang yang sangat dia cintai." Menatap Yesika." Jadi aku tidak mau memaksanya untuk menikah denganku, jika di hatinya ada orang lain." Masih menatap Yesika.


__ADS_2